- Harga minyak mentah menguat pada Jumat (13/3/2026) dipicu kekhawatiran gangguan pasokan akibat ketegangan AS-Israel dan Iran.
- AS melonggarkan izin pembelian minyak Rusia dan IEA siap lepas 400 juta barel cadangan darurat global.
- Harga minyak diproyeksikan menguat signifikan pekan ini karena ancaman pemblokiran Selat Hormuz oleh Teheran.
Suara.com - Harga minyak mentah kembali menguat pada perdagangan Jumat (13/3/2026) di pasar Asia, menghapus pelemahan tipis setelah kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan akibat konflik AS-Israel dan Iran tetap tinggi.
Meskipun pasar sempat bereaksi terhadap pelonggaran izin pembelian minyak Rusia oleh AS guna menyeimbangkan stok, harga segera rebound dan diprediksi menutup pekan ini dengan tren positif.
Hal ini dipicu oleh tensi geopolitik di Timur Tengah yang masih memanas dan terus menjadi penggerak utama lonjakan harga minyak dunia.
Mengutip dari Investing.com, harga minyak Brent berjangka untuk pengiriman Mei naik 0,6 persen menjadi 101,06 dolar AS per barel pada pukul 23:12 ET (03:12 GMT), sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate berjangka naik 0,6 persen menjadi 94,98 dolar AS per barel.
Sebagaimana dilaporkan, AS resmi memberikan dispensasi 30 hari bagi pembelian minyak Rusia guna meredam guncangan pasokan akibat konflik Iran. Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, menegaskan langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas pasar energi global.
Selain melonggarkan akses minyak Rusia bagi negara pengimpor seperti India, Badan Energi Internasional (IEA) juga bersiap melepas rekor cadangan darurat sebanyak 400 juta barel demi menambal defisit stok dunia.
Harga minyak dunia diproyeksikan menguat 7 persen hingga 9 persen pekan ini, melanjutkan lonjakan tajam seiring minimnya tanda-tanda deeskalasi konflik Iran.
Ancaman Teheran untuk memblokade Selat Hormuz, jalur bagi seperlima pasokan minyak global, serta serangan terhadap infrastruktur energi di Timur Tengah memicu kekhawatiran akan krisis pasokan jangka panjang.
Analis dari ANZ menilai gangguan ini bukan lagi sekadar guncangan geopolitik sementara, melainkan ancaman struktural yang dapat mengganggu stabilitas pasar energi global secara permanen.
Baca Juga: Iran Serukan Perlawanan Total: Blokir Selat Hormuz, Siap Harga Minyak Tembus USD 200
"Volatilitas harga kemungkinan akan tetap tinggi, tetapi kecenderungannya semakin mengarah ke atas. Yang penting, semakin lama gangguan ini berlanjut, semakin tinggi harga yang dibutuhkan untuk memulihkan keseimbangan pasar," tulis analis ANZ dalam sebuah catatan.
Berita Terkait
-
Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Trump Singgung Perang Iran 'Selesai'
-
Harga Minyak Mulai Turun Usai Beredar Kabar G7 Lepas Cadangan 400 Juta Barel
-
Harga Minyak Tembus 100 dolar AS per Barrel, Harga BBM Bakal Naik?
-
Filipina Pangkas Hari Kerja Demi Efisiensi Minyak, Bahlil Justru Gercep Garap Proyek B50 dan E20
-
Kiamat Energi Mengintai, Harga Minyak Dunia Meledak 30 Persen akibat Perang
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Emiten WINE Tebar Dividen Rp3,5 per Saham, Bidik Pertumbuhan Pendapatan Lima Persen pada 2026
-
Harga Minyak Dunia Anjlok Usai AS-Iran Sepakati Perdamaian, Bursa Saham Global Menguat
-
Harga Emas Hari Ini 16 Juni 2026 Naik, Antam Tembus Rp2,83 Juta per Gram
-
Selat Hormuz Dibuka, Bahlil Sebut Indonesia Tetap Lanjutkan Kontrak Impor Minyak
-
Bahlil Ungkap Kontrak Batu Bara PLN Kurang 20 Juta Ton, Listrik Bisa Terganggu?
-
Dukung Program 3 Juta Rumah, BRI Salurkan Pembiayaan Rp340 Miliar untuk 867 Debitur
-
Biaya Kuliah Meroket, Mahasiswa Minta Dana Pendidikan Tak Dipakai untuk MBG
-
BRI Hadirkan Cara Baru Menabung Emas Otomatis Saat Transfer di BRImo
-
Asumsi ICP 2027 Dinaikkan Mas Bahlil, Paling Tinggi 95 Dolar AS/Barel
-
Indonesia Bidik Turis Tajir, Seaplane Resmi Beroperasi dari Banyuwangi