- Aset bank bjb 2025 tembus Rp221,4 T, kredit capai Rp140,7 T di tengah tantangan global.
- Kredit konsumer Rp74,8 T jadi penopang, didukung digitalisasi via platform KGB Pisan.
- Laba bersih Rp1,15 T, sinergi KUB sumbang 18% aset grup untuk perkuat profitabilitas.
Suara.com - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk atau bank bjb membuktikan ketangguhannya dalam menjaga stabilitas kinerja keuangan sepanjang tahun buku 2025. Di tengah dinamika ekonomi global yang menantang, emiten bersandi BJBR ini sukses membukukan total aset konsolidasi sebesar Rp221,4 triliun.
Kinerja moncer ini tak lepas dari kondisi makroekonomi domestik yang tetap kondusif, didukung kebijakan fiskal serta penurunan BI Rate yang mulai menggeliatkan fungsi intermediasi perbankan.
Dalam paparan Earnings Call Full Year (FY) 2025 yang digelar Senin (16/3/2026), jajaran direksi bank bjb mengungkapkan bahwa penyaluran kredit dan pembiayaan perusahaan mencapai Rp140,7 triliun. Angka ini disokong oleh kontribusi bank only sebesar Rp111,9 triliun dan entitas anak sebesar Rp28,8 triliun.
"Segmen kredit konsumer tetap menjadi tulang punggung dengan outstanding mencapai Rp74,8 triliun. Kualitas aset di segmen ini sangat terjaga dengan tingkat NPL yang rendah dan margin sehat," kata Herfinia Corporate Secretary bank bjb dalam keterangan resminya.
bank bjb melihat peluang emas pada basis pasar payroll seiring melonjaknya jumlah pegawai P3K di Jawa Barat dan Banten yang menembus 504 ribu orang per Juni 2025.
Guna menangkap potensi tersebut, bank bjb tancap gas melakukan transformasi digital melalui platform KGB Pisan. Sejak mendapat lampu hijau dari OJK pada November 2025, platform ini memungkinkan nasabah payroll mengajukan kredit secara end-to-end digital, yang terbukti meningkatkan produktivitas dan skalabilitas bisnis secara signifikan.
Tak hanya jago di kandang konsumer, bank bjb juga memperluas ekspansi di sektor korporasi dan komersial berbasis ekosistem daerah. Hasilnya, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada induk mencapai Rp1,15 triliun.
Kekuatan grup juga semakin solid melalui Kelompok Usaha Bank (KUB). Perusahaan anak tercatat menyumbang aset sebesar Rp42,8 triliun, atau setara 18 persen dari total aset konsolidasi grup.
"Momentum perbaikan kinerja di Triwulan IV-2025 terus berlanjut hingga awal 2026. Ini indikasi positif bagi pemulihan pertumbuhan laba ke depan melalui skema sharing fee dan efisiensi operasional," pungkas manajemen.
Baca Juga: Laba PANI Terbang 83 Persen di 2025, Efek Domino Gurita Bisnis PIK2
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- 5 Rekomendasi Parfum di Indomaret yang Tahan Lama untuk Salat Id
Pilihan
-
Harry Styles Ungkap Perjuangan Jadi Penyanyi Solo Usai One Direction Bubar
-
Dulu Nostalgia, Sekarang Pamer Karir: Mengapa Gen Z Pilih Skip Bukber Alumni?
-
Tutorial S3 Marketing Jalur Asbun: Cara Aldi Taher Jualan Burger Sampe Masuk Trending Topic
-
Dilema Window Shopping: Ketika Mal Cuma Jadi Katalog Fisik Buat Belanja Online
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
Terkini
-
Penumpang KRL Jabodetabek Anjlok 29 Persen Akibat Kebijakan WFA
-
Tunaikan Zakat Fitrahmu, Dapatkan Manfaat Besar yang Belum Tentu Diperoleh Tahun Depan
-
Nasib Emiten Kaesang! Bisnis Lesu, Kini Terpaksa Jual Aset Demi Bayar Utang ke BCA
-
IHSG Kembali Tertekan, Sesi I Turun ke Level 7.039
-
Prabowo: Indonesia Harus Hidup Sesuai Kemampuan, Defisit Fiskal Tetap Dijaga
-
OJK Tegaskan Debitur Bank Tak Kebal Hukum, Pelaku Manipulasi Kredit Dipenjara
-
Laba PANI Terbang 83 Persen di 2025, Efek Domino Gurita Bisnis PIK2
-
7 Agenda Utama RUPST BRI, Dirut Beri Bocoran Dividen Bakal lebih Tinggi
-
Harga Minyak Dunia Mendidih Lagi, Kembali Dibanderol USD 100/Barel
-
Klaim Mendag Busan: Pedagang Mudik, Harga Pangan Tetap Adem di Pasar Rawasari