- Penerimaan pajak awal 2026 naik signifikan, didorong aktivitas ekonomi kuartal I dan perbaikan administrasi perpajakan.
- Kenaikan konsumsi ritel periode Natal, Tahun Baru, serta Ramadan menjadi faktor utama tingginya PPN dan PPnBM.
- Digitalisasi sistem perpajakan, termasuk Coretax, berperan penting dalam kepatuhan wajib pajak dan mengamankan pendapatan negara.
Suara.com - Kenaikan penerimaan pajak di awal tahun mencerminkan meningkatnya aktivitas ekonomi pada kuartal I 2026 sekaligus perbaikan administrasi perpajakan di Indonesia, demikian kata para sejumlah ekonom.
Ekonom Universitas Paramadina Wijayanto Samirin mengatakan peningkatan aktivitas ekonomi tersebut sejatinya merupakan hal yang wajar pada kuartal I tahun ini.
Menurutnya, pada awal kuartal ini Indonesia masih menerima dampak ekonomi dari periode Natal dan Tahun Baru sehingga aktivitas konsumsi meningkat. Kemudian pada pertengahan kuartal, konsumsi juga cenderung naik seiring antusiasme masyarakat menyambut Ramadan dan Idulfitri.
"Jadi memang kuartal I ini cukup unik karena konsumsi ritel juga sedang meningkat pada periode ini. Jadi penerimaan negara pun ikut meningkat," ujar Wijayanto, Sabtu (14/3/2026).
Menurutnya, kenaikan transaksi dan konsumsi masyarakat tersebut menjelaskan mengapa Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) menjadi kontributor utama pertumbuhan penerimaan pajak pada awal tahun.
Berdasarkan data Kementerian Keuangan, penerimaan pajak hingga akhir Februari mencapai Rp245,1 triliun, atau meningkat drastis 30,4 persen dari Rp188 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Dari jumlah tersebut, komponen PPN dan PPnBM menyumbang Rp85,9 triliun atau sekitar 35 persen dari total penerimaan pajak. Menariknya, nilai PPN dan PPnBM tersebut tercatat tumbuh 97,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
"Jadi hal ini menegaskan status pajak sebagai tulang punggung penerimaan negara di triwulan ini dan bisa menutupi kinerja Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang tumbuh moderat akibat koreksi harga komoditas," imbuh dia.
Sementara itu, Analis Senior Indonesia Strategic and Economic Action Institution Ronny P. Sasmita menilai kenaikan penerimaan pajak, khususnya PPN dan PPnBM, menunjukkan bahwa konsumsi domestik tengah berada dalam fase pemulihan.
Baca Juga: Pajak THR 2026 Berapa Persen? Ini Ketentuan dan Cara Menghitungnya
Namun demikian, ia mengatakan faktor tersebut bukan satu-satunya penyebab meningkatnya penerimaan pajak. Menurutnya, perbaikan administrasi perpajakan, termasuk melalui sistem Coretax, juga berperan dalam mengamankan penerimaan negara.
"Digitalisasi sistem pajak membantu meningkatkan kepatuhan wajib pajak dan menekan potensi kebocoran penerimaan," pungkas dia.
Berita Terkait
-
5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
-
Bebas Pajak! Segini THR yang Dikantongi Menkeu Purbaya Tahun 2026
-
Tak Dipotong Pajak! THR Prabowo-Gibran Cair, Segini Besarannya
-
Purbaya Buka-bukaan Soal Tekor APBN 2026: Ya Memang Kita Desain Defisit
-
Bukti Potong Tak Muncul di Coretax? Ini 5 Penyebab dan Solusi Praktisnya
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Pegadaian Gelar LEXIS 2026 untuk Hadapi Transformasi Hukum Pidana Nasional
-
Penjelasan Dugaan Manipulasi Eskpor CPO Grup Salim, Mengapa Maybank Ikut Diperiksa?
-
ILC Adopsi Standar Internasional, Menaker Dorong Keseimbangan Pelindungan dan Inovasi
-
Bank Dunia Singgung 20 Persen Orang Kaya RI, Sebut Tak Tahu Diri
-
Investor Wajib Tahu, Indikator Utama Bisnis FnB Layak Difranchisekan
-
Penjualan Properti Anjlok, Pengembang Andalkan Kawasan Hunian-Komersial Terintegrasi
-
Bank Jakarta Permudah Layanan Warga Bayar Pajak Kendaraan
-
BTN Jakarta International Marathon 2026 Sukses Digelar, 20.500 Pelari Ramaikan Hari Pertama
-
Program JKN Bantu Dede Jalani Operasi Kista Ganglion
-
CBDK Cetak Laba Melonjak 317 Persen