Suara.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) masih menunggu kepastian mengenai merger antara PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP) dan PT Bank Nationalnobu Tbk (NOBU). Apalagi, rencana merger tersebut telah terdengar sejak 2023.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan masih nunggu niat dari kedua perbankan tersebit jika ingin merger.
"Kita tidak bisa memaksakan seperti kawin paksa. Kalau mereka sendiri kemudian berubah pikiran, merasa tidak cocok. Kita tunggu saja surat resmi dari mereka. Karena dulu niatnya diajukan tertulis, sekarang juga kalau batal, harus tertulis. Jangan dibiarkan mengambang terlalu lama," katanya saat bincang-bincang dengan Media di Kawasan Menteng, Rabu (4/6/2025).
Kata dia, Bank Nobu telah mendapatkan investor baru, yaitu Hanwha Life Insurance. Konglomerasi asal Korea Selatan itu berencana mengakuisisi 40 persen saham Bank Nobu, atau setara 2,99 miliar saham.
“Ada investor baru untuk Bank Nobu. Artinya upaya merger itu tetap dilakukan, tapi bukan berarti kemungkinan merger dengan yang lama tidak ada," tandasnya.
Sebelumnya, Per Desember 2022, kedua bank melaporkan modal inti sebesar Rp 2,49 triliun (MNC) dan Rp 1,71 triliun (Nobu). Kemudian, pada awal 2023, OJK mengumumkan 26 bank telah memenuhi modal inti, dan ada dua yang belum dan akan merger.
Adapun, Bank Nobu dan MNC Bank yang akan melakukan proses konsolidasi. Dian kemudian mengonfirmasi mengenai rencana merger kedua bank konglomerat itu.
"Bahkan mereka sudah membentuk tim merger, konsultan keuangan dan konsultan hukum juga demikian. Sepertinya target bulan Agustus akan tercapai," katanya dalam Rapat Dewan Komisioner OJK April 2023.
Ternyata, dalam laporan keuangan tahunan 2022 Bank Nobu, manajemen seakan mengisyarakatkan berlangsungnya proses merger ini. Di situ dijelaskan bahwa aksi korporasi ini dilakukan untuk memperkuat struktur permodalan selaras dengan POJK No. 12/POJK.03/2020 tentang Konsolidasi Bank Umum.
Baca Juga: Pinjaman Bank atau Lembaga Keuangan Sulit Cair, Ini Penyebabnya
Selain itu juga akan digunakan sebagai modal kerja dalam bentuk penyaluran kredit kepada nasabah dan pengembangan layanan digital bank.
"Sejalan dengan upaya Bank untuk terus tumbuh dan berkembang dalam jangka panjang, Bank dalam tahapan awal juga tidak menutup peluang untuk melakukan aksi korporasi lainnya untuk melengkapi Right Issue yaitu dengan bersinergi dan/atau penggabungan dengan mitra Bank guna membangun satu entitas bank yang tangguh dan memiliki struktur permodalan yang makin kuat serta mampu meningkatkan keunggulan kompetitif bank," kata manajemen NOBU dalam laporan keuangan tahunan 2023.
Laba Bank MNC
Dalam hal ini, Laba bersih MNC Bank mencapai Rp19,9 miliar pada kuartal I/2025. Realisasi ini naik 34,04% secara tahunan (year-on-year/YoY) dari sebelumnya Rp14,85 miliar. Mengutip laporan keuangan perseroan, pendapatan bunga bersih MNC Bank tumbuh 6,70% YoY menjadi Rp149,96 miliar. Pertumbuhan laba ini juga ditopang pendapatan berbasis komisi yang naik 18,44% hingga mencapai Rp16,54 miliar.
Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit MNC Bank tumbuh 11,52% menjadi Rp11,4 triliun pada kuartal I/2025, dibandingkan Rp10,23 triliun pada kuartal I/2024. Aset perseroan pun naik 13,48% YoY dari Rp18,29 triliun menjadi Rp20,76 triliun.
Selain itu, tekanan kinerja MNC Bank terjadi dari sisi penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) yang turun 3,7% dari Rp13,92 triliun pada Maret 2024 menjadi Rp13,4 triliun pada Maret 2025. Komposisi dana murah alias giro dan tabungan (CASA) menyusut 5,54% menjadi Rp2,74 triliun, sementara deposito minus 3,21% YoY menjadi Rp10,67 triliun.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- Update Posisi Hilal Jelang Idulfitri, Ini Prediksi Lebaran 2026 Pemerintah dan NU
Pilihan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
-
Link Live Streaming Liverpool vs Galatasaray: Pantang Terpeleset The Reds!
-
Israel Klaim Tewaskan Menteri Intelijen Iran Esmaeil Khatib
Terkini
-
Sambut Idulfitri, PLN Group Berbagi Santunan untuk Anak Yatim Hingga Santri di Banggai
-
Hadapi Krisis Minyak, Presiden Prabowo Perintahkan Tambah Produksi Batu Bara
-
Semua Kementerian Akan Efisiensi untuk Jaga Defisit Anggaran, Kecuali MBG
-
Awas, Ada Potensi Lonjakan Harga Barang Pokok Sehabis Lebaran
-
Tarif LRT Jabodetabek Cuma Rp1 Selama H1 dan H2 Lebaran 2026
-
Operasional BRI, BNI, Bank Mandiri dan BSI Selama Libur Nyepi dan Idulfitri
-
Setiap Perjuangan Layak Ditemani: Perjalanan Ibu Wulan, Dari Titik Terendah Hingga Memiliki Rumah
-
Michael Bambang Hartono Meninggal Dunia, Ini 4 Pewaris yang Ditinggalkan
-
Puncak Arus Mudik, Kementerian ESDM dan PLN Cek Operasional SPKLU Dalam Melayani Pemudik EV
-
Pimpinan Grup Djarum Michael Bambang Hartono Meninggal Dunia di Singapura