Suara.com - Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) mengungkapkan sebanyak 551 kios di Pasar Taman Puring Terbakar. Kios yang terbakar itu terletak di Blok A dan Q mulai dari lantai 1 dan 2.
Ketua Umum Ikappi, Abdullah Mansuri, mengatakan hingga kini belum ada nilai kerugian pasti atas tragedi kebakaran Pasar Taman Puring tersebut.
"Total yang terbakar asumsi kami sekitar 551 kios Blok A dan Blok Q lantai satu dan dua sampai detik ini ludes terbakar, kami belum bisa menghitung jumlah kerugian karena masih dalam pendataan pedagang di pasar tersebut," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (29/7/2025).
Dalam hal ini, Abdullah mendesak, pemerintah untuk menelusuri penyebab kebakarannya Pasar yang berada di Jakarta Selatan itu. Sehingga, bisa diketahui, apakah memang karena korsleting listrik atau memang disengaja.
"Kami mendorong agar pemerintah dalam hal ini kebersihan melakukan penelitian atas kebakaran yang terjadi dipasar tersebut, apakah ini terjadi karena korsleting listrik atau disengaja oleh pihak yang tidak bertanggungjawab," imbuhnya.
Menurut laporan yang didapat Ikappi, kebakaran Pasar Taman Puring ini berawal dengan adanya titik api di lantai bawah disebelah depan pasar dan terpantau cepat merambat ke lantai atas.
"Kami juga mendorong agar pemerintah daerah segera melakukan pendataan guna meringankan beban pedagang pasar entah berupa bantuan atau upaya percepatan pembangunan tanpa pungutan pedagang," katanya.
"Ikappi berduka, dan duka ini tidak hanya pedagang pasar taman puring tetapi juga pedagang pasar se Indonesia. Duka ini kami sampaikan agar seluruh pedagang agar tetap bersabar, IkappiI akan berusaha mendapatkan solusi apa yang terjadi saat ini," tambah Abdullah.
Baca Juga: Fakta-fakta Kebakaran Pasar Taman Puring: 500 Kios Ludes, Tahanan Dievakuasi, Transjakarta Lumpuh
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Penjelasan Dugaan Manipulasi Eskpor CPO Grup Salim, Mengapa Maybank Ikut Diperiksa?
-
ILC Adopsi Standar Internasional, Menaker Dorong Keseimbangan Pelindungan dan Inovasi
-
Bank Dunia Singgung 20 Persen Orang Kaya RI, Sebut Tak Tahu Diri
-
Investor Wajib Tahu, Indikator Utama Bisnis FnB Layak Difranchisekan
-
Penjualan Properti Anjlok, Pengembang Andalkan Kawasan Hunian-Komersial Terintegrasi
-
Bank Jakarta Permudah Layanan Warga Bayar Pajak Kendaraan
-
BTN Jakarta International Marathon 2026 Sukses Digelar, 20.500 Pelari Ramaikan Hari Pertama
-
Program JKN Bantu Dede Jalani Operasi Kista Ganglion
-
CBDK Cetak Laba Melonjak 317 Persen
-
Mengapa Pertalite Mau Dihapus?