Suara.com - PT Hotel Sahid Jaya International Tbk (SHID) melakukan perombakan signifikan dalam jajaran kepemimpinannya.
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2024 yang digelar hari ini, Jumat (16/5/2025) secara virtual, perseroan merestui pengangkatan sejumlah pengurus baru, menandai babak baru dalam strategi pengembangan bisnis jaringan hotel legendaris ini.
Keputusan penting ini diambil menyusul pengunduran diri Ganesha Bayu Murti dari kursi Direktur perseroan sehari sebelumnya, pada 15 Mei 2025. RUPST pun dengan sigap menerima pengunduran diri tersebut dan menunjuk Dhanadi Kusuma Wardana Sukamdani untuk mengisi posisi strategis tersebut.
Kabar ini disampaikan langsung oleh Direktur Utama SHID Hariyadi Budisantoso Sukamdani dalam Public Expose RUPST Tahun 2024 yang diselenggarakan secara daring.
"Pengangkatan anggota direksi dan dewan komisaris perseroan terhitung sejak ditutupnya rapat sampai dengan penutupan RUPS Tahunan yang ke-5 yang akan diselenggarakan pada tahun 2030 dengan tidak mengurangi hak RUPS untuk memberhentikannya sewaktu-waktu," ujarnya, memberikan kepastian masa jabatan bagi para nakhoda baru.
Dengan keputusan ini, susunan lengkap anggota Direksi dan Dewan Komisaris SHID kini resmi berubah, dengan komposisi sebagai berikut:
Dewan Direksi:
Direktur Utama: Hariyadi Budisantoso Sukamdani
Direktur: Hengky Roy
Direktur: Dhanadi Kusuma Wardana Sukamdani (Anggota Baru)
Dewan Komisaris:
Baca Juga: PPRE Kedepankan Transformasi Hingga Keberlanjutan dalam Proses Bisnis
Komisaris Utama: Sarwo Budi Wiryanti Sukamdani
Wakil Komisaris Utama: Exacty Budiarsi Sryantoro
Komisaris Independen: Muhamad Nurdin
Komisaris Independen: Beny Roelyawan
Strategi Bertahap: Pembenahan Produk, Operasional, dan Pelayanan Jadi Fokus Utama
Lebih lanjut, manajemen SHID membeberkan rencana strategis pengembangan perseroan secara bertahap yang akan menyentuh berbagai aspek, mulai dari peningkatan kualitas produk, optimalisasi operasional bisnis, hingga peningkatan mutu pelayanan pelanggan.
Direktur Hengky Roy mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2024, SHID telah melakukan pengembangan bisnis yang signifikan baik untuk unit Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta maupun Hotel Sahid Bandar Lampung. Langkah inovatif juga telah diambil dengan meluncurkan aplikasi ARUNIKA By Grand Sahid Jaya, yang bertujuan untuk mempermudah pengalaman menginap tamu sekaligus menawarkan berbagai program menarik.
"Perseroan berkomitmen untuk terus melakukan pengembangan baik dari produk, operasional maupun pelayanan kepada customer agar mampu bertahan di tengah persaingan bisnis perhotelan yang semakin ketat," tegas Hengky, menyadari betul dinamika industri yang kompetitif.
Target Pendapatan Optimistis dan Inovasi Layanan Masa Depan
Menatap tahun 2025, SHID memasang target pendapatan yang cukup optimis, yakni di kisaran Rp 160 miliar. Langkah inovatif juga terus digodok, di mana Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta berencana untuk menjalin kerjasama dalam penyediaan area charging station untuk kendaraan listrik. Langkah ini menunjukkan adaptasi SHID terhadap tren keberlanjutan dan kebutuhan pasar yang terus berkembang.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Bagaimana Cara Menonton Film Pesta Babi? Ini Syarat dan Prosedurnya
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Badan Ekspor Mirip Orde Baru? Ekonom CELIOS Wanti-Wanti Risiko Monopoli dan Rente Negara
-
Lampaui Standar IMF, Ini Alasan Cadangan Devisa Indonesia Diklaim Kebal Krisis Global
-
Developer RI Kini Bisa Bangun AI Trading Langsung ke Bursa Kripto
-
Rupiah Melemah, Penjualan Hewan Kurban Tetap Bergairah Jelang Iduladha 2026
-
Rupiah Jebol Rp17.700, Dasco Batal Sambangi BI di Tengah Kepanikan Pasar
-
Kebun Binatang Raksasa RI Siap Melantai di BEI, Taman Safari Segera IPO?
-
Menkeu Purbaya Buka Suara soal Pembentukan Badan Ekspor
-
Purbaya Klaim Rupiah Masih Aman usai Suntik Pakai APBN Rp 2 Triliun
-
Rupiah Tembus Rp17.679, Gelombang PHK Massal Menanti di Depan Mata
-
Dasco Harap Tanggal 29 Mei Ada Kejutan di Bursa Saham