Suara.com - Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta memastikan tak ada korban jiwa dan luka dalam peristiwa kebakaran di Pasar Taman Puring, Kebayoran Baru.
Kekinian api juga telah berhasil dipadamkan dan sedang dalam proses pendinginan.
"Informasi sampai dengan saat ini tidak ada korban jiwa," kata Kepala Dinas Gulkarmat Jakarta, Bayu Meghantara di lokasi kejadian pada Senin 28 Juli 2025 malam.
Dalam peristiwa kebakaran ini total 35 unit mobil damkar dikerahkan. Sementara personel yang diterjunkan mencapai 118 orang.
Menurut Bayu, proses pemadaman api sempat terkendala lantaran sebagian besar barang-barang dagangan di lokasi merupakan barang mudah terbakar.
"Karena materialnya bertumpuk dan barang-barang yang mudah terbakar," jelas Bayu.
Meski api sudah berhasil dipadamkan, Bayu memastikan petugas damkar akan tetap berjaga di lokasi hingga proses pendinginan selesai.
"Tetap ada teman-teman anggota kami yang stand by di sini sampai esok hari, memastikan bahwa betul-betul sudah padam semuanya," tutur Bayu.
Penyebab Masih Dialami
Baca Juga: Kebakaran Taman Puring: Tak Ada Korban Jiwa, Tahanan Polsek Terpaksa Diungsikan
Sementara Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Nicolas Ary Lilipaly mengatakan, penyebab daripada kebakaran hingga kekinian masih diselidiki.
Namun, berdasar keterangan awal yang diterima salah satu pedagang, diketahui bahwa sumber api pertama kali muncul dari salah satu toko yang sudah tutup.
Menurut Nicolas, Pasar Taman Puring beroperasi dari pukul 08.00 hingga 17.00 WIB. Sedangkan kebakaran yang menghanguskan 552 kios itu terjadi sekitar pukul 18.02 WIB.
“Awalnya keluar asap dari salah satu toko yang sudah tutup di tengah pasar. Kita belum bisa pastikan itu toko jualan pakaian, sepatu, atau elektronik,” pungkas Nicolas.
Sebelumnya, foto udara kebakaran di Pasar Taman Puring, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (28/7/2025). Kebakaran hebat yang melanda Pasar Taman Puring tersebut terjadi sekitar pukul 18.05 WIB.
Sebanyak 34 unit mobil pemadam kebakaran dan 115 personil pemadam dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan api.
Berita Terkait
-
Amukan Si Jago Merah Hanguskan 10 Rumah dan 2 Lapak di Bintaro
-
Kebakaran Hebat di Tambora Jakbar, 25 Rumah Hangus dan 206 Warga Terpaksa Mengungsi
-
Karhutla: 10 Hektare Lahan Gambut Terbakar di Anjongan, Api Sempat Mendekati Bangunan Warga
-
Kebakaran Pasar Darurat di Blora Hanguskan Sembilan Kios dan Satu Rumah, Kerugian Capai Rp2,2 Miliar
-
Kemendagri Dorong Modernisasi Alutsista dan Penguatan Anggaran Daerah Untuk Damkar
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- Apa Varian Tertinggi Isuzu Panther? Begini Spesifikasinya
Pilihan
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
-
Amukan Si Jago Merah Hanguskan 10 Rumah dan 2 Lapak di Bintaro
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
Terkini
-
Mojtaba Khamenei 2 Kali Lolos dari Maut Serangan AS-Israel
-
Iran Diminta Fokus Lawan Amerika Serikat Tanpa Ganggu Keamanan Negara-Negara Arab
-
Rusia dan China Bersatu Bantu Iran Lawan Amerika Serikat Pakai Satelit Canggih Hingga Rudal Pembunuh
-
Drone Murah Iran Shahed-136 Berhasil Bikin AS dan Israel Pusing Karena Boros Biaya Amunisi
-
Merengek Ketakutan Putra Benjamin Netanyahu Kabur ke AS saat Israel Dihujani Rudal Iran
-
Pramono Anung Siapkan 25 Ruang Terbuka Hijau Baru di Jakarta
-
Netanyahu Disalip Babi? Merlin Babi Pintar dengan Jutaan Followers di Instagram
-
Dompet Warga AS Tercekik, Harga BBM Meroket Cepat dalam Setahun, Trump Bisa Apa?
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Nyoman Parta: Serangan Air Keras ke Aktivis HAM Alarm Bahaya bagi Demokrasi