- PMMP jual aset anak usaha Rp135 miliar di Situbondo untuk bayar pokok utang ke Bank BCA.
- Penjualan dipicu restrukturisasi dan upaya menekan beban bunga akibat kinerja bisnis lesu.
- Permintaan pasar AS anjlok paksa emiten Kaesang tutup pabrik dan rasionalisasi karyawan.
Suara.com - Badai efisiensi nampaknya belum berlalu dari emiten pengolah makanan beku berbasis udang yang terafiliasi dengan putra bungsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo, Kaesang Pangarep.
PT Panca Mitra Multiperdana Tbk (PMMP) terpaksa melepas aset anak usahanya senilai ratusan miliar rupiah demi menjinakkan tumpukan utang perbankan.
Melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), manajemen PMMP mengumumkan bahwa anak usahanya, PT Tri Mitra Makmur (TMM), telah menjual aset tanah seluas 66.835 meter persegi di Situbondo, Jawa Timur. Tak hanya tanah, kesepakatan ini mencakup bangunan, mesin, hingga sarana produksi yang selama ini menjadi tulang punggung operasional.
"Penjualan aset ini merupakan permintaan dari debitur bank dalam proses restrukturisasi. Langkah ini diambil untuk menurunkan biaya bunga dan melunasi sebagian pokok pinjaman," tulis manajemen PMMP, Senin (16/3/2026).
Aset tersebut dilego kepada PT Nusantara Seafood Adhikarya (Nusea) dengan nilai transaksi mencapai Rp135 miliar. Seluruh dana segar hasil penjualan ini tidak masuk ke kantong perusahaan, melainkan langsung disetor ke rekening PT Bank Central Asia Tbk (BCA) untuk melunasi kewajiban.
Kondisi sulit ini dipicu oleh anjloknya permintaan dari pasar Amerika Serikat (AS) yang menjadi target utama ekspor perusahaan sejak awal 2024. Akibatnya, PMMP harus melakukan langkah ekstrem mulai dari rasionalisasi karyawan hingga menonaktifkan sejumlah fasilitas pabrik (plant).
Sejak awal 2025, emiten ini telah memangkas kapasitas produksi secara besar-besaran. Dari tujuh pabrik di Situbondo, operasional kini difokuskan hanya pada fasilitas terbesar yang dianggap paling efisien dalam memproduksi seluruh varian produk.
Langkah "jual aset" ini diharapkan mampu meringankan beban keuangan perusahaan yang tengah terhimpit ekuitas negatif, sekaligus menjaga kelangsungan operasional di tengah ketidakpastian pasar global.
Baca Juga: Waspada! Utang RI Tembus Rp7.368 Triliun
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
BRI Perluas Akses Investasi Global melalui BRImo, Hadirkan Reksa Dana USD Batavia
-
Rupiah Paling Perkasa di Asia, Pukul Mundur Dolar AS ke Level Rp17.726
-
Kabar Baik bagi Konsumen, Harga Cabai dan Ayam Turun di Awal Pekan!
-
Diikuti 45.000 Peserta, BTN Jakim 2026 Dorong Jakarta Menuju Destinasi Sport Tourism Kelas Dunia
-
Investor Tahan Dulu, Harga Emas Antam Mulai Naik Lagi Jadi Rp 2.729.000/Gram
-
Penguatan Kenaikan IHSG Cerminkan Kepercayaan Investor terhadap Kekuatan Ekonomi Indonesia
-
IHSG Terbang Pagi Ini Setelah Perang AS-Usai, Pantau Saham AMMN dan DEWA
-
Jangan Lupa! Ada Diskon Tiket Kapal Feri Selama Libur Sekolah, Catat Tanggalnya
-
Emiten HGII Tebar Dividen Buat Pemegang Saham, Berapa Besarannya?
-
AS - Iran Sepakat Damai: Selat Hormuz Dibuka, Harga Minyak Dunia Anjlok