Masyarakat Mukti Sari memanfaatkan limbah ternak untuk menghasilkan biogas serta mengembangkan rantai nilai ekonomi yang muncul dari usaha pupuk organik oleh kelompok Biotama Agung Lestari.
Kelompok ini memproduksi pupuk organik berbahan baku ampas biogas yang ramah lingkungan untuk dipasarkan secara masif dan mandiri, sehingga tumbuh ekonomi baru di desa yang dapat meningkatkan pendapatan para penerima manfaat kelompok biogas yang ada.
Transformasi Berbasis Biogas: Kisah Sukses Mukti Sari
Desa Mukti Sari telah membuktikan bahwa energi bersih dapat menjadi kunci untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Melalui Program DEB berbasis biogas, masyarakat Mukti Sari tidak hanya mendapatkan akses energi yang terjangkau, tetapi juga pengetahuan dan keterampilan baru dalam pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan, berbagai dampak berkelanjutan yang dirasakan melalui program ini melampaui dampak lingkungan dan menjangkau hingga ke dimensi sosial, ekonomi, bahkan kelembagaan masyarakat.
Dampak Lingkungan
- Realisasi volume biogas yang dihasikan sampai dengan Maret 2025 dari 20-unit instalasi reaktor biogas yang dibangun adalah 33.850 m3 atau setara dengan energi kalor 197.478 kWh.
- Total potensi limbah organik yang dikelola dalam reaktor biogas dan menghasilkan biogas adalah 651.50 kg per hari atau setara 237,80 ton per tahun.
- Bioslurry diaplikasikan oleh 18 orang penerima manfaat biogas di Mukti Sari di lahan demplot pertanian di kebun milik pribadi dengan total luasan sebesar 14,80 hektare.
- Potensi reduksi emisi dari 20 unit instalasi biogas adalah 50,00 tCO2e per tahun. Realisasi reduksi emisi dari 20 unit instalasi biogas sampai Maret 2025 sudah 112,08 tCO2e.
- Potensi reduksi emisi dari aplikasi bioslurry pada 14,80 ha lahan adalah 9,21 tCO2e per tahun.
Dampak Sosial dan Ekonomi - Rerata penghematan penggunaan tabung gas LPG untuk memasak dalam sebulan per rumah tangga adalah 3 tabung, sehingga potensi penghematan subsidi adalah sekitar Rp 60.000 – Rp 75.000 dalam sebulan.
- Rerata penghematan pembelian pupuk kimia oleh penerima manfaat untuk kegiatan pertanian dan Perkebunan adalah sekitar Rp 100.000 – Rp 250.000 per bulan.
- Kelompok Biotama Agung Lestari, produk Pupuk Organik Cair (POC) sejak Oktober 2023 telah menjual 2094 botol (liter) dengan omzet Rp. 45.110.000,00 dan Pupuk Organik Padat (POP) telah menjual 6.208 kg dengan omzet sebesar Rp. 16.575.000,00- sehingga total omzet kelompok sebesar Rp. 61.685.000,00.
- Kontribusi terhadap Sustainable Development Goals (SDG’s) SDGs 1, SDGs 2, SDGs 5, SDGs 7 dan SDGs13
Memperingati Hari Bumi 22 April 2025, Desa Mukti Sari ingin berbagi kisah suksesnya sebagai inspirasi bagi desa-desa lain di Indonesia.
Desa Mukti Sari telah memberi contoh praktis pemanfaatan sumber daya yang bijak, melalui pendekatan eco-localism – pengelolaan potensi sumber daya di lingkungan lokal menjadi sumber energi terbarukan.
Mereka membuktikan bahwa dengan adanya kemauan, inovasi, dan kolaborasi, kemandirian energi berbasis sumber daya lokal adalah hal yang mungkin dicapai.
Baca Juga: Percepatan Infratruktur Hingga Regulasi Jadi Kunci Pengembangan Energi Hidrogen
Kepala Desa Mukti Sari, Bapak Waryono menyampaikan rasa bangganya dalam kegiatan Aktivasi Desa Energi Berdikari.
“Kami sangat bangga dengan pencapaian desa kami. Ini adalah bukti nyata bahwa masyarakat desa kami dapat mewujudkan kemandirian energi tentu kami berharap pengalaman Mukti Sari dapat menjadi contoh dan menginspirasi desa-desa lain untuk memanfaatkan potensi lokal mereka.” ucapnya.
Dalam semangat Hari Bumi, Manager CID PHR Iwan Ridwan Faizal mengatakan, Desa Energi Berdikari merupakan program CID unggulan Pertamina yang mendukung implementasi ESG (Enviromental, Social and Governance). PHR sebagai koordinator Regional 1 Sumatra telah mengembangkan 11 lokasi DEB berbasis energi surya dengan kapasitas 41,13 kWp dan biogas dengan kapasitas 205m3 di berbagai wilayah kerjanya.
“Pengembangan DEB Muktisari Community merupakan salah satu program DEB di Zona Rokan yang telah berhasil mengembangkan biogas dari kotoran hewan sebagai sumber energi alternatif dan meningkatkan nilai ekonomi masyarakat baik dari biogas maupun bio-slurry yang dihasilkan,” ucapnya.
Mari jadikan Hari Bumi tahun ini sebagai momentum untuk memperkuat komitmen kita terhadap pelestarian lingkungan dan mewujudkan kemandirian energi di seluruh pelosok negeri.
Belajar dari Mukti Sari, kita dapat membangun masa depan yang lebih hijau, adil, dan berkelanjutan mulai dari tatanan wilayah administratif desa sekalipun untuk dampak positif yang besar bagi generasi mendatang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
Terkini
-
Danantara Bela-belain Bentuk Perusahaan Baru Pantau Proyek Sampah Jadi Listrik
-
Alasan Kemenhub Tak Otak-atik Harga Tiket Pesawat
-
Investasi Emas Tanpa Ribet, Cicil Melalui Super App BRImo dan Dapatkan Bonus Cashback Menarik
-
Tensi Iran-AS Memanas, Harga Minyak Asia Menguat di Tengah Ketidakpastian Gencatan Senjata
-
Harga Emas Antam Naik Tipis ke Rp 2.857.000 Juta per Gram
-
Strategi Hery Gunardi Bawa Transformasi BRI Menuju Era Perbankan Modern dan Inklusif
-
Rupiah Mulai Rebound, Dolar AS Masih Betah di Level Rp17.083
-
Ngenes, Generasi Sandwich Diramal Tidak akan Punya Tabungan Pensiun
-
IHSG Dibuka Lari Kencang ke Level 7.346
-
Harga Minyak Dekati Level 100 Dolar: Selat Hormuz Mencekam di Tengah 'Drama' Trump-Iran