Suara.com - Ketakutan publik dan pelaku usaha untuk memutar lagu di ruang komersial perlahan sirna.
Polemik royalti yang sempat memanas antara komposer dan penyanyi kini memasuki babak baru yang lebih sejuk setelah DPR RI turun tangan.
Di balik layar proses mediasi yang rumit ini, sorotan tajam mengarah pada satu figur kunci: Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad.
Dasco dinilai berhasil memainkan peran sentral sebagai juru damai, mendudukkan semua pemangku kepentingan—mulai dari pencipta lagu, penyanyi, pemerintah, hingga Lembaga Manajemen Kolektif (LMK)—di satu meja untuk mencari solusi.
Hasilnya, tercapai kesepakatan sementara agar masyarakat tidak lagi ragu memutar musik, sembari semua pihak berkomitmen untuk mengawal revisi Undang-Undang Hak Cipta yang lebih berkeadilan.
Pakar komunikasi politik dari Indikator Politik Indonesia, Bawono Kumoro, menyebut Dasco sebagai figur sentral yang mampu menjadi penengah efektif dalam sengkarut yang sudah berlangsung lama ini.
Menurutnya, politisi Partai Gerindra itu kembali menunjukkan kapasitasnya dalam meredam isu panas di ruang publik.
"Dasco kembali menjadi figur kunci meredam polemik. Dia menjadi jembatan komunikasi sekaligus juga berhasil mendudukkan bersama komposer atau pencipta lagu dengan para artis penyanyi guna mencari jalan tengah terkait polemik royalti lagu dengan mendorong kedua pihak agar secara bersama-sama turut berkontribusi dalam proses revisi Undang-Undang Hak Cipta," kata Bawono, Senin (25/8/2025).
Bagi Bawono, ini bukanlah kali pertama Dasco menunjukkan "tangan dinginnya".
Baca Juga: Ari Lasso Lega LMK Dibekukan: Honor Musisi Kafe Dipotong 20 Persen Buat Bayar WAMI
Ia mengungkit rekam jejak Dasco sebagai mediator dalam sengketa pelik lainnya, seperti perebutan empat pulau antara Provinsi Aceh dan Sumatera Utara beberapa waktu lalu.
Dalam kasus tersebut, Dasco juga berperan sebagai jembatan komunikasi yang proporsional, mencegah konflik horizontal yang lebih luas.
Kemampuan ini, menurut Bawono, tidak lepas dari posisi strategis yang dipegang Dasco, baik di parlemen maupun di partai penguasa.
"Posisinya sebagai wakil ketua DPR dan ketua harian Gerindra, dia telah menempatkan diri secara tepat dan proporsional sebagai jembatan komunikasi antara berbagai pihak, tak sebatas legislatif-eksekutif," kata dia.
Penghargaan dari Presiden dan Bukti Kinerja
Kinerja Dasco dalam menyelesaikan masalah-masalah politik dan regulasi strategis ini dinilai sepadan dengan pengakuan yang baru saja ia terima dari negara.
Bawono mengaitkan peran efektif Dasco dengan penganugerahan Tanda Kehormatan Bintang Republik Indonesia Utama yang disematkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto kepadanya.
Menurut Bawono, penghargaan tersebut adalah sebuah validasi atas kontribusi nyata Dasco dalam menjaga stabilitas politik dan mengawal agenda-agenda penting nasional.
Ia tidak heran jika Presiden Prabowo, yang juga merupakan atasannya di Partai Gerindra, memberikan apresiasi tertinggi tersebut.
"Ya tak mengherankan bisa dianugerahi Bintang Republik Indonesia Utama oleh Presiden Prabowo. Dia memiliki jasa andil dalam bidang politik kebangsaan terutama mengawal regulasi-regulasi strategis nasional," ujar Bawono.
Kini, berkat mediasinya, bola panas polemik royalti telah berpindah ke ranah legislasi yang lebih konstruktif.
Para musisi, baik pencipta lagu maupun penyanyi, kini memiliki forum resmi di DPR untuk memperjuangkan aspirasi mereka dalam revisi UU Hak Cipta, sebuah langkah maju yang diharapkan dapat menciptakan ekosistem musik Indonesia yang lebih sehat dan adil bagi semua pihak.
Tag
Berita Terkait
-
Ari Lasso Lega LMK Dibekukan: Honor Musisi Kafe Dipotong 20 Persen Buat Bayar WAMI
-
Ariel NOAH-Ahmad Dhani Panas, Charly Van Houten Serukan 'Ruwat Massal'
-
LMKN Punya Komisioner Baru, Anji Tetap Pesimis: Orangnya Itu-Itu Aja
-
Charly van Houten: Publik Tak Ingat Debat Royalti, Tapi Karya yang Menyentuh Hati
-
Dasco: Anggota DPR yang Standby di Senayan Harap Temui Demonstran
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Emas Antam Tiba-tiba Anjlok Tajam, Tapi Masih Dibanderol Rp 3 Juta/Gram
-
Petani Terancam, Wacana Pembatasan Tar-Nikotin Dinilai Bisa Ganggu Serapan Hasil Panen
-
Cetak Laba Rp68,11 Miliar, Emiten CASH Fokus di Sistem Pembayaran Digital
-
Rupiah Masih Belum Punya Tenaga, Dolar AS Masih di Level Rp16.839
-
Produsen Mie Sedaap PHK Massal Jelang Lebaran 2026 Demi Hindari Bayar THR
-
IHSG Bangkit dari Koreksi, Kembali ke Level 8.300
-
McDonald's RI Mulai Ekspansif Lagi
-
Impor Pikap India Lebih Murah, Agrinas Klaim Efisiensi Rp 46,5 Triliun
-
Duo Emiten 'BUMI' Masuk Daftar Saham Paling Banyak Dibeli dan Dijual Asing
-
Gaduh Perjanjian Dagang RI-AS, Prof Harris: Jaga Kedaulatan Jangan Pakai Emosi Sesaat!