Suara.com - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kembali menjadi sorotan karena gaji staff SPGG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) yang tertunda. Isu staff SPGG se-Indonesia belum digaji pun sempat ramai diperbincangkan di social media.
Akun X @intinyadeh membagikan informasi bahwa staff SPPG se-Indonesia belum digaji. Padahal persiapan MBG sudah start sejak Desember 2024, dapur MBG juga sudah berjalan pada Januari-Febaruari, tetapi kerja mereka selama itu belum digaji.
Persoalan ini sudah di follow-up, tetapi jawabannya diundur terus. Sementara operasional terus berjalan, staf belum menerima gaji. Bersamaan dengan itu, staf juga menerima complain.
Sekarang, menjelang lebaran, para staf sudah tidak memiliki uang pegangan untuk biaya hidup dan juga menyambut hari raya Idul Fitri.
Persoalan itu mendapatkan tanggapan dari netizen secara beragam. Namun tanggapan didominasi sikap skeptic dan apatis dengan kebijakan pemerintah tersebut. Hingga mempertanyakan kebijakan efisiensi seperti tidak berdampak baik.
Persoalan ini dijawab oleh Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) usai menghadiri siding cabinet di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta. Alasan penundaan pemberian gaji adalah karena kendala administrasi dan status kepegawaian.
Gaji SPPG masuk ke dalam anggaran APBN tahun 2025. SPPG berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja atau P3K. Sedangkan proses pengangkatan P3K sendiri dapat dilakukan paling cepat padabulan April 2025, sehingga anggaran yang sudah dialokasikan tidak dapat langsung digunakan untuk status pegawai yang belum resmi sebagai P3K.
Proses tersebut memerlukan Waktu lama sehingga dibutuhkan mekanisme pembayaran lain. Ada beberapa metode yang kemungkinan dapat digunakan untuk menyalurkan gaji SPPG, termasuk kemungkinan mekanisme pemberian gaji akan dilaksanakan bertahap.
Setelah mengalami berbagai macam pertimbangan, protes mengenai gaji SPPG yang belum dibayarkan ini menuai titik terang pada 21 Maret 2025. Kepala Badan Gizi Nasional menyatakan gaji pejabat SPPG akan cair minggu depan.
Baca Juga: Gaji Codeblu di Pekerjaan Aslinya Fantastis, Tugasnya Tak Jauh Beda dari Foodvlogger
Gaji yang dibayarkan merupakan gaji tiga bulan sejak program MBG digulirkan, yakni awal Januari 2025. Pencairan gaji juga mencakup ahli gizi dan akuntan.
Perlu untuk diketahui bahwa staff SPPG merupakan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang ditunjuk pemerintah untuk mendukung program MBG. Mereka terdiri atas sarjana perguruan tingi yang mengikuti Pendidikan Dasar dan Latihan Militer (Diksamil) bersama TNI.
Lulusan SPPI ini ditugaskan secara berkelompok untuk bekerja di unit layanan makan bergizi gratis. Program makan bergizi gratis (MBG) sendiri diklaim oleh pemerintah sebagai langkah strategis untuk mewujudkan visi Presiden Republik Indonesia untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045. Program ini diluncurkan untuk mendorong delapan misi Asta Cita, memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM).
Sebagai informasi, program Makan Bergizi Gratis (MBG) dirancang untuk mengatasi masalah gizi buruk dan stunting yang masih menjadi tantangan serius di Indonesia. MBG bertujuan mendukung tumbuh kembang anak-anak, terutama dalam 1.000 hari pertama kehidupan, yang merupakan periode kritis bagi perkembangan fisik dan kognitif. Selain itu, program ini juga memberikan perhatian khusus pada kesehatan ibu hamil dan menyusui, karena status gizi ibu sangat berpengaruh terhadap kesehatan janin dan bayi.
MBG diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan dengan memastikan anak-anak mendapatkan asupan gizi yang cukup, sehingga mereka dapat tumbuh sehat dan fokus dalam belajar. Dengan mengurangi angka malnutrisi dan stunting, program ini diharapkan mampu menciptakan generasi muda yang lebih sehat, cerdas, dan produktif, sekaligus mendukung pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas.
Kontributor : Mutaya Saroh
Berita Terkait
-
Kepala BGN Sebut Gizi Tak Bagus Jadi Biang Kerok Timnas Kalah, Anggota DPR: Jangan Lebai
-
Kepala BGN Dadan Hindayana: Jangan Heran Kalau PSSI Sulit Buat Menang, Karena Gizinya Tidak Bagus
-
5 Sumber Kekayaan Park Hyung Sik Jadi Aktor Termahal Gantikan Kim Soo Hyun
-
Sejumlah Pemimpin Dunia Bersurat ke Prabowo, Sampaikan Ingin Belajar MBG dari Indonesia
-
Gaji Codeblu di Pekerjaan Aslinya Fantastis, Tugasnya Tak Jauh Beda dari Foodvlogger
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Duel Simbolik Kaesang di Dapil Neraka: Mampukah Efek Jokowi Runtuhkan Dominasi Puan dan PDIP?
-
WhatsApp Hadirkan Panggilan Langsung di Browser, Meta Perluas Inovasi Komunikasi Tanpa Aplikasi
-
Dukung Lingkungan Bersih, BRI Serahkan Bantuan Truk Sampah ke Kodam IX/Udayana
-
BPDP Ungkap 41% Industri Sawit Nasional Dikelola Rakyat Langsung, Serap 16,5 Juta Tenaga Kerja
-
Perkuat Ekosistem Mode Nasional, BTN Dorong Pertumbuhan Sektor Kreatif Lewat IFW 2026
-
Dari Ibu Penyayang ke Pembunuh Berdarah Dingin: Lindsay Clancy Habisi 3 Anak Kandung
-
Sawit RI Kerap Dihantam Black Campaign, Dianggap Ancaman Bisnis Global
-
Maraknya PHK di Emiten, Perusahaan Wajib Transparan ke Investor
-
Fujifilm Rilis Varian Baru Instax Mini 99 ke RI, Kamera Analog Premium Harga Rp 3,6 Juta
-
Ramalan 12 Shio Hari ini 30 Juli 2026: Shio Ayam Paling Hoki, Babi Harus Waspada