Suara.com - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada hari Jumat, 4 Juli 2025 untuk ukuran satu dibanderol di harga Rp 1.907.000 per gram.
Harga emas Antam lagi-lagi anjlok sebesar Rp 4.000 dibandingkan hari Kamis, 3 Juli 2025 sebelumnya.
Sementara itu, harga Buyback (beli kembali) emas Antam dibanderol di harga Rp 1.751.000 per gram.
Harga buyback itu juga turun Rp 4.000 dibandingkan dengan harga buyback hari Kamis kemarin.
Seperti dilansir dari laman resmi Logam Mulia Antam, berikut adalah harga emas antam pada hari ini:
- Emas 0,5 gram Rp 1.003.000
- Emas 1 Gram Rp 1.907.000
- Emas 2 gram Rp 3.754.000
- Emas 3 gram Rp 5.606.000
- Emas 5 gram Rp 9.310.000
- Emas 10 gram Rp 18.565.000
- Emas 25 gram Rp 46.287.000
- Emas 50 gram Rp 92.495.000
- Emas 100 gram Rp 184.912.000
- Emas 250 gram Rp 462.015.000
- Emas 500 gram Rp 923.820.000
- Emas 1.000 gram Rp 1.847.600.000
Harga Emas Dunia Merosot
Harga emas dunia melemah pada perdagangan Kamis (3/7) seiring dengan penguatan Dolar AS, setelah laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) menunjukkan hasil yang jauh di atas ekspektasi. Sentimen pasar pun berubah, dengan pelaku pasar mulai meragukan kemungkinan pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve (Fed) pada bulan Juli.
Seperti dilansir dari FXstreet, Harga emasturun sebesar 0,80 persen dan diperdagangkan di level USD 3.332 per troy ounce. Sebelumnya, logam mulia ini sempat menyentuh titik tertinggi harian di USD 3.365.
Laporan ketenagakerjaan AS untuk bulan Juni menunjukkan peningkatan signifikan, melampaui estimasi analis dan juga hasil bulan Mei. Tingkat pengangguran pun turun mendekati ambang batas 4 persen, memperkuat keyakinan bahwa pasar tenaga kerja masih kuat.
Baca Juga: Emas Antam Anjlok, Cek Harga Terbaru Hari Ini
Data tersebut mempertanyakan laporan Perubahan Ketenagakerjaan Nasional ADP hari Rabu, yang menunjukkan bahwa perusahaan swasta mengurangi perekrutan hingga -33 ribu.
Dampaknya, Dolar AS (Greenback) menguat tajam, didorong oleh lonjakan imbal hasil obligasi Treasury AS. Pasar uang berjangka kini memperkirakan hanya akan ada dua kali penurunan suku bunga hingga akhir tahun 2025, jauh lebih sedikit dibandingkan ekspektasi pelonggaran sebesar 65 basis poin pada awal Juli.
"Data tersebut menegaskan kembali sikap Federal Reserve (Fed) untuk mempertahankan suku bunga tetap hingga melihat tanda-tanda pelemahan di pasar tenaga kerja atau dimulainya kembali proses deflasi," tambah laporan tersebut.
Dari sisi fiskal, Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyampaikan bahwa lebih banyak kesepakatan perdagangan diperkirakan akan terwujud, menyusul keberhasilan kesepakatan dengan Vietnam. Ia juga mengisyaratkan bahwa pemerintah akan mulai mengupayakan pengganti Ketua The Fed Jerome Powell pada musim gugur.
Selain itu, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS meloloskan anggaran besar bertajuk "One Big Beautiful Bill" yang diusulkan mantan Presiden Donald Trump ke tahap pemungutan suara akhir. RUU tersebut diperkirakan akan meningkatkan utang AS sebesar USD 3,3 triliun dalam sepuluh tahun ke depan.
Dari sisi teknikal, harga emas terlihat mulai memasuki fase konsolidasi di tengah lemahnya minat beli untuk menembus level psikologis USD 3.400. Namun, pola pergerakan masih menunjukkan tren naik dengan serangkaian higher highs dan higher lows.
Harga emas siap berkonsolidasi di tengah kurangnya komitmen pembeli untuk menaklukkan angka USD 3.400 meskipun pergerakan harga masih menunjukkan serangkaian kenaikan tertinggi dan kenaikan terendah berturut-turut.
Untuk melanjutkan reli, harga emas harus melewati level tertinggi 16 Juni di USD 3.452 agar dapat menantang rekor tertinggi di USD 3.500 dalam waktu dekat. Sebaliknya, jika harga emas tergelincir di bawah USD 3.300, support berikutnya berada di level terendah 30 Juni, yaitu USD 3.246.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
Terkini
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Harga Plastik Melonjak Tinggi Gegara Minyak, Sektor Industri Terancam?
-
Kementan Akan Tindak Tegas Mafia Minyak Goreng
-
Wamentan Klaim Indonesia Surplus 800.000 Hewan Kurban
-
Suara Konsumen: Kartu Kredit Maybank Belum Diterima, Tapi Sudah Dipakai
-
Dugaan Manipulasi Ekspor CPO Wilmar dan Musim Mas Jadi Sorotan Dunia
-
Kanwil DJP Intensif Penagihan Aktif, Nunggak Pajak Rekening Bisa Diblokir?
-
Rupiah Melemah Terus-menerus Akibat Kebijakan Pemerintah
-
Taipan RI Berharta Rp243 T Justru Gadai Saham Demi Dapat Utang Bank
-
Alasan Rekening Warga Senilai Rp330 Miliar Tiba-tiba Diblokir Dirjen Pajak