- Kementerian Perhubungan menyelenggarakan Program Motis Lebaran dengan kuota 11.900 motor, namun pendaftar sudah mencapai 12.941 motor.
- Pendaftaran masih dibuka hingga 29 Maret karena slot akan diisi ulang jika terjadi pembatalan oleh peserta sebelumnya.
- Tujuan Motis adalah mengurangi puluhan ribu pemudik motor di jalan raya guna menekan potensi risiko kecelakaan lalu lintas.
Suara.com - Program Motor Mudik Gratis (Motis) yang diselenggarakan Kementerian Perhubungan pada mudik Lebaran tahun ini mencatat minat masyarakat yang tinggi. Jumlah pendaftar bahkan telah melampaui kuota sepeda motor yang disiapkan pemerintah.
Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api Kementerian Perhubungan, Arif Anwar, mengungkapkan hingga saat ini jumlah pendaftar Motis telah mencapai lebih dari 12 ribu motor. Padahal kuota yang disediakan tahun ini sebanyak 11.900 unit sepeda motor.
“Untuk kuota Motis tahun ini adalah 11.900 apa namanya, motor ya. Dan saat ini yang sudah mendaftar sebanyak 12.900-an, 12.941 motor yang sudah mendaftar. Jadi kalau kita persentasekan sudah 108,75 persen motor yang sudah mendaftar,” kata Arif kepada wartawan, Jumat (13/3/2026).
Menurut dia, jumlah pendaftar yang melampaui kuota tersebut masih memungkinkan karena sistem pendaftaran bersifat dinamis. Jika ada peserta yang turun di stasiun tertentu atau terjadi pembatalan, slot tersebut dapat kembali diisi oleh pendaftar lain.
“Jadi misalkan nih, kayak tadi ada yang turun Cirebon. Nanti di Cirebon diisi lagi. Ada yang ikut lagi sampai ke Lempuyangan dan sebagainya,” ujarnya.
Meski kuota awal telah terlampaui, Kemenhub memastikan masyarakat masih dapat mendaftar mengikuti program Motis hingga batas waktu yang telah ditentukan.
“Pendaftaran sampai dengan tanggal 29 (Maret) ya, karena pemberangkatan Motis terakhir nanti arus baliknya itu tanggal 30. Jadi masyarakat masih bisa mendaftar hingga tanggal 29 Maret ini,” ucapnya.
Arif menjelaskan program Motis tidak bertujuan mengurangi jumlah orang yang mudik, tetapi untuk menekan jumlah pemudik yang menggunakan sepeda motor di jalan raya.
“Jadi mengurangi orang mudik dengan sepeda motor. Karena teman-teman yang menggunakan sepeda motor ini masih memerlukan motornya di kampung. Daripada mereka membawa motornya sendiri ya, kita kurangi perjalanan yang jumlah membawa motor tadi dengan menyelenggarakan Motis tadi, Motor Mudik Gratis,” jelasnya.
Baca Juga: Mudik Gratis Naik Kereta! Kemenhub Buka 28 Ribu Tiket Motis Lebaran 2026
Dengan kuota 11.900 motor yang diangkut menggunakan kereta api, Arif memperkirakan jumlah pemudik yang menggunakan sepeda motor di jalan dapat berkurang hingga puluhan ribu orang.
“Setidaknya dengan 11.900 kuota yang kita sediakan, berarti kan berkurang sejumlah 11.900 motor. Artinya kalau dikalikan dua, satu motor dua orang ya dalam satu keluarga, kan berarti sudah 24.000 orang yang tidak menggunakan motor di jalan ya,” katanya.
Lebih lanjut, ia berharap keberadaan program Motis dapat membantu menekan risiko kecelakaan lalu lintas selama periode arus mudik Lebaran, khususnya yang melibatkan kendaraan roda dua.
“Mudah-mudahan dengan hal itu bisa mengurangi angka kecelakaan, khususnya untuk sepeda motor,” pungkasnya.
Tag
Berita Terkait
-
Kemenhub Ungkap Kondisi Pesawat Kargo Pelita Air, Layak Terbang?
-
Kemenhub: Pilot Pesawat Kargo BBM Pelita Air Meninggal Dunia
-
Jadwal KRL Selama Ramadan Tak Berubah, 1.065 Perjalanan Setiap Hari
-
Buntut Penembakan Pesawat Smart Air, Kemenhub Tutup Penerbangan di 11 Bandara Papua
-
Tiket Kereta Api Mudik Lebaran 2026 Bisa Dipesan, 1,39 Juta Kursi Sudah Terjual
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: 3 Penumpang KRL Tewas dan 38 Korban Luka-luka Dilarikan ke 4 RS
-
KAI Fokus Evakuasi dan Normalisasi Jalur Pasca KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi Timur
-
Tabrakan Hebat di Stasiun Bekasi Timur: KRL vs Argo Bromo Anggrek, Jeritan Penumpang Pecah!
-
Rekam Jejak Jenderal Dudung Abdurachman: Dari Pencopot Baliho Kini Jadi Tangan Kanan Presiden
-
Reshuffle Kabinet: Qodari Geser dari KSP ke Bakom, Dudung Ambil Alih Peran Strategis di Istana
Terkini
-
Dana Asing Keluar Rp 2 Triliun dari Pasar Saham RI Hari Ini, Paling Banyak di BCA
-
Terpusat di Jawa dan Tergantung Musim, Masalah Stabilitas Stok Pangan Indonesia
-
Purbaya Ultimatum Asosiasi Reksa Dana: Sekarang Saya Ikut Awasi, Macam-macam Saya Hajar!
-
Cegah Diabetes hingga Hipertensi, Pemerintah Siapkan Label Khusus di Makanan
-
Bahlil Ngaku Tak Bisa Tidur Mikirin Pasokan LPG
-
Purbaya Dibilang Gila Usai Sebut IHSG Bisa Tembus 28.000 di 2030
-
Pemerintah Wajibkan Dapur Makan Bergizi Gratis Kantongi Sertifikat Higiene
-
Industri Budaya dan Kreatif Sumbang 3 Persen PDB Global, Peluang Identitas Lokal RI Mendunia
-
Putusan KPPU Tuai Kritik, Metodologi Denda Pindar Dinilai Tak Jelas
-
Tiru India, OJK Ingin Investor RI Lebih Punya Banyak Reksa Dana