Suara.com - Na In Woo menjadi salah satu aktor papan atas Korea Selatan. Pria kelahiran 1994 ini banyak bermain drama dengan rating yang tinggi.
Terbaru drama Motel California yang memiliki rating bagus dari penggemar K-drama. Dengan popularitasnya yang makin besinar membuat penghasilannya ikut meningkat.
Dilansir Lifestyle Hongkong, Na In Woo mendapatkan gaji mencapai Rp 700 juta per episode. Adapun gaji tersebut belum termasuk sebagai model hingga brand ambassador merek terkenal.
Diperkirakan, dia mendapatkan penghasilan mencapai Rp 5 miliar per bulan.
Menurut beberapa sumber, Na In-woo menikmati kekayaan bersih sekitar 3 juta dollar AS atau Rp48 miliar. Kekayaannya sebagian besar berasal dari proyek akting, acara, dan media sosial.
Sementara itu, dia juga dikenal sebagai aktor yang menerapkan hidup hemat. Hal itu terlihat dari cara pakainnya hingga isi apartemennya yang tidak terlalu banyak barang.
Bahkan, Na In Woo juga sering kedapatan membawa kantong plastik saat membeli sesuatu. Selain itu dia juga jarang menggunakan pakain formal saat kegiatan sehari-hari.
Na In-woo mulai dikenal setelah mendapatkan peran utama dalam drama Korea Shine or Go Crazy pada tahun 2015. Selama bertahun-tahun, aktor yang sedang naik daun ini telah menjadi bagian dari berbagai proyek yang sukses.
Beberapa di antaranya termasuk film dan drama Korea populer seperti Mr Queen (2020), Ditto (2022), dan Longing For You (2024).
Baca Juga: Segini Gaji Carmen Heart2Heart Jadi Idol Korea di SM Entertainment
Na In-woo memerankan seorang pekerja kantoran dalam proyek terbarunya — drama Prime Video Marry My Husband yang cukup memiliki rating bagus. Selain itu drama yang masih tayang Motel California juga mendapatkan respon positif.
Dia berhasil membuktikan pada dirinya sendiri serta orang- orang lain bahwa lewat karir berakting, dirinya pun dapat sukses dan dikenal.
Berita Terkait
-
DPR Ungkap Dana Transfer Daerah 2027 Disunat Rp300 Triliun, Gaji PPPK Terancam Macet
-
Komisi X DPR Dorong Gaji Guru Minimal Rp 5 Juta, Respons Pernyataan Prabowo soal Kebocoran Anggaran
-
Guru Selalu Dibilang Pahlawan, Tapi Tidak Dijadikan Prioritas Anggaran
-
Ungkap Alasan Gaji Guru 'Tidak Layak', Prabowo: Tidak Ada Uangnya
-
Gaji di Bawah Rp8 Juta Kini Tergolong Miskin Baru, Warga UMK Harus Bersaing untuk Rumah Subsidi
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
BPKH Diminta Tak Jadi 'Kasir' Kementerian, DPR Dorong Dana Haji Dikelola Lebih Mandiri
-
Bulog Tegaskan Komitmen Dukung Swasembada Pangan Berkelanjutan di Puncak Penas XVII 2026
-
Delapan Dekade Bertransformasi, BNI Memperluas Dampak Lewat Inovasi dan Digitalisasi
-
Pasar Aplikasi Rp 2.700 Triliun Diburu TikTok
-
DPR Apresiasi Dian Siswarini karena Dividen PT Telkom Jadi yang Tertinggi
-
Komisi Ojol Turun Jadi 8 Persen, Suara Pengguna: Tarif Jangan Naik!
-
Siap-siap IPO, BEI Anggap RANS Entertainment Lolos dari Free Float
-
PLTU Pelabuhan Ratu Terus Gunakan Co-firing Biomassa dari Sorgum
-
Influencer Tak Bisa Lagi Asal Kasih Saran Saham dan Kripto, Begini Ketentuannya
-
Dian Siswarini Dipuji DPR, Telkom Kantongi Pendapatan Rp146,7 Triliun