Suara.com - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada Hari Kamis (3/4/2025) untuk ukuran satu gram kembali melonjak, sehingga dibanderol di harga Rp1.836.000 per gram.
Harga emas Antam itu kembali meroket sebesar Rp17.000 dibandingkan hari Rabu (2/4/2025) sebelumnya.
Sementara itu, harga Buyback (beli kembali) emas Antam dibanderol di harga Rp1.688.000 per gram.
Harga buyback itu juga ikut lompat tinggi Rp17.000 dibandingkan dengan harga buyback hari Kamis kemarin.
Seperti dilansir dari laman resmi Logam Mulia Antam, berikut adalah harga emas antam pada hari ini:
- Emas 0,5 gram Rp968.000
- Emas 2 gram Rp3.612.000
- Emas 3 gram Rp5.393.000
- Emas 5 gram Rp8.955.000
- Emas 10 gram Rp17.855.000
- Emas 25 gram Rp44.512.000
- Emas 50 gram Rp88.945.000
- Emas 100 gram Rp177.812.000
- Emas 250 gram Rp444.265.000
- Emas 500 gram Rp888.320.000
- Emas 1.000 gram Rp1.776.600.000
Harga Emas Dunia Terus Naik
Harga emas melanjutkan kenaikannya pada hari Rabu dengan mencatat kenaikan sebesar 0,71 persen. Namun, saat sesi perdagangan Asia pada Kamis dimulai, pergerakan harga emas relatif stagnan.
Seperti dikutip dari FXstreet, harga emas diperdagangkan di level $3.136, hampir tidak mengalami perubahan signifikan.
Kenaikan harga emas ini terjadi di tengah kebijakan tarif baru yang diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump. Dalam pengumuman terbarunya, Trump menyatakan bahwa AS akan mengenakan tarif 10 persen pada semua impor serta bea masuk 25 persen pada mobil. Kebijakan ini mulai berlaku pada 3 April.
Baca Juga: Harga Emas Antam, UBS, Pegadaian dan Galeri 24 Hari Ini, Cocok untuk Investasi THR
Selain itu, tarif timbal balik diberlakukan untuk negara-negara tertentu, di antaranya Tiongkok dengan tarif 34 persen, Uni Eropa 20 persen, Vietnam 46 persen, Jepang 24 persen, dan Inggris Raya 10 persen.
Sejak kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden, harga emas sempat mengalami penurunan sebelum akhirnya reli dan mencatat kenaikan lebih dari 23 persen dari level terendah pada 14 November, saat emas diperdagangkan di USD2.536.
Meskipun imbal hasil AS mengalami peningkatan, harga emas tetap menguat karena pelemahan Dolar AS (USD). Kondisi ini membuat emas mampu bertahan di atas level USD3.100, meskipun pergerakan lebih lanjut masih menjadi perhatian para pedagang.
Di sisi lain, data ekonomi AS menunjukkan hasil yang beragam. Laporan ADP mengungkapkan bahwa sektor swasta mempekerjakan lebih banyak tenaga kerja dari yang diperkirakan, sementara pesanan pabrik meningkat di atas ekspektasi namun menunjukkan tanda-tanda perlambatan.
Fokus pasar minggu ini tertuju pada laporan ISM Services PMI untuk bulan Maret, angka Nonfarm Payroll, serta pidato Ketua The Fed, Jerome Powell. Para pelaku pasar akan mencermati kebijakan moneter lebih lanjut yang dapat memengaruhi pergerakan harga emas.
Tren harga emas masih menunjukkan potensi kenaikan lebih lanjut. Relative Strength Index (RSI) berada di atas level 70, yang menunjukkan kondisi jenuh beli. Jika harga emas tetap bertahan di atas USD3.100, pembeli diperkirakan akan mempertahankan kendali dan mendorong harga menuju rekor tertinggi baru di USD3.149, dengan potensi mencapai USD3.200.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi Mobil Kecil untuk Wanita, Harga Mulai Rp80 Jutaan
- 5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
Pilihan
-
Pertamina Mau Batasi Pembelian LPG 3 Kg, Satu Keluarga 10 Tabung/Bulan
-
Keponakan Prabowo Jadi Deputi BI, INDEF: Pasar Keuangan Pasang Mode Waspada Tinggi
-
Purbaya Hadapi Tantangan Kegagalan Mencari Utang Baru
-
5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
Danantara Mau Caplok Tambang Emas Martabe Milik Astra?
Terkini
-
Optimisis, BCA Targetkan Penyaluran Kredit Tumbuh 10 Persen di 2026
-
2 Jenis Pangan Ini Harganya Bakal Meroket Jelang Ramadan
-
Harga Bawang Putih Naik, Mendagri Bunyikan Alarm Inflasi
-
Kuota BBM Pertalite Turun di 2026 Hanya 29,27 Juta KL
-
Mendagri Wanti-wanti Tingkat Inflasi, Harga yang Diatur Pemerintah Dilarang Naik
-
BPH Migas Klaim Hemat Rp4,98 Triliun Karena Subsidi Lebih Tepat Sasaran
-
Pertamina Mau Batasi Pembelian LPG 3 Kg, Satu Keluarga 10 Tabung/Bulan
-
BRI Tanggap Bencana Sumatera Pulihkan Sekolah di Aceh Tamiang Lewat Program Ini Sekolahku
-
Danantara Akan Atur Pemanfaatan Lahan yang Dirampas Satgas PKH dari 28 Perusahaan
-
Proyek Internet Rakyat Besutan Emiten Milik Hashim Mulai Uji Coba