Suara.com - Setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola impor minyak mentah yang menyeret PT Pertamina (Persero), sorotan publik kini tertuju pada sosok Riza Chalid.
Tak hanya jejak bisnisnya yang misterius, keberadaan dan aset-asetnya pun menjadi pertanyaan besar.
Salah satunya adalah rumah mewah yang berada di Jalan Jenggala 2, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Suara.com pernah memotret penampakan rumah mewah Riza Chalid tersebut sekitar 5 bulan lalu, kala itu Kejagung tengah menggeladah rumah saudagar minyak itu terkait kasus korpusi Pertamina.
Dari pantauan terlihat bahwa rumah ini seperti "Istana" pribadi yang berdiri kokoh di balik pepohonan rindang dan memancarkan aura kemewahan.
Rumah tersebut menampilkan gaya arsitektur klasik Eropa yang elegan, dengan fasad didominasi warna krem atau broken white yang bersih dan menenangkan. Dinding-dindingnya dihiasi pilar-pilar besar bergaya neo-klasik yang menambah kesan megah dan kokoh.
Bangunan ini menjulang dengan tiga lantai utama yang terlihat jelas dari luar. Lantai dasar memiliki teras yang luas, dihiasi dengan beberapa pot tanaman hias yang memberikan sentuhan hijau. Di atasnya, lantai kedua menampilkan balkon-balkon besar berpagar besi tempa hitam yang menambah kesan artistik dan mewah, mungkin menjadi tempat bersantai dengan pemandangan taman pribadi.
Puncak bangunan ditutup oleh atap bergaya mansard (mansard roof) yang khas arsitektur Eropa, dengan jendela-jendela kecil (dormer windows) yang muncul dari permukaan atap miring. Warna gelap pada atap ini, kemungkinan abu-abu tua atau hitam, menciptakan kontras yang apik dengan warna dinding yang terang. Beberapa lampu dinding bergaya klasik juga terlihat menempel di fasad, meski siang itu tidak menyala, menambah sentuhan kemewahan di malam hari.
Di bagian depan, terhampar halaman rumput hijau yang luas dan terawat, dengan beberapa pohon palem tinggi yang menambah kesan tropis sekaligus elegan. Sebuah jalan masuk (driveway) beraspal hitam melengkung anggun menuju pintu masuk utama, diapit oleh kerikil putih bersih yang membingkai area parkir melingkar di bagian depan.
Baca Juga: Bela Kejagung usai Jerat Raja Minyak Riza Chalid Tersangka, Mahfud MD: Gpp Pencitraan, Memang Harus
Namun, di balik kemegahan arsitektur dan keindahan taman, ada aura yang berbeda. Kediaman ini terlihat sangat sepi dan nyaris tanpa aktivitas. Gerbang tinggi berwarna gelap, yang memisahkan properti dari jalan, tampak tertutup rapat. Tidak terlihat ada penjagaan ketat atau hilir mudik kendaraan mewah seperti yang mungkin terbayangkan dari kediaman seorang pengusaha minyak kelas kakap.
Sebelumnya, Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan sembilan tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang pada PT Pertamina Subholding dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) tahun 2018-2023.
Salah satunya adalah Riza Chalid yang dikenal sebagai "saudagar minyak" dan pemilik "gurita bisnis" di berbagai sektor.
Tak main-main, kerugian negara akibat praktik rasuah ini diperkirakan mencapai angka fantastis: Rp285.017.731.964.389 (Rp285 triliun)! Angka ini melonjak signifikan dari estimasi awal yang sebelumnya disebut Rp193,7 triliun. Kerugian masif ini, menurut Kejagung, terdiri dari dua komponen utama: kerugian keuangan negara dan kerugian perekonomian negara.
Riza Chalid ditetapkan sebagai tersangka dalam kapasitasnya sebagai beneficial owner PT Navigator Khatulistiwa dan PT Orbit Terminal. Ia tidak sendirian, bersama Riza, ada delapan orang lainnya yang juga ditetapkan sebagai tersangka, sehingga total menjadi 18 orang yang terseret dalam pusaran kasus korupsi ini. Enam di antaranya adalah petinggi subholding PT Pertamina, sementara tiga lainnya dari pihak swasta.
Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung, Abdul Qohar, menjelaskan bahwa perbuatan Riza Chalid dan kawan-kawan melawan hukum. Intervensi kebijakan tata kelola minyak di perusahaan BUMN sekelas Pertamina menjadi modus utamanya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- 6 HP Snapdragon Paling Murah RAM 8 GB untuk Investasi Gadget Jangka Panjang
- HP Xiaomi yang Bagus Tipe Apa? Ini 7 Rekomendasinya di 2026
- Sabun Cuci Muka Apa yang Bagus untuk Atasi Kulit Kusam? Ini 5 Pilihan agar Wajah Cerah
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Pemerintah Klaim Daya Beli Masyarakat Masih Kuat, Begini Datanya
-
BI Sebut Kepercayaan Masyarakat Terhadap Ekonomi RI Tinggi
-
Iran Tetapkan Tarif Selat Hormuz, Harga Bitcoin Malah Anjlok Parah
-
Danantara Rebut Pengelolaan Sekuritas Himbara, Mau Bentuk Holding Baru
-
Pertamina Wisuda 168 Binaan Usaha Ultra Mikro, Total Cuan hingga Rp2,7 Miliar
-
Purbaya Targetkan Legalisasi Rokok Ilegal Berlaku Mei 2026 demi Tambah Pendapatan Negara
-
Purbaya Siapkan Insentif Motor Listrik, Bagaimana Nasib Mobil Listrik?
-
Aturan Baru OJK Minta Bank Biayai MBG hingga KDMP, Purbaya Klaim APBN Masih Cukup
-
Kementerian ESDM Lelet Urus RKAB, Perhapi: Banyak Perusahaan Tambang Tak Berfungsi
-
Iran: Tak Ada Keistimewaan, Kapal Pertamina Bisa Bebas Jika Indonesia Negosiasi dengan IRGC