Suara.com - PT Pegadaian menerima penghargaan bergengsi Sinergi Kemitraan Layanan Bank Indonesia atas peran strategisnya dalam mendukung distribusi uang layak edar hingga ke pelosok. Apresiasi ini diserahkan langsung oleh Direktur Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia, Budi Sudaryono, kepada Direktur Pemasaran, Penjualan dan Pengembangan Produk PT Pegadaian, Selfie Dewiyanti, dalam acara Festival Rupiah Berdaulat Indonesia (FERBI) 2025 yang berlangsung di Istora Senayan Jakarta, pada Sabtu, (16/8/2025).
Penghargaan ini menjadi pengakuan atas keberhasilan Pegadaian dalam pilot project kolaborasi di Kalimantan Selatan. Melalui sinergi ini, Pegadaian memanfaatkan jaringan luasnya untuk memastikan ketersediaan uang rupiah yang memadai di daerah-daerah terpencil.
Budi Sudaryono dari Bank Indonesia menekankan pentingnya kemitraan ini.
"Bank Indonesia tidak mungkin berjalan sendiri dalam mengedarkan uang. Kami membutuhkan mitra strategis seperti Pegadaian untuk memastikan uang layak edar menjangkau masyarakat hingga ke pelosok," ujarnya.
"Kami berharap kesuksesan pilot project di Kalimantan Selatan ini dapat menjadi titik awal untuk perluasan program ke seluruh Indonesia."
Menyambut baik penghargaan ini, Selfie Dewiyanti mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kepercayaan yang diberikan Bank Indonesia. "Penghargaan ini adalah wujud kepercayaan terhadap jaringan layanan kami yang mencapai lebih dari 4.000 outlet di seluruh Indonesia, termasuk di wilayah 3T (terdepan, tertinggal, dan terluar)," kata Selfie.
Ia menambahkan, sinergi ini tidak hanya tentang distribusi uang, tetapi juga membuka peluang edukasi keuangan bagi masyarakat. "Kami berkomitmen penuh mendukung Bank Indonesia agar masyarakat mudah mendapatkan akses uang layak edar. Di saat yang sama, kami juga dapat mengenalkan manfaat produk dan layanan Pegadaian sehingga semakin banyak masyarakat yang melek finansial," tutupnya.
Sebagai informasi, Festival Rupiah Berdaulat Indonesia (FERBI) 2025, yang mengusung tema “Sinergi Erat Menjaga Rupiah Berdaulat”, diselenggarakan pada 15–17 Agustus. Selain penganugerahan, acara ini juga menampilkan pameran, talkshow, hingga layanan penukaran uang untuk masyarakat.
Baca Juga: Jadi Tersangka Korupsi CSR BI-OJK, Begini Penampakan Ruang Kerja Heri Gunawan dan Satori di Senayan
Berita Terkait
-
Bos BI Yakin Ekonomi RI Bakal Tembus 5,4 Persen di 2025, Apa Faktornya?
-
Bos BI Sentil Perbankan yang Belum Turunkan Bunga Kredit
-
Suku Bunga Kredit Mulai Turun, Sektor Ini yang Paling Diuntungkan
-
Harga Emas di Pegadaian 21 Agustus Hari Ini, Emas Antam Jadi Lebih Murah!
-
Anggota DPR Tersangka Kasus CSR BI, Ini Dalih KPK Belum Tahan Satori dan Heri Gunawan
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
Swasembada Beras Sudah Sejak 2018, Apa yang Mau Dirayakan?
-
Kemenperin Adopsi Sistem Pendidikan Vokasi Swiss untuk Kembangkan SDM
-
Dukung Ekonomi Kerakyatan, Bank Mandiri Salurkan KUR Rp 41 Triliun hingga Desember 2025
-
Realisasi Konsumsi Listrik 2025 Tembus 108,2 Persen dari Target
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kementerian PU Percepat Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang, 7 Blok Rampung untuk 84 KK
-
Purbaya Yakin MBG Paling Cepat Habiskan Anggaran di Awal 2026
-
Beban Impor LPG Capai 8,4 Juta Ton, DME Diharapkan Jadi Pengganti Efektif
-
Defisit APBN 2025 Hampir 3 Persen, Purbaya Singgung Danantara hingga Penurunan Pajak
-
Target IHSG Tembus 10.000, OJK: Bukan Tak Mungkin untuk Dicapai