Suara.com - PT Pupuk Indonesia (Persero) menanggapi klaim tentang adanya manipulasi dalam laporan keuangan mereka yang dikatakan menyebabkan kerugian negara.
Wijaya Laksana, Sekretaris Perusahaan Pupuk Indonesia menegaskan bahwa laporan keuangan perusahaan telah disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan Indonesia dan telah diaudit oleh auditor independen.
Laporan ini juga telah diperiksa oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai bagian dari pengawasan terhadap perusahaan yang menerbitkan obligasi di pasar modal.
"Pupuk Indonesia menegaskan bahwa pemberitaan mengenai dugaan manipulasi laporan keuangan tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya. Kami berkomitmen menjalankan tata kelola perusahaan yang baik dan memastikan transparansi laporan keuangan yang diaudit oleh auditor independen serta di-review oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sebagai bagian Laporan Keuangan Pemerintah Pusat sesuai regulasi yang berlaku," kata Wijaya ditulis Minggu (9/3/2025).
Mengenai klaim bahwa ada rekening senilai Rp7,978 triliun yang tidak dicantumkan dalam neraca, Wijaya membantahnya dengan menyatakan bahwa semua dana tersebut telah tercatat dalam Laporan Posisi Keuangan di bagian Aset Lancar Lainnya, sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku.
Wijaya juga menjelaskan bahwa deposito berjangka yang melebihi tiga bulan tidak tergolong sebagai kas, melainkan sebagai aset lancar lainnya. Kas yang penggunaannya dibatasi, adalah dana yang disisihkan untuk Perjanjian Pelayanan Jasa Notional Pooling, dan telah diakui dalam laporan keuangan.
Selanjutnya, terkait dengan klaim tidak dilaporkannya pencairan deposito sebesar Rp15,932 triliun, Wijaya menegaskan bahwa semua perubahan saldo deposito telah dijelaskan dan dicatat secara transparan dalam laporan keuangan.
"Pupuk Indonesia komitmen terhadap transparansi dan telah menyusun laporan keuangan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku, serta mengikuti tata kelola perusahaan yang baik dan regulasi yang berlaku," kata Wijaya.
Sebagai penegasan, audit oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan (PwC Indonesia) pada Laporan Keuangan Konsolidasian PT Pupuk Indonesia Tahun 2023 menghasilkan opini wajar tanpa modifikasi.
Baca Juga: Dirut Pupuk Indonesia Pastikan Pupuk Bersubsidi Tersedia Sebelum Musim Tanam
Wijaya mengimbau masyarakat untuk merujuk pada informasi resmi yang telah diaudit dan diverifikasi oleh otoritas terkait untuk menghindari kesalahpahaman terhadap berita yang beredar. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
realme P4 Series Resmi Diumumkan, Bawa Baterai 10.000mAh dan AI Gaming Canggih
-
BBRI Tebar Kabar Baik saat IHSG Loyo, Saham Menguat Usai Diborong Asing
-
Prabowo Mau Mobil Transparan Buat Sapa Rakyat, Purbaya Klaim Anggaran Ada
-
Kolaborasi Industri dan Gerakan Kreatif Hasilkan Karya Seni Edukatif
-
Dilema Pertahanan Harga BBM : Rupiah Melemah dan Minyak Anteng di Atas 100 Dolar AS per Barel
-
Mengapa Biaya Logistik di Indonesia Mahal? Ternyata Ini Akar Masalahnya
-
HOAKS Link KUR BRI di Tiktok dan Instagram, Ini Modus Pelaku Penipuan
-
Harga Pangan Hari Ini: Bawang hingga Cabai Merah Naik, Beras Premium Masih Bertahan Tinggi
-
Rupiah Melemah, Minyak Dunia Tetap di atas 100 Dolar AS, Ini Harga BBM di Indonesia!
-
Rupiah Melemah, Harga Emas Antam Hari Ini Stabil di Angka Rp2,7 Juta per Gram