Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), menyebut dari 80.000 koperasi desa (kopdes) merah putih baru 100 kopdes yang siap beroperasi. 100 kopdes merah putih itu telah ada di 38 provinsi.
Ia menjelaskan, 100 kopdes merah putih itu, telah memiliki bentuk model usaha hingga kepengurusan, sehingga tinggal beroperasi.
"Ada, diperkirakan yang sudah daftar jadi, sudah memenuhi persyaratan, sudah ada 100 lebih," ujar Zulhas dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Graha Mandiri, Jakarta, Senin (7/7/2025).
Ia menuturkan, Kopdes Merah Putih harus memenuhi persyaratan jika memang beroperasi. Misalnya, bilang Zulhas, suatu desa harus memiliki agen pupuk, agen LPG 3 kg, gerai sembako, hingga truk untuk logistik.
"Ada mobil truknya. Nanti bantu ngangkut gabah, ngangkut jagung, setor ke Bulog itu ada untungnya. Ada truknya, ada juga mobil kecil dari desa-desa masuk ke Kopdes Itu ada mobil kecilnya," ucapnya.
Kemudian, Zulhas melanjutkan, desa juga harus memiliki kantor pos untuk menyalurkan bantuan dari pemerintah. Lalu, ada Kantor Bulog untuk kerja sama pembelian bahan pangan, serta akses perbankan.
"Agar lebih dekat, kita untuk memotong rentenir. Rentenir-rentenir, tengkulak-tengkulak, sementara sembako untuk memotong rantai pasok yang panjang," imbuhnya.
Selain itu, tambah Zulhas, desa harus menyediakan kliknik dan apotek, untuk layanan kesehatan para pengurus hingga anggota kopdes.
"Gudang itu nanti untuk nyimpan gabah hasil panen, nyimpan jagung, dan lain-lain. Bayangin kita akan punya 80 ribu gudang," bebernya.
Baca Juga: Prabowo Bakal Luncurkan 80.000 Koperasi Desa Merah Putih 19 Juli
Sebelumnya, Kopdes merah putih telah siap diresmikan Presiden Prabowo Subianto. Direncanakan, peresmian Kopdes merah putih pada 19 Juli 2025 di Klaten, Jawa Tengah.
Zulhas, menjelaskan dari sekian banyak model kopdes yang ingin dibentuk, sebanyak 80.000 kopdes telah siap diresmikan.
"Kita bersyukur 80.000 Kopdes dan Koperasi Kelurahan sudah terbentuk Maka akan di-launching oleh Bapak Presiden. Diagendakan Insha Allah tanggal 19 Juli sudah kita putuskan, nanti pusat kegiatannya di Klaten, Jawa Tengah," ujarnya dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Graha Mandiri, Jakarta Senin (7/7/2025).
Namun, tutur Zulhas, dari 80.000 baru 500 kopdes yang telah memiliki struktur model usahanya atau mock up. 500 kopdes itu hanya memiliki badan hukum yang jelas.
"Ini kan baru badan hukumnya sebetulnyaa, tetapi sudah beberapa jadi mock up. Nah yang di-launching tadi kebentukan 80.000 Tapi sekaligus sudah ada mock up-nya ada," ucap dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
- 5 Kipas Angin Sedingin AC Lebih Murah dan Irit Listrik
- Ramalan 12 Shio Bulan di Juli 2026: Peruntungan Karier, Keuangan, Asmara, dan Kesehatan
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Sambut HUT ke-28, Bank Mandiri Kembali Gelar Donor Darah Serentak di 12 Region
-
Bank Jago Fokus Inovasi Fitur untuk Gaet Nasabah, Gimana Kinerja Sahamnya?
-
BBKP Pangkas Jumlah Karyawan dan Tutup Kantor Cabang, Ini Penyebabnya
-
Jadi Pertimbangan Serok, Harga Emas Batangan Diproyeksi Anjlok Pekan Depan
-
Pertamina Rombak Besar-besaran, 31 Anak Perusahaan Resmi Direstrukturisasi
-
Warga Malaysia Sering Kepo Kecanggihan Whoosh
-
Enaknya Jadi Komisaris Bank, Bisa Kredit Fiktif dan Manipulasi Pembukuan
-
BNI Perkenalkan Logo HUT ke-80, Simbol Pengabdian dan Komitmen Melayani Negeri
-
IHSG Melambat, Volume Transaksi Terpangkas Lebih dari 3 Persen
-
Purbaya Rombak Beasiswa LPDP, 80 Persen Kini untuk Bidang STEM