- IHSG Masih Kuat Bertahan Menguat di Awal Perdagangan Rabu
- Kondisi Kondusif Jadi Pendorong IHSG Bisa Bergerak Perkasa
- IHSG Diproyeksikan Lanjutkan Tren Penguatan
Suara.com - Perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih betah di zona hijau pada perdagangan awal, Rabu, 3 September 2025. IHSG dibuka menguat ke level 7.843.
Mengutip data Bursa Efek Indonesia, IHSG hingga pukul 09.03 WIB masih terus menghijau ke level 7.855 atau naik 54.23 poin atau secara persentase 0,70 persen.
Pada perdagangan pada waktu itu, sebanyak 1,69 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 1,50 triliun, serta frekuensi sebanyak 117.700 kali.
Dalam perdagangan di waktu tersebut, sebanyak 335 saham bergerak naik, sedangkan 123 saham mengalami penurunan, dan 498 saham tidak mengalami pergerakan.
Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada waktu itu diantaranya, ADES, ANTM, ARTA, BRAM, CDBK, CPIN, DCII, DSSA, GGRM, INDF, INTP.
Sementara saham-saham yang terdaftar top Looser di perdagangan waktu itu diantaranya, AGII, BBCA, BRPT, BUAH, JECC, KBLM, KETR, MKPI, MORA. MTWI, PRAY, SILO.
Proyeksi IHSG
IHSG diperkirakan melanjutkan tren penguatan pada perdagangan Rabu (3/9/2025). Riset harian CGS International Sekuritas Indonesia menyebut, dukungan datang dari kondisi domestik yang semakin kondusif serta kenaikan harga emas dan sejumlah komoditas utama.
Dalam laporannya, analis menilai IHSG berpotensi bergerak di kisaran support 7.735/7.670 dan resistance 7.870/7.935.
Baca Juga: Situasi Makin Kondusif, IHSG Ditutup Terbang ke Level 7.801
"Semakin kondusifnya situasi di dalam negeri dan kembali naiknya harga emas serta beberapa komoditas lain diprediksi akan menjadi sentimen positif untuk indeks harga saham gabungan,"tulis CGS International Sekuritas Indonesia dalam riset hariannya.
Dari pasar global, bursa Wall Street dibuka bulan September dengan pelemahan. Indeks Dow Jones ditutup turun 0,55 persen ke 45.295,81, S&P 500 melemah 0,69 persen ke 6.415,54, sementara FTSE 100 juga terkoreksi 0,87 persen ke 9.116,69. Adapun indeks Nikkei di Jepang justru menguat 0,29 persen ke level 42.310,49.
Tekanan di pasar AS dipicu kekhawatiran investor terhadap kebijakan tarif impor serta naiknya imbal hasil obligasi pemerintah. Hal ini tak lepas dari putusan pengadilan federal Amerika yang menyatakan kebijakan tarif impor era Donald Trump sebagian besar ilegal karena merupakan kewenangan kongres.
Meski begitu, Trump menegaskan akan mengajukan banding ke Mahkamah Agung, sehingga tarif impor masih tetap berlaku hingga ada keputusan final. Spekulasi kemungkinan pengembalian tarif impor yang telah dibayarkan importir ikut memicu lonjakan imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun dan 30 tahun ke 4,27 persen dan 4,97 persen.
Sementara itu, dari pasar komoditas, harga emas dunia tercatat naik 1,64 persen ke USD 3.533,16 per troy ounce, minyak menguat 2,47 persen ke USD 65,59 per barel, sementara CPO juga menguat 1,74 persen ke 4.383. Kenaikan ini diprediksi memberi sentimen positif tambahan bagi IHSG.
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
Terkini
-
Usai 'Dikeroyok' Sentimen Negatif, IHSG Jadi Indeks Berkinerja Paling Buruk di Dunia
-
Pertamina Integrasikan Tiga Anak Usaha ke Sub Holding Downstream
-
PANI Tutup 2025 dengan Pra Penjualan Rp4,3 Triliun, Capai Target 100%
-
Moodys Goyang Outlook 7 Raksasa Korporasi Indonesia: BUMN Mendominasi
-
IHSG Loyo ke Level 7.935 Pekan Ini, Investor Asing Masih 'Buang Barang' Rp11 Triliun
-
MBG Diperlukan Di Tengah Tantangan Ekonomi?
-
POP Merek: Terobosan DJKI Percepat Layanan Publik Dalam 10 Menit
-
Pupuk Indonesia Gandeng 1.620 Inovator Demi Perkuat Kemandirian Pangan Nasional
-
Industri Sawit RI Sumbang Output Rp1.119 Triliun dan Serap 16,5 Juta Pekerja
-
Tukar Uang di BCA Minimal Berapa? Ini Tata Cara Jelang Ramadan 2026