Suara.com - Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) memutuskan untuk menggantikan Direktur Utama Darmawan Junaidi dari jabatannya.
Perseroan menunjuk Riduan untuk menahkodai Dirut Bank Mandiri. Adapun, dia sebelumnya menjabat sebagai Wakil Direktur Utama Bank Mandiri.
Selain itu, perusahaan mengangkat Henry Pandjaitan selaku Wakil Direktur Utama, Lalu, Timothy Utama Direktur Operation, Sunarto Direktur Information Technology.
Riduan lahir di Palembang pada tahun 1970. Ia menempuh pendidikan sarjana di Universitas Sriwijaya (UNSRI), Palembang. Kemudian, Riduan kembali melanjutkan pendidikan magister di universitas yang sama.
Di dunia perbankan nasional, nama Riduan sudah tak asing lagi. Dia memiliki rekam jejak yang panjang di industri perbankan Tanah Air.
Ia memulai karier di Bank Mandiri sejak 1999 dan telah menempati beberapa posisi strategis. Pada periode 2016 hingga 2017, Riduan menjabat sebagai Regional CEO II Bank Mandiri, yang mencakup wilayah Sumatera.
Selanjutnya pada 2017, Riduan dipercaya sebagai Senior Executive Vice President (SEVP) Middle Corporate Banking.
Kariernya di bank pelat merah ini terus menanjak. Pada Januari 2019, Riduan diangkat sebagai Direktur Komersial Banking. Ini merupakan posisi baru yang ditujukan untuk memperkuat segmen kredit menengah. Sebelum berkarier di Bank Mandiri, Riduan pernah dipercaya menjabat Direktur Keuangan dan Investasi di BPJS Kesehatan dari tahun 2013 hingga 2016.
Berikut pengalamannya di Bank Mandiri:
Baca Juga: Profil Riduan, Dirut Baru Bank Mandiri Menggantikan Darmawan Junaidi
- Direktur Corporate Banking, Bank Mandiri (2024 - 2025)
- Direktur Commercial Banking, Bank Mandiri (2019-2024)
- Senior Executive Vice President Middle Corporate, Bank Mandiri (2017-2019)
- Komisaris, PT Mandiri Sekuritas (2018-2019) - Regional CEO II/Sumatra 2, PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk. (2016-2017)
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
- 5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan untuk Ojol, RAM 8 GB dan Baterai Awet
Pilihan
-
Merayap dalam Senyap, Kenaikan Harga Pangan Semakin Mencekik Rakyat Kecil
-
Alarm Bahaya untuk BEI, Mengapa Indonesia Terancam Turun ke Kasta Banglades?
-
Isu Reshuffle untuk Singkirkan 'Orang Jokowi' Berhembus, Ini Jawaban Tegas Mensesneg
-
Sudah Rampung 90 Persen, Prabowo Segera Teken Dokumen Tarif Trump
-
Selamat Jalan Eyang Meri, Pendamping Setia Sang Jenderal Jujur Kini Beristirahat dengan Damai
Terkini
-
IHSG Akhirnya Kembali ke Level 8.000, Pasar Mulai Tenang?
-
Dolar AS Ambruk, Rupiah Ditutup Perkasa di Level Rp16.754 Sore Ini
-
Alarm Bahaya untuk BEI, Mengapa Indonesia Terancam Turun ke Kasta Banglades?
-
Ada Proyek Gentengisasi Prabowo, Purbaya Pikir-pikir Pangkas Anggaran MBG
-
Prabowo Sebut Tanaman Ajaib, Sawit Kini Berubah Arti Jadi 'Pohon' di KBBI
-
Sudah Rampung 90 Persen, Prabowo Segera Teken Dokumen Tarif Trump
-
Hashim: 28 Perusahaan yang Izinnya Dicabut Sepihak Satgas PKH Bisa Ajukan Keberatan
-
Inflasi Januari 2026 Tembus 3,55 Persen, Airlangga Bilang Begini
-
4 Kriteria Market MSCI, Bursa Saham Indonesia Termasuk Mana?
-
Purbaya Sebut Prabowo Tak Cawe-cawe soal Calon Ketua OJK