Sementara ekonomi utama merevisi prospek pertumbuhan di tengah pembacaan data yang suram. Selain itu pasar keuangan bertaruh bahwa AS dan Tiongkok akan menarik diri dari perang dagang habis-habisan dan bahwa Trump akan memangkas kesepakatan untuk menghindari tarif yang lebih tinggi pada negara lain, ketidakpastian tentang di mana ini akan berakhir telah menjadi faktor penghambat utama.
"Kebijakan tarif AS merupakan guncangan negatif yang serius bagi dunia dalam waktu dekat," kata Isabelle Mateos y Lago, kepala ekonom grup di bank Prancis BNP Paribas.
Pemerintahan Trump juga telah mengisyaratkan bahwa mereka hampir mencapai kesepakatan dengan negara-negara termasuk India, Korea Selatan, dan Jepang untuk menghindari lebih banyak tarif dalam beberapa minggu mendatang.
Sementara itu, perusahaan seperti produsen peralatan rumah tangga Swedia Electrolux (ELUXb.ST), opens new tab memangkas prospeknya sementara Volvo Cars (VOLCARb.ST), opens new tab, produsen gadget komputer Logitech (LOGN.S), opens new tab, dan raksasa minuman Diageo (DGE.L), opens new tab mengabaikan target mereka karena ketidakpastian hingga memutuskan untuk PHK.
Tag
Berita Terkait
-
Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru
-
Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026
-
PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen
-
Prabowo Mau Alutsista Makin Kuat, Purbaya: Anggaran Ada, Jumlahnya Rahasia
-
Obrolan Prabowo dan Menkeu Purbaya di Lanud Halim: Dari Dolar sampai Rencana Naik Haji
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita
-
Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru
-
Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun
-
PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025
-
CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai
-
BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah
-
Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026
-
PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen
-
Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun
-
Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara