Suara.com - Manajemen Padma Hotel Bandung secara resmi mengumumkan bahwa hotel ikonik tersebut akan memasuki masa penutupan sementara. Langkah ini diambil sebagai bagian dari rencana transformasi besar yang bertujuan untuk meningkatkan fasilitas dan layanan demi menyambut para tamu dengan pengalaman yang lebih istimewa di masa depan.
Dalam pengumuman resminya, perwakilan manajemen Padma Hotel Bandung menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh tamu setia atas dukungan dan kepercayaan yang telah diberikan selama ini.
"Ini bukan sekadar penataan ulang, ini adalah sebuah pembaharuan total," ujar Nandang Suryana, Corporate Director of Operations di Padma Hotels dikutip Antara, Senin (21/4/2025).
"Padma Hotel Bandung sejak lama telah menjadi lebih dari sekadar destinasi. Ini adalah tempat terciptanya kehangatan, dari jalan pagi dalam kabut, reuni keluarga di tepi kolam, hingga momen-momen sederhana yang membekas di hati tamu. Tujuan kami adalah menjaga jiwa hotel ini sembari mengembangkan setiap sentuhan untuk menjawab kebutuhan tamu di masa yang akan datang." tambah Nandang.
Menurut dia, transformasi yang akan dilakukan perusahaan akan mencakup perubahan kamar dan suite secara menyeluruh, kehadiran pengalaman kuliner baru, fasilitas kebugaran dan rekreasi yang ditingkatkan, serta penyempurnaan arsitektur yang memadukan desain kontemporer dan komitmen Padma Hotels terhadap pelestarian alam.
"Evolusi ini merupakan bagian dari komitmen kami yang lebih luas di Padma Hotels untuk menghadirkan kemewahan berdasarkan pada keindahan tempat dan budaya hotel kami ini, di Jawa Barat," lanjut Nandang. "Padma Hotel Bandung akan kembali tidak hanya dengan tampilan baru, tetapi juga dengan tujuan yang diperbaharui."
Saat ditanya mengenai tanggapan para tamu, Padma Hotels mengakui adanya kedekatan emosional yang dimiliki banyak orang terhadap properti ini. "Kami sangat memahami betapa berharganya hotel ini bagi para tamu. Justru karena itulah, transformasi ini menjadi sangat penting. Kami bukan mundur, kami melangkah lebih maju." katanya.
Selama masa penutupan, para tamu tetap dapat menikmati pengalaman khas Padma di berbagai destinasi lain di Indonesia. Mulai dari suasana pantai yang menyegarkan di Padma Resort Legian, ketenangan spiritual di Padma Resort Ubud, keanggunan urban di Padma Hotel Semarang, hingga oase industri yang nyaman di Resinda Hotel Karawang, semuanya menyuguhkan keramahan layanan yang menjadi ciri khas Padma.
Mereka juga menyatakan antusiasme mereka terhadap babak baru ini, yang diharapkan akan membawa Padma Hotel Bandung ke tingkat yang lebih tinggi dalam industri perhotelan.
Baca Juga: Revolusi Makan Siang Sekolah: Saat Dapur Hotel Kasih Jawab Masalah Gizi Anak
Rincian lebih lanjut mengenai jangka waktu penutupan dan detail transformasi yang akan dilakukan belum diumumkan secara spesifik. Namun, manajemen memastikan akan memberikan informasi terbaru secara berkala melalui saluran komunikasi resmi hotel.
Padma Hotels adalah jaringan hotel dan resor di Indonesia yang dimiliki oleh Djarum. Mereka memiliki lima properti yang tersebar di berbagai lokasi, seperti Legian, Ubud, Bandung, Semarang, dan Karawang. Padma Hotels dikenal dengan akomodasi mewah, pelayanan ramah, dan fasilitas eksklusif yang memberikan pengalaman tak terlupakan bagi tamu.
Saat ini, Padma Hotels mengoperasikan lima properti unggulan yang tersebar di destinasi populer, yaitu Legian (Bali), Ubud (Bali), Bandung, Semarang, dan Karawang. Setiap properti memiliki karakter unik yang mencerminkan keindahan dan budaya lokal, sambil tetap mempertahankan standar kualitas dan pelayanan khas Padma Hotels.
Kepemilikan Padma Hotels berada di bawah PT Puri Zuqni, sebuah anak perusahaan dari grup Djarum. PT Puri Zuqni tidak hanya bertindak sebagai pemilik, tetapi juga bertanggung jawab atas pengembangan properti-properti Padma Hotels. Sementara itu, operasional dan manajemen seluruh properti dipercayakan kepada PT Puri Padma Management.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Update Harga Emas Antam Terbaru 10 Mei 2026 dari 0,5 Gram hingga 1.000 Gram
-
Sinyal Akhir Perang? Iran Beri 'Lampu Hijau' di Tengah Ketegangan Selat Hormuz
-
MBG Bisa Dijalankan Tanpa Ganggu Kondisi Fiskal, Begini Caranya
-
Asosiasi Bisnis RI - Filipina Resmi Terbentuk, Fokus Atasi Hambatan Dagang
-
Apa itu Bond Stabilization Fund yang Mau Dikerahkan untuk Stabilkan Rupiah?
-
Kisah Bambang Jadi Agen BRILink Nomor 1 di Klaten, Dari Ngontrak hingga Antarkan Anak ke Jepang
-
Dikuras untuk Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Capai Titik Terendah Sejak 2024
-
Langgar Aturan Penagihan, Indosaku Didenda OJK Rp875 Juta
-
Sebut Beda Karakteristik, IMA Ragukan Skema Migas Diterapkan di Sektor Tambang
-
Dampingi Presiden Prabowo di KTT ASEAN, Bahlil Fokus Bahas Diversifikasi Energi