Suara.com - Direktur Utama Adaro Energy Indonesia Garibaldi 'Boy' Thohir melaporkan ke Presiden Prabowo Subianto atas sumbangsih para pengusaha untuk mendongkrak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Memang akhir-akhir ini IHSG jatuh sangat dalam dengan sempat ke level 6.200-an.
Boy menjelaskan, pihaknya bersama pengusaha lainnya melakukan aksi beli kembali atau buyback saham pada saat IHSG anjlok. Dengan begitu, pergerakan IHSG mulai berangsur membaik.
"Saya sampaikan ke bapak Presiden juga waktu kebetulan kan hari Selasa saya sama teman-teman di capital market begitu saham turun kan kita juga support kan, ada buyback apa, segala macem langsung kan rebound," ujar Boy di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (7/3/2025).
Menurut Boy, upaya yang dilakukan para pengusaha ini merupakan satu kegiatan gotong royong yang memang masih diperlukan. Dirinya menyakini, jika semua pihak kompak, maka Indonesia bisa bergerak maju.
"Jadi itu menunjukkan bahwa kalau kita sama-sama kita gotong royong kita kompak insyaallah negara kita secara fundamental bagus kok," kata dia.
Melalui keterangan foto resmi yang dikeluarkan pihak Istana, tampak Prabowo yang didampingi Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya duduk satu meja dengan delapan pengusaha. Masing-masing dari mereka disediakan buku catatan kecil beserta alat tulis.
Diketahui delapan pengusaha yang hadir dalam pertemuan tersebut di antaranya Anthony Salim, Sugianto Kusuma atau Aguan, Prajogo Pangestu, Boy Thohir, Franky Widjaja, Dato Sri Tahir, James Riady, dan Tomy Winata.
Masing-masing memiliki latar belakang bisnis yang berbeda, mulai dari sektor pangan, properti, energi, keuangan, hingga manufaktur.
Adapun alasan dari pertemuan Prabowo dengan para pengusaha besar ialah sebagai upaya dari pemerintah untuk membangun komunikasi yang erat dengan dunia usaha.
Baca Juga: 9 Naga Sowan Prabowo di Istana, Aguan Paling Dekat dan Ada yang Hormat
"Pertemuan ini mencerminkan upaya pemerintah dalam membangun komunikasi yang erat dengan dunia usaha, guna memastikan stabilitas ekonomi nasional serta menarik investasi yang dapat menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan daya saing industri dalam negeri," tulis keterangan Sekretariat Presiden.
"Ke depan, sinergi antara pemerintah dan sektor swasta diharapkan semakin kuat dalam mewujudkan visi Indonesia sebagai negara maju dengan ekonomi yang mandiri dan berdaya saing tinggi sesuai asta cita Presiden Prabowo," sambungnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman
-
Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak
-
Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!
-
Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika
-
Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?
-
Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran
-
Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas
-
Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa
-
Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?
-
Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026