Suara.com - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih menguat hingga akhir sesi perdagangan Senin (24/1/2025). Meskipun, pergerakan IHSG sempat fluktuatif hingga betah di zona merah.
Mengutip data RTI Business, IHSG ditutup menguat dengan naik 7,69 poin atau naik 0,12 persen menuju ke level 6.445.
Pada perdagangan hari ini, sebanyak 14,74 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp8,41 triliun, serta frekuensi sebanyak 987,4 ribu kali.
Dalam perdagangan hari, sebanyak 289 saham bergerak naik, sedangkan 295 saham mengalami penurunan, dan 220 saham tidak mengalami pergerakan.
Di perdagangan hari ini, beberapa saham yang mengalami kenaikan sebagai penggerak IHSG diantaranya, FITT, DILD, KJEN, CYBR, ARCI, PPRI, ANTM, ARTO, APLN, serta PNLF.
Sementara, saham-saham yang alami jeblok pada perdagangan hari ini diantaranya, ITMG, FORE, NINE, UNIQ, PART, NASI, MASIN, MIKA, JPFA, PNBN, serta DSSA.
Berbalik Arah dari Sesi I
Pada sesi pertama perdagangan hari ini, IHSG mengalami penurunan sebesar 17 poin atau 0,27 persen ke level 6.421. Banyak faktor yang membuat perdagangan IHSG berada di zona merah pada sesi I.
Seperti dilansir dalam riset Pilarmas Investindo Sekuritas, bursa regional Asia bergerak fluktuatif dampak kebijakan tarif yang diberlakukan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di prediksi akan memperlambat pertumbuhan ekonomi global.
Baca Juga: Dendy Kurniawan Dikukuhkan Kembali Jadi Direktur Utama Pelita Air oleh Pemegang Saham
Internatiopnal Monetary Fund (IMF) dalam outlook terbaru ekonomi Global ditengah tantangan tarif yang diprediksi memangkas proyeksi pertumbuhan namun tidak terjadi resesi dengan kata lain proyeksi pertumbuhan yang baru memang akan mencerminkan penurunan signifikan, namun tidak sampai pada level resesi. Dan juga menyampaikan Ketegangan perdagangan telah menyebabkan penurunan kepercayaan antarnegara.
Di sisi lain pasar merespon pernyataan Donald Trump di media social terkait pemecatan Ketua The Fed Jerome Powell tidak bisa cepat, dan menyerukan the Fed AS untuk memangkas suku bunga. Pasar menilai ini akan mengancam independensi The Fed dan terlihat Trump tampaknya frustasi karena The Fed belum memangkas suku bunga acuannyaa.
Sementara itu Bank sentral China (PBoC) diperkirakan mempertahankan suku bunga acuannya tidak berubah selama enam bulan berturut-turut pada bulan April 2025. Suku bunga acuan pinjaman satu tahun dipertahankan pada 3,1 persen, sedangkan LPR lima tahun tetap pada 3,6 persen.
Keputusan ini sebagai upaya stabilisasi yuan di tengah ketidakpastian ekonomi yang sedang berlangsung seiring dengan meningkatnya ketegangan perdagangan dengan AS. Dari dalam negeri, indeks IHSG mengawali pekan ini melemah.
Pertemuan delegasi Indonesia dengan United States Trade Representative (USTR) dan Departemen Perdagangan AS di Washington, DC. Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat (AS) sepakat menyelesaikan perundingan tarif perdagangan bilateral dalam jangka waktu 60 hari ke depan. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengkhawatirkan terdapat potensi pemberlakuan tarif impor AS terhadap produk Indonesia hingga 47 persen.
Pasar menilai Ini belum menunjukan hasil negosiasi yang kongkret kedua pihak. Sehingga ini akan berdampak daya saing ekspor Indonesia sehingga kedepannya ini akan memberikan dampak pada surplus neraca perdagangan Indonesia.
Sementara itu, saat ini neraca perdagangan Indonesia masih mencatatkan surplus, di mana Badan Pusat Statistik (BPS) Neraca perdagangan masih mencatat surplus pada Maret 2025 sebesar USD4,33 miliar. Surplus terus berlangsung berturut-turut hingga memecahkan rekor baru.
Namun demikian pasar khawatir tarif resiprokal dilakukan AS, dapat berdampak pada penurunan neraca perdagangan kedepannya jika proses negosiasi tarif resiprokal diberlakukan dan pontensi dikenakan tarif lebih tinggi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
Terkini
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Harga Plastik Melonjak Tinggi Gegara Minyak, Sektor Industri Terancam?
-
Kementan Akan Tindak Tegas Mafia Minyak Goreng
-
Wamentan Klaim Indonesia Surplus 800.000 Hewan Kurban
-
Suara Konsumen: Kartu Kredit Maybank Belum Diterima, Tapi Sudah Dipakai
-
Dugaan Manipulasi Ekspor CPO Wilmar dan Musim Mas Jadi Sorotan Dunia
-
Kanwil DJP Intensif Penagihan Aktif, Nunggak Pajak Rekening Bisa Diblokir?
-
Rupiah Melemah Terus-menerus Akibat Kebijakan Pemerintah
-
Taipan RI Berharta Rp243 T Justru Gadai Saham Demi Dapat Utang Bank
-
Alasan Rekening Warga Senilai Rp330 Miliar Tiba-tiba Diblokir Dirjen Pajak