Suara.com - PT Lippo General Insurance Tbk (LGI) mengumumkan peluncuran MyPro+, sebuah platform asuransi digital generasi terbaru. Inisiatif ini dirancang untuk menyajikan pengalaman berasuransi yang lebih efisien, praktis, dan berorientasi pada kebutuhan pelanggan.
Versi terbaru MyPro+ memperkenalkan berbagai fitur yang ditingkatkan dan tampilan yang lebih modern, menandakan komitmen LGI terhadap inovasi dan transformasi digital. Dengan integrasi teknologi canggih, termasuk kecerdasan buatan (Artificial Intelligence - AI), MyPro+ diklaim mampu menyediakan rekomendasi asuransi yang disesuaikan secara personal, proses penerbitan polis yang instan, serta akses informasi polis secara real-time. Semua fungsi ini terintegrasi dalam satu aplikasi mobile yang dirancang untuk kemudahan penggunaan.
Fitur-fitur kunci yang ditawarkan oleh MyPro+ yang baru antara lain:
- Tampilan Modern dan Ramah Pengguna: Desain antarmuka yang diperbarui dan mudah diakses, bertujuan untuk meningkatkan kemudahan navigasi dan kenyamanan pengguna.
- Pembelian Asuransi Instan: Proses pendaftaran dan penerbitan polis digital diklaim cepat dan mudah, memungkinkan pengguna untuk memperoleh perlindungan asuransi dengan segera.
- Manajemen Polis yang Efisien: Aplikasi ini memungkinkan perpanjangan, perubahan, dan pembaruan polis dapat dilakukan langsung dalam aplikasi secara praktis, mengurangi kebutuhan akan interaksi manual.
Sebagai bagian dari peningkatan layanan, MyPro+ kini juga menyediakan fitur penerbitan polis asuransi kendaraan secara instan. Proses ini dapat dilakukan tanpa perlu survei risiko langsung karena penilaian risiko dilakukan secara digital berbasis kecerdasan buatan (AI). Hal ini diharapkan menjadikan proses akuisisi polis lebih cepat dan efisien. Fitur ini sejalan dengan fokus strategis LGI untuk menjadi pemimpin pasar di sektor asuransi kendaraan bermotor.
Ricky Choi, Wakil Presiden Direktur LGI, menjelaskan bahwa peluncuran MyPro+ merupakan inovasi digital besar kedua perusahaan di tahun ini, menyusul pengenalan MyGo+ sebelumnya. Ia memaparkan bahwa MyGo+ dirancang untuk mendorong keselamatan berkendara dengan memberikan insentif berdasarkan perilaku mengemudi yang bertanggung jawab. Sementara itu, MyPro+ memperluas jangkauan digital LGI dengan menawarkan solusi asuransi inklusif bagi segmen pelanggan yang mungkin memiliki akses terbatas ke layanan keuangan tradisional.
Ricky Choi juga menegaskan bahwa roadmap inovasi digital LGI sepenuhnya selaras dengan visi Hanwha, sebagai induk usaha LGI. Visi Hanwha bertujuan untuk menjadikan LGI sebagai perusahaan asuransi digital terdepan di Indonesia.
Aplikasi MyPro+ kini telah tersedia dan dapat diunduh secara gratis di perangkat iOS dan Android. Dengan fitur-fitur yang diklaim inovatif serta pendekatan yang inklusif, MyPro+ diharapkan dapat menjadi tolok ukur baru dalam industri asuransi digital di Indonesia.
Sebagai informasi, LGI adalah salah satu perusahaan asuransi umum terkemuka yang telah beroperasi di Indonesia selama lebih dari 40 tahun. Perusahaan ini melayani klien individu dan korporat dengan beragam solusi asuransi, meliputi Asuransi Kesehatan, Properti, Kendaraan Bermotor, Pengangkutan, Rekayasa Tanggung Gugat, dan Kecelakaan Diri.
Dalam mendukung digitalisasi keuangan, LGI telah mengembangkan beberapa aplikasi digital seperti eBenefit Health, eBenefit General, MyGo+, dan MyPro+. Aplikasi-aplikasi ini diklaim telah memenuhi standar mutu internasional, termasuk ISO 9001:2015 (untuk Operasional Layanan Kesehatan dan Non-Kesehatan) dan ISO 27001:2022 (untuk Sistem Manajemen Keamanan Informasi Operasional Infrastruktur Pusat Data Internal).
Baca Juga: 7 Link Saldo DANA Kaget Terbaru 30 Mei: Klaim Rp 350 Ribu Buat Belanja Akhir Pekan
LGI diakui sebagai perusahaan asuransi yang memiliki pertumbuhan aset mencapai lebih dari Rp3 triliun dan rasio pencapaian solvabilitas atau Risk Based Capital (RBC) lebih dari 316% pada akhir tahun 2024. Angka ini jauh melampaui persyaratan minimal yang ditetapkan pemerintah, yaitu 120%. LGI juga telah menerima berbagai penghargaan dari Media Asuransi, SWA, Business Digest, dan institusi lainnya. LGI merupakan bagian dari Hanwha, sebuah perusahaan global asal Korea Selatan.
Berita Terkait
-
Garda Oto Rayakan Tiga Dekade Bersama Konsumen dengan Peluncuran Fitur Virtual Survey
-
8 Tips Menyusun Itinerary Perjalanan Bisnis Supaya Tampak Profesional
-
5 Link Saldo DANA Kaget Terbaru 3 Juni: Raih Rp 175 Ribu Buat Bayar Listrik dan Belanja
-
5 Rekomendasi Asuransi Mobil All Risk Terbaik, Harga Premi Mulai Rp281 Ribu Per Bulan
-
5 Aplikasi Desain Rumah di PC Gratis, Bantu Wujudkan Rumah Impianmu
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Purbaya Akan Tambah Perusahaan Pemungut Pajak Toko Online di Ecommerce
-
DPR Siap Cecar Tiktok yang Dituding Tahan Duit UMKM hingga Triliunan Rupiah
-
Potongan Aplikasi Ojol 8 Persen Tak Untungkan Mitra Pengemudi
-
Minyak Dunia Anjok, Mengapa Harga Pertamax Tak Ikut Turun?
-
Kapal Tanker Pertamina Berhasil Lolos dari Selat Hormuz, Sisanya Menunggu Aman
-
Rupiah Menuju Rp18.000 per Dolar AS Lagi, Akan Menguat Jika Investor Asing Kembali ke Indonesia
-
Bukan Pemain, Manchester United Mau Beli Kredit Karbon Indonesia
-
Antrean BBM Surabaya-Gresik Mulai Terurai, BPH Migas dan Pertamina Perkuat Distribusi
-
Stok Batu Bara Normal, Bos PLN Janji Tak Ada Mati Lampu
-
RI Mulai Dagang Karbon Kehutanan, Potensinya Rp5 Triliun