Suara.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian bersama Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi dan Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani meninjau langsung penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Kota Serang, Banten, Rabu (20/8/2025).
Tinjauan dilakukan di Pasar Induk Rau dan salah satu minimarket di Kota Serang. Turut hadir Gubernur Banten Andra Soni, Wali Kota Serang Budi Rustandi, serta Tenaga Ahli Utama Kantor Komunikasi Kepresidenan (Presidential Communication Office/PCO), Prita Laura.
Tinjauan bersama tersebut, bertujuan untuk memonitor langsung pelaksanaan distribusi beras SPHP dilapangan, khususnya melalui pedagang eceran di pasar dan melalui ritel modern.
Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian menyampaikan apresiasi terhadap langkah stabilisasi harga yang dilakukan Bulog dan Bapanas.
“Harga beras tadi relatif stabil, dan salah satu faktor utamanya adalah intervensi beras SPHP dari Bulog, yang dijual Rp12.000 per kilogram atau Rp60.000 per paket 5 kilogram. Itu membuat harga di bawah HET dan lebih terjangkau masyarakat. Saya berterima kasih kepada Bapanas dan Bulog, kerjanya hebat,” ungkap Tito.
Berdasarkan data Panel Harga Pangan Bapanas, rata-rata harga beras medium di Pasar Induk Rau, Kota Serang, pada 19 Agustus 2025 mengalami penurunan sebesar Rp250/kg menjadi Rp13.125/kg. Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi menegaskan bahwa penurunan harga beras ini merupakan sinyal positif dari masifnya intervensi SPHP.
“Intervensi beras SPHP di pasaran terbukti efektif menjaga stabilitas harga. Dengan sinergi pemerintah pusat, daerah, hingga jaringan distribusi, harga beras mulai turun di berbagai wilayah,” ujar Arief.
Penyaluran harian beras SPHP terus mengalami peningkatan. Pada Selasa, 19 Agustus 2025, realisasi penyaluran harian SPHP oleh Perum BULOG di seluruh Indonesia menembus lebih dari 6.000 ton. Sejak awal pendistribusian di bulan Juli 2025, beras SPHP telah tersalurkan 45 ribu ton di seluruh Indonesia.
Keberhasilan ini tidak terlepas dari dukungan penuh berbagai pihak, mulai dari TNI, Polri, Pemerintah Daerah, BUMN, para pedagang di pasar rakyat, ritel modern hingga Rumah Pangan Kita (RPK) sebagai saluran distribusi SPHP ke masyarakat.
Baca Juga: Bulog Capai 92,79% Target Serapan Gabah, Stok Beras Aman
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan komitmen Bulog dalam mendukung program stabilisasi pangan nasional.
“Kami ucapkan terima kasih atas support yang luar biasa dari berbagai pihak, termasuk pedagang, instansi, dan lembaga yang terus masif menyalurkan beras SPHP. Hasilnya, harga beras semakin stabil dan mulai turun di beberapa daerah,” kata Rizal.
Lebih lanjut, Rizal juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang telah memilih beras Bulog.
“Terima kasih kepada masyarakat Indonesia yang telah mempercayai dan memilih beras Bulog. Kami berkomitmen menjaga kualitas beras yang baik, sehat, nikmat dikonsumsi dengan harga terjangkau,” tambah Rizal.
Gubernur Banten Andra Soni menegaskan dukungan penuh Pemerintah Provinsi terhadap penyaluran SPHP.
"Pemprov Banten siap terus bersinergi dengan Bulog dan Bapanas agar beras SPHP bisa menjangkau masyarakat lebih luas, sehingga inflasi terkendali dan daya beli masyarakat tetap terjaga,” ujar Andra.
Senada dengan itu, Wali Kota Serang Budi Rustandi juga menegaskan bahwa kehadiran beras SPHP telah dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Kami melihat langsung bagaimana SPHP ini membuat harga beras lebih terjangkau. Pemerintah Kota Serang akan terus mendukung program ini agar manfaatnya semakin dirasakan warga,” ungkap Budi.***
Berita Terkait
-
Perum Bulog Catat Realisasi Penyaluran Beras SPHP Capai 45.000 Ton
-
Pastikan Penyaluran Beras SPHP, Dirut Perum Bulog Sidak ke Pasar Rau Serang
-
Beras SPHP Disalurkan ke Provinsi Banten, Mendagri Tito Pantau Langsung
-
Jangan Kaget! Beli Beras Murah Bulog Sekarang Ada Batasnya
-
Sekjen Kemendagri Minta Pemda Dukung Perum Bulog Realisasikan Program SPHP: Stabilisasi Harga Beras
Terpopuler
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
Pilihan
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
-
Mandiri Tunas Finance Terancam Sanksi OJK Buntut Debt Collector Tusuk Advokat
Terkini
-
Tak Semua Huntap di Daerah Bencana Sumatera Rampung Sebelum Lebaran
-
Menteri PKP: 133.000 Rumah Subsidi Berdiri di Jateng dan Jatim di 2026
-
Mandiri Tunas Finance Terancam Sanksi OJK Buntut Debt Collector Tusuk Advokat
-
Pemerintah Ingatkan Industri Kualitas Genteng Harus Dijaga Dalam Program Gentengisasi
-
Fenomena Rojali-Rohana Disorot BPS, Sensus Ekonomi Mau Bongkar Aktivitas Tersembunyi
-
Pesan Dirut LPDP ke Alumni: Lu Pakai Duit Pajak, Ingat Itu!
-
China Jengah Kesepakatan Prabowo-Trump, Mau Cabut Investasi di Indonesia?
-
Kemenkeu Luruskan Pajak Digital RI & AS, Google-Netflix Tetap Kena Pajak
-
Tak Bisa Cuma Andalkan APBN, Menteri PKP Maruarar Sirait Tagih Kolaborasi Daerah dan Swasta
-
Sorak-sorai Pengusaha AS Kala Trump Tekuk Prabowo di Negosiasi Dagang