Suara.com - Stasiun Dukuh Atas, Setiabudi, dan Kuningan menjadi area – area sentral penghubung kawasan perkantoran di DKI Jakarta. Ketiga stasiun ini merupakan stasiun paling sibuk di Jakarta selama hari – hari kerja. Dengan krusialnya peran stasiun tersebut, harga rumah dan tanah di sekitar stasiun Dukuh Atas, Setiabudi, dan Kuningan pun meroket.
Melansir siaran resmi situs rumah 123, kehadiran dan pengembangan infrastruktur transportasi publik seperti LRT Jabodebek, LRT Jakarta, dan MRT Jakarta terbukti mendorong minat masyarakat terhadap permintaan properti di kawasan sekitar stasiun. Berdasarkan data terbaru dari Rumah123, tren permintaan properti di area terdampak pengembangan transportasi ini terus menunjukkan pertumbuhan positif, khususnya pada kuartal I 2025.
Dukuh Atas, Setiabudi, dan Kuningan masuk dalam Area 1 dalam pengembangan sistem transportasi LRT di DKI Jakarta. Pertumbuhan minat permintaan properti di Area 1 naik 4,2 persen. Penambahan minat ini juga sejalan dengan pertumbuhan harga yang melonjak 4,8 persen.
Minat masyarakat terhadap properti di sekitar jaringan LRT Jabodebek mengalami lonjakan signifikan sejak kuartal III 2023. Berdasarkan catatan Rumah123, permintaan meningkat tajam di beberapa area strategis, terutama Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, dan Depok. Pada waktu itu, kenaikan dipicu dengan mulai beroperasinya LRT Jabodebek dan tingginya ekspektasi masyarakat terhadap kemudahan akses ke pusat kota.
Memasuki pertengahan tahun 2024, tren pertumbuhan yang semula agresif mulai bergerak ke arah yang lebih stabil. Data kuartal I 2025 menunjukkan minat permintaan terhadap properti di sekitar kawasan jalur LRT Jabodebek masih tumbuh dengan laju yang lebih terkendali.
Dari sisi pertumbuhan median harga, kenaikan terjadi pada kuartal IV 2024, yang mengindikasikan adanya jeda waktu antara pergerakan sentimen positif masyarakat yang perlahan mempengaruhi kenaikan harga.
Daftar Harga Rumah
Melansir situs Rumah 123, harga rumah di Stasiun Dukuh Atas, Setiabudi, dan Kuningan sangat tinggi. Rumah di kawasan Sudirman, hanya sejengkal dari hub Dukuh Atas dan Setiabudi dengan luas tanah 214 m2 dan luas bangunan 300 m2 dijual seharga Rp13 miliar. Rumah tersebut berada di kawasan komersil ibu kota. Rumah mewah tersebut memiliki sembilan kamar tidur dengan dua kamar mandi.
Untuk rumah yang lebih sederhana dengan luas tanah 144 m2 dan luas bangunan 180 m2 dijual dengan harga selangit, Rp3,2 miliar. Rumah ini memiliki halaman depan yang luas, halaman samping, dan belakang. Bagian dalamnya terdiri dari empat kamar tidur dan empat kamar mandi. Anda harus siapkan uang Rp15 jutaan untuk angsuran pembelian rumah ini per bulannya, dengan tenor 20 tahun. Untuk tenor 15 tahun, angsurannya mencapai Rp19 jutaan.
Baca Juga: Sudah Mencapai 48 Persen, Intip Progres Pembangunan MRT Fase 2A
Ada lagi rumah tua di kawasan Jalan Jenderal Sudirman yang cocok untuk usaha dengan harga Rp5 miliar. Luas tanahnya 166 m2 dan luas bangunan 250 m2. Di dalamnya terdapat delapan kamar tidur dan tiga kamar mandi.
Temuan paling mahal adalah rumah di kawasan Plaju dengan harga Rp99 miliar. Rumah ini super strategis karena berdekatan dengan Stasiun Dukuh Atas, Sudirman, Thamrin, Grand Indonesia, dan BNI City. Luas tanahnya 575 m2 dengan luas bangunan 200 m2. Kemudian, rumah tersebut dilengkapi dengan 4 kamar tidur dan 2 kamar mandi.
Beralih sekitar 7 km dari Sudirman, ada kawasan Kuningan yang juga tak kalah tajir melintir. Rumah – rumah elite dijual dengan harga di atas Rp16 miliar. Sebagai contoh rumah dengan luas tanah 600 m2 dan banguan 400-an m2 dibanderol Rp16 miliar. Fasilitasnya 5 kamar tidur dan 3 kamar mandi. Rumah di kawasan yang sama dengan luas tanah 300 m2 dan luas bangunan 515 m2 dipatok Rp26 miliar.
Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni
Berita Terkait
-
Rumah dan Tanah di Sekitar LRT dan MRT Jakarta Laris Manis, Permintaan Meroket!
-
Mulai Rp 300 Ribu Per Jam, 3 Rekomendasi Lapangan Mini Soccer Paling Murah di Jakarta
-
3 Rekomendasi Lapangan Futsal Paling Murah di Jakarta Selatan, Cuma Rp 15 Ribuan Per Jam
-
Bukan MBR, Bukan Sultan: Bagaimana Kelas Menengah Bisa Punya Rumah di Jakarta?
-
Gubernur Pramono Tegaskan Jakarta Siap Bantu Bali Bangun MRT, Tapi ...
Terpopuler
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
- 5 Kipas Angin Sedingin AC Lebih Murah dan Irit Listrik
- Ramalan 12 Shio Bulan di Juli 2026: Peruntungan Karier, Keuangan, Asmara, dan Kesehatan
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Prambanan Jazz Festival Kembali Hadir, Pengunjung Bisa Nikmati Berbagai Promo lewat BRImo
-
Ekonom CORE Minta Danantara Buka Laporan Keuangan 2025, Buktikan Diri SWF Global
-
BRI Tegaskan Zero Tolerance terhadap Fraud, Setiap Indikasi Korupsi Dilaporkan ke APH
-
Legalisasi Sumur Minyak Rakyat Dinilai Jadi Titik Balik Industri Migas
-
Ekonomi Jakarta Melaju 5,59 Persen, Ini Strategi Pramono Menuju 50 Kota Global
-
Bulog Tindak Lanjuti Laporan Warga Sekitar Gudang, Pastikan Kenyamanan Lingkungan Tetap Terjaga
-
Kabar Tokopedia PHK Ribuan Karyawan, GOTO Bilang Begini
-
Harga Emas Pegadaian Naik di Sabtu 4 Juli 2026
-
Harga Emas Antam Stabil di Sabtu 4 Juli, Tapi
-
Ekspor Indonesia Terancam Melambat, Tarif AS dan Harga Komoditas Bayangi Semester II 2026