Suara.com - Mantan Presiden Filipina Rodrigo Duterte ditangkap pada Selasa pagi (11/3/2025) setelah mendarat di Bandara Internasional Ninoy Aquino, Manila. Penangkapan ini dilakukan oleh polisi Filipina berdasarkan surat perintah dari Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) terkait dengan perang melawan narkoba yang dilancarkan selama masa kepemimpinannya.
Menurut laporan Channel NewsAsia, istana kepresidenan Filipina mengonfirmasi bahwa Interpol Manila telah menerima salinan resmi surat perintah penangkapan dari ICC. “Pagi ini, Interpol Manila menerima salinan resmi surat perintah penangkapan dari ICC,” bunyi pernyataan resmi istana.
Duterte ditangkap setelah tiba dari Hong Kong, di mana sehari sebelumnya ia menyatakan kesiapannya untuk menghadapi proses hukum jika ICC mengeluarkan surat perintah penangkapan. “Saya siap menghadapi apa pun, termasuk penangkapan, jika itu adalah keputusan hukum yang adil,” ujar Duterte dalam konferensi pers di Hong Kong, Senin (10/3).
Profil Rodrigo Duterte
Rodrigo “Rody” Roa Duterte, yang akrab disapa Digong, lahir pada 28 Maret 1945 di Maasin, Leyte Selatan, Filipina. Ia adalah seorang politikus dan pengacara keturunan Visayan yang dikenal sebagai salah satu pemimpin paling kontroversial di Filipina.
Duterte memulai karier politiknya sebagai Wakil Walikota Davao pada 2 Mei 1986 hingga 27 November 1987. Selanjutnya, ia menjabat sebagai Walikota Davao selama tujuh periode, dari 1988 hingga 1998 dan kembali pada 2001 hingga 2010, menjadikannya salah satu walikota dengan masa jabatan terlama di Filipina.
Selain itu, Duterte juga pernah menjadi Anggota Dewan Perwakilan Filipina dari distrik ke-1 Kota Davao pada periode 1998-2001. Pada 21 November 2015, ia mendeklarasikan pencalonannya sebagai presiden Filipina dan memenangkan pemilihan umum 2016 dengan selisih suara yang signifikan. Menurut data dari PPCRV (lembaga monitor pemilu), Duterte unggul 5,92 juta suara dari rival terdekatnya, Mar Roxas.
Selama masa kepresidenannya (2016-2022), Duterte dikenal karena kebijakan kerasnya dalam memerangi narkoba, yang menuai kritik dari dalam dan luar negeri. Kebijakan ini dianggap melanggar hak asasi manusia, dengan ribuan orang tewas dalam operasi anti-narkoba.
Meski kontroversial, Duterte tetap populer di kalangan sebagian besar masyarakat Filipina, terutama karena gaya kepemimpinan langsung dan janjinya untuk memberantas korupsi serta kejahatan.
Baca Juga: Indonesia Banjir Narkoba Impor, BNN Sita 1,2 Ton Barang Bukti di Februari 2025
Duterte berasal dari keluarga yang memiliki latar belakang politik kuat. Ayahnya, Vicente Duterte, adalah seorang pengacara dan mantan Gubernur Davao. Sepupu dan pamannya juga pernah menduduki berbagai jabatan penting di Filipina.
Putri Duterte, Sara Duterte, saat ini menjabat sebagai Wakil Presiden Filipina terpilih, melanjutkan warisan politik keluarga Duterte. Sara dikenal sebagai sosok yang karismatik dan memiliki basis dukungan yang kuat, terutama di wilayah Mindanao.
Penangkapan Duterte menandai babak baru dalam proses hukum internasional terhadap mantan presiden Filipina. ICC telah lama menyelidiki dugaan pelanggaran hak asasi manusia selama perang melawan narkoba di bawah kepemimpinan Duterte.
Penangkapan Duterte diperkirakan akan memengaruhi dinamika politik Filipina, terutama dengan adanya putrinya, Sara Duterte, yang kini memegang posisi strategis sebagai Wakil Presiden. Beberapa analis politik menyatakan bahwa kasus ini dapat memicu ketegangan politik dan memengaruhi stabilitas pemerintahan saat ini.
Berita Terkait
-
Profil Catur Adi Prianto, Bos Persiba Balikpapan yang Tersandung Narkoba hingga Ditangkap Polisi!
-
Bawa Ransel Isi Sabu 14 Kg dan 6.800 Butir Ekstasi, DK Balik Lagi ke Bui
-
Penampakan 188 Kilogram Sabu Ditemukan di Tengah Kebun Sawit Aceh
-
Bareskrim Ungkap Kasus Narkotika Selama Dua Bulan Terakhir, 7 Anak Buah Fredy Pratama Terjaring
-
Indonesia Banjir Narkoba Impor, BNN Sita 1,2 Ton Barang Bukti di Februari 2025
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah
-
Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan
-
Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman
-
Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG
-
Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah
-
Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK
-
Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat
-
Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen
-
Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga