Suara.com - Emiten farmasi plat merah PT Phapros Tbk (PEHA), menargetkan pertumbuhan penjualan pada tahun 2025 di atas 20% secara tahunan (year-on-year/YoY) meski ekonomi domestik dan global masih penuh dengan kelesuan.
Phapros optimistis target tersebut akan tercapai karena indikasi positif sudah terlihat pada kinerja penjualan sepanjang kuartal 1/2025 yang tumbuh 17,23% YoY.
Emiten farmasi berkode saham PEHA ini sukses mencatatkan penjualan pada kuartal I/2025 sebesar Rp 200,67 miliar atau naik 17,32% dibandingkan dengan Q1/2024 Rp 171,04 miliar. Pertumbuhan penjualan pada Januari - Maret 2025 ini ditopang oleh penjualan obat-obatan segmen obat over the counter (OTC), yaitu obat yang bisa dijual bebas tanpa resep dokter, yang meningkat 79% YoY dan segmen obat resep (etikal) yang berhasil tumbuh 40% YoY.
Keberhasilan dan optimisme itu tertuang dalam Laporan Kinerja Direksi dan Laporan Pengawasan Dewan Komisaris pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2024. Phapros menyelenggarakan RUPST dengan dihadiri pemegang saham yang mewakili 680.216.500 lembar saham atau 80.98% dari seluruh saham Perseroan yang beredar.
RUPST ini kemudian menyetujui Laporan Tahunan Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024, serta memutuskan tidak terdapat perubahan susunan Pengurus Perseroan. Pada kesempatan yang sama, PEHA juga sukses menggelar public expose 2025 yang dihadiri sebanyak 20 partisipan (tidak termasuk manajemen dan karyawan Perseroan) pada Senin, 30 Juni 2025.
Ida Rahmi Kurniasih, Plt. Direktur Utama PT Phapros Tbk. menyatakan, bahwa pencapaian positif pada kuartal I/2025 menjadi bukti positif atas perbaikan fundamental Perseroan yang telah dimulai sejak 2024. Kinerja kuartal 1/2025, menurutnya, juga menjadi indikator bagus bagi Phapros untuk merealisasikan target pertumbuhan penjualan sepanjang tahun 2025 di atas 20%.
Untuk mencapai target tersebut, kata dia, PEHA telah menjalankan lima strategi utama, yaitu penguatan kapabilitas finansial, peningkatan kepuasan konsumen, peningkatan kinerja bisnis dan produk portfolio, transformasi sistem dan proses bisnis, serta serta optimasi budaya organisasi dan peningkatan kapabilitas SDM.
"Melihat pencapaian kinerja pada kuartal I/2025 dan perkembangan hingga hari ini, kami optimistis target pertumbuhan penjualan Phapros pada tahun 2025 sebesar 20% akan tercapai. Hal ini ditambah dengan semakin solidnya kerja sama di seluruh lini perseroan. Dengan disiplin yang baik dan monitoring yang ketat saat mengeksekusi program kerja, memberikan dampak positif dalam upaya perbaikan berkelanjutan," ujar Ida usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Public Expose secara virtual, Senin (30/6/2025).
Dalam public expose, Ida menjelaskan perluasan pasar ekspor merupakan salah satu strategi Phapros dalam meningkatkan penjualan, karena potensinya sangat menjanjikan. PEHA menargetkan peningkatan nilai ekspor produk obat-obatan sebesar 25% pada tahun 2025. Untuk mencapai target tersebut, Phapros terus menjajaki peluang penambahan ekspor ke negara-negara seperti Timor Leste, Kamboja, Filipina, Malaysia dan Peru. Bahkan pada tahun 2026, perusahaan siap merambah pasar Myanmar dan Papua Nugini.
Baca Juga: Masuk Fortune Southeast Asia 500, Ini Fokus Emiten BELI Tingkatkan Kinerja di 2025
"Ke depan masih sangat terbuka pasar negara-negara lainnya. Ini menunjukkan bahwa Phapros mampu memenuhi standar mutu, harga yang bersaing dan sistem manajemen kualitas yang handal dan berstandar global. Untuk itu, kami juga terus melakukan inovasi produk baru", kata Ida.
Sepanjang kuartal I/2025, Phapros berhasil melakukan efisiensi operasional sehingga memiliki likuiditas yang lebih baik dalam pengembangan bisnis . Untuk memperkuat posisinya di pasar farmasi dan menjaga pertumbuhan kinerja berkelanjutan, Phapros bakal segera merilis hasil inovasi berupa produk-produk baru pada tahun ini.
Ida menjelaskan, bagi Phapros sebagai perusahaan farmasi, peluncuran produk baru merupakan “darah segar” bagi perseroan. Hal ini dilakukan dengan penguatan portofolio produk baru yang bermargin bagus dan kerjasama strategis dengan Perusahaan Multinasional. Dengan demikian produk baru yang dihasilkan dengan durasi pengembangan singkat dapat berdaya saing tinggi.
Phapros telah memperkenalkan produk baru berupa obat anti tuberkulosis (OAT) di pertengahan tahun 2024. Produk inovasi berbentuk kaplet salut selaput ini akan meningkatkan kepatuhan para penggunanya sekaligus membantu pemerintah menekan penyebaran penyakit TB.
Di sepanjang tahun 2025 ini Phapros berencana untuk melakukan launching 9 (sembilan) produk baru antara lain menambah lini produk terapi untuk TB, produk antibiotik golongan cephalosporin, multivitamin, serta produk untuk stamina. Dengan amunisi produk baru ini, manajemen PEHA optimistis kinerjanya akan melejit di 2025.
Berita Terkait
Terpopuler
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- 7 HP 5G Termurah 2026 Rp1 Jutaan, Tawarkan Chip Kencang dan Memori Lega
- 5 HP dengan Kamera Leica Termurah, Kualitas Flagship Harga Ramah di Kantong
- 16 Februari 2026 Bank Libur atau Tidak? Ini Jadwal Operasional BCA hingga BRI
- Terpopuler: 7 HP Layar Super Amoled, Samsung Galaxy A07 5G Rilis di Indonesia
Pilihan
-
Modus Tugas Kursus Terapis, Oknum Presenter TV Diduga Lecehkan Seorang Pria
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
Terkini
-
Bisnis Emas BSI Melesat 100 Persen dalam 8 Bulan
-
Pengangguran Menurun, Tapi 50 Persen Tenaga Kerja Masih 'Salah Kamar'
-
Rating Indonesia Turun, Purbaya Serang Balik: Saya Ingin Membuat Reputasi Moody's Jeblok
-
Emiten BFIN Andalkan Program Loyalitas Dongkrak Pembiayaan Mobil Bekas
-
Dalih Purbaya Bikin Defisit APBN Nyaris 3 Persen: Kalau Tidak Kita Bisa Jatuh Seperti 1998
-
Buntut Penembakan Pesawat Smart Air, Kemenhub Tutup Penerbangan di 11 Bandara Papua
-
Wapres Gibran Instruksikan Tol Semarang Demak Seksi I Rampung Pertengahan 2027
-
Ribut Utang Whoosh Rp120 Triliun Dibayar APBN, Bos Danantara: Saya Juga Bingung!
-
Perusahaan Jepang hingga Prancis Lolos Seleksi Tender Proyek Waste to Energy
-
PHR Raih Minyak Mentah 1.274 BOPD dari Uji Coba Sumur Libo