Suara.com - Aktor dan sutradara Bollywood kawakan Manoj Kumar meninggal dunia pada usia 87 tahun di ibu kota, India. Ia mengembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Kokilaben Dhirubhai Ambani sekitar pukul 03.30 dini hari pada hari Jumat.
Menurut laporan rumah sakit, ia meninggal dunia karena masalah jantung. Penyebab kedua kematiannya adalah sirosis hati. " Dia mengalami masalah kesehatan yang berkaitan dengan usia", kata Dr. Santosh Shetty dari Rumah Sakit Kokilaben Dhirubhai Ambani dikutip Times Of India, Jumat (4/4/2025).
Putranya, Kunal Goswami, mengatakan kepada kantor berita ANI bahwa Kumar telah berjuang melawan masalah kesehatannya sejak lama.
Kumar meninggalkan warisan film-film patriotik yang kaya, yang melambungkan namanya pada tahun 1960-an dan 1970-an.
Kumar, yang awalnya bernama Harikrishan Goswami, lahir pada tahun 1937 di negara bagian Punjab di utara. Ia mengukir namanya sendiri di industri film Hindi dengan film-film seperti Shaheed, Roti Kapada Aur Makaan, dan Kranti.
Dikenal karena semangat patriotiknya, film-filmnya menyentuh hati masyarakat India. Kumar menerima banyak penghargaan selama bertahun-tahun, termasuk Padma Shri - penghargaan sipil tertinggi keempat di India.
Kontribusinya membuatnya memperoleh Penghargaan Dadasaheb Phalke, penghargaan sinematik tertinggi di India.
Penghormatan mengalir deras di media sosial untuk berduka atas kematiannya. Perdana Menteri India Narendra Modi menyebutnya sebagai "ikon sinema India".
"Karya Manoj Ji (istilah penghormatan dalam bahasa Hindi) menyulut semangat kebanggaan nasional dan akan terus menginspirasi generasi mendatang," tulisnya dalam sebuah posting di X.
Pembuat film Ashoke Pandit mengatakan kematiannya merupakan "kerugian besar bagi industri [film]" dan bahwa seluruh industri akan merindukannya. Sementara itu, kekayaan bersih Manoj Kumar diperkirakan sekitar 20 juta dollar AS atau sekitar Rp 334 miliar. Kekayaannya berasal dari karier yang panjang dan sukses di sinema India, tempat ia bekerja sebagai aktor, sutradara, dan penulis skenario.
Selain berakting, ia juga menyutradarai beberapa filmnya yang paling terkenal, yang menjadi hit di pasaran. Warisan Manoj Kumar tak tertandingi. Ia bukan sekadar aktor tapi penulis yang menggunakan film untuk berbicara tentang nasionalisme, kehidupan pedesaan, dan nilai-nilai India. Karyanya memengaruhi banyak generasi pembuat film dan penonton.
Baca Juga: 7 Kebiasaan Warren Buffet yang Bisa Bikin Jadi Milliarder
Ia menciptakan tempat yang unik untuk dirinya sendiri sebagai "Bharat Kumar," menjadi wajah sinema patriotik di Bollywood. Bahkan hingga kini, film-filmnya dikenang karena pesan-pesannya yang kuat, kedalaman emosi, dan musiknya yang tak terlupakan.
Serta film-film ini tidak hanya menghibur penonton tetapi juga menumbuhkan rasa patriotisme. Tokoh-tokohnya sering kali mewujudkan semangat India, sehingga ia mendapat gelar Bharat Kumar.
Film-film seperti Upkar (1967), di mana ia memerankan karakter yang mewakili perjuangan dan nilai-nilai India, menjadi kunci dalam memperkuat gelar ini. Gaya unik Manoj Kumar, terutama kebiasaannya menutupi sebagian wajahnya dengan tangannya, menjadi ikon dan masih ditiru oleh para komedian dan penggemar hingga saat ini.
Sebagai informasi, Manoj Kumar lahir dengan nama Harikishan Giri Goswami pada tanggal 13 Juli 1937 di Abbottabad (sekarang Pakistan). Setelah pemisahan India pada tahun 1947, keluarganya pindah ke Delhi.
Di Delhi, ia mengembangkan minatnya pada film. Ia sangat terinspirasi oleh peran aktor Dilip Kumar dalam film Shabnam tahun 1949. Ketika Manoj Kumar memasuki industri film Bollywood, ia mengubah namanya menjadi Manoj Kumar, menyusul kekagumannya terhadap Dilip Kumar.
Melalui film-filmnya, Manoj Kumar mengembangkan rasa patriotisme di antara para penonton. Ia menerima penghargaan bergengsi, 'Padma Shri' dan 'Dadasaheb Phalke Award' atas kontribusinya terhadap dunia perfilman.
Berita Terkait
-
7 Kebiasaan Warren Buffet yang Bisa Bikin Jadi Milliarder
-
Pantas Berkah, Detail Uang THR yang Diberi Ayu Ting Ting ke Warga Terungkap
-
Kekayaan Setya Novanto di LHKPN: Kini Dapat Hadiah Remisi Idul Fitri
-
Jadi Musuh Utama di Film Avengers, Gaji Robert Downey Tembus Rp825 Miliar
-
Profil dan Perjalanan Karier Val Kilmer, Bintang Top Gun yang Tutup Usia
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Potensi Pemasukan Negara Hilang dari Program MBG, Ini Penjelasan DJP
-
Saham BBCA Diserbu Asing, Target Harganya Bisa Capai Segini
-
4 Perusahaan Ini Bakal Lakukan PHK, Lebih dari 5.000 Pekerja Terdampak
-
IHSG Diprediksi di Zona Hijau, Ini 3 Saham Pilihan yang Wajib Dipantau Pekan Ini
-
Bisnis Kedai Kopi Makin Ketat, Konsep 'Rumah Kedua' Jadi Senjata Bertahan
-
Rupiah Terus Melemah, Bank Mega Syariah Jamin Kinerja Kredit Komersial Tak Kendur
-
PTPN Investasi di Kesehatan Karyawan, Bidik SDM Lebih Produktif
-
Tak Mau Kalah dari Changi dan KLIA, Bandara Minangkabau Bidik Jadi Hub Penerbangan
-
Dirjen Pajak Akui MBG dan Kopdes Merah Putih Berpotensi Hilangkan Penerimaan Negara
-
IHSG Dibayangi Sentimen Global dan MSCI, Cek Rekomendasi Saham Senin Ini!