Bisnis / Ekopol
Senin, 03 Maret 2025 | 10:12 WIB
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy saat terlibat cekcok dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Ruang Oval. (tangkapan layar/x)

Patrick Bet-David, pengusaha dan pelaku siniar AS, menyatakan kepada RIA Novosti bahwa Trump cenderung mengabaikan sekutu NATO di Eropa karena ia "bukan pendukung kerja-kerja NATO." Sikap ini mencerminkan pandangan Trump yang lebih isolasionis, di mana ia lebih memprioritaskan kepentingan domestik AS daripada keterlibatan dalam aliansi internasional.

Keluarnya AS dari NATO akan menjadi langkah bersejarah yang memiliki dampak luas bagi stabilitas keamanan global, dinamika kekuatan internasional, dan hubungan AS dengan sekutu-sekutunya. Meskipun langkah ini dapat mengurangi beban finansial AS dalam jangka pendek, risiko keamanan dan geopolitik yang muncul dapat jauh lebih besar.

Selain itu, langkah ini dapat mengubah peta kekuatan global, dengan potensi munculnya kekuatan baru yang mengisi kekosongan yang ditinggalkan AS. Bagi NATO, kepergian AS dapat menjadi ujian besar yang menentukan masa depan aliansi tersebut, sementara bagi Eropa, hal ini dapat memicu ketidakstabilan dan tekanan untuk meningkatkan kapasitas pertahanan secara mandiri.

Load More