Suara.com - Pada perdagangan Senin (8/9/2025) kemarin, sentimen positif melanda pasar saham global saat IHSG ambruk pasca reshuffle Menteri Keuangan, Sri Mulyani.
Indeks-indeks utama Wall Street dan bursa saham di Asia kompak menguat, menunjukkan optimisme pasar yang berlawanan dengan laporan ketenagakerjaan AS yang lesu pekan sebelumnya.
Wall Street Menguat, Nasdaq Cetak Rekor Baru
Indeks saham Wall Street ditutup menguat signifikan, bahkan Nasdaq yang didominasi oleh saham-saham teknologi berhasil mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (all-time high).
Indeks Nasdaq naik 0,45%, diikuti oleh S&P 500 yang menguat 0,21%, dan Dow Jones Industrial Average bertambah 0,25%.
Kenaikan ini dipimpin oleh saham-saham produsen chip seperti Broadcom dan Nvidia. Saham Broadcom melonjak 3%, sementara Nvidia menguat hampir 1% setelah sempat mengalami tekanan sepanjang bulan lalu.
Raksasa teknologi lain seperti Amazon dan Microsoft juga mencatatkan kenaikan. Menurut Ross Mayfield, Investment Strategist di Baird Private Wealth Management, momentum belanja terkait kecerdasan buatan (AI) masih sangat kuat dan tidak hanya terbatas pada kelompok Magnificent Seven.
Para pelaku pasar kini menantikan rilis dua data inflasi penting AS minggu ini, yaitu Indeks Harga Produsen (PPI) pada Rabu (10/9/2025) dan Indeks Harga Konsumen (CPI) pada Kamis (11/9/2025).
Data ini akan menjadi petunjuk tambahan mengenai langkah The Fed selanjutnya. Laporan ketenagakerjaan AS yang mengecewakan minggu lalu telah meningkatkan harapan bahwa bank sentral akan memangkas suku bunga acuannya dalam rapat akhir September.
Baca Juga: Bukan Mundur, Bukan Dicopot: Alasan Sebenarnya Sri Mulyani Diganti Terungkap!
Bursa Asia Menguat di Tengah Dinamika Politik
Bursa saham di Asia juga mengawali pekan dengan performa positif. Indeks Nikkei 225 Jepang melesat 1,45% dan Topix naik 1,06%.
Reli di pasar Jepang ini dipicu oleh berita pengunduran diri Perdana Menteri Shigeru Ishiba. Langkah ini menimbulkan spekulasi bahwa penggantinya akan mendorong belanja pemerintah yang lebih besar, memicu optimisme investor.
Di Korea Selatan, indeks Kospi naik 0,45% dan Kosdaq menguat 0,89%. Kenaikan ini didorong oleh reli saham sektor konstruksi setelah pemerintah mengumumkan kebijakan baru untuk mengatasi kekurangan perumahan di Seoul.
Sementara itu, bursa lain seperti Hang Seng Hong Kong, Shanghai Composite, dan Taiex Taiwan juga ditutup di zona hijau.
Analisis Teknis dan Ide Trading IHSG Hari Ini
Berita Terkait
-
Dito Ariotedjo Ambil Barang Pribadi Setelah Dicopot Jadi Menpora
-
Mahfud MD Terkejut dengan Pencopotan BG dalam Reshuffle Kabinet Prabowo
-
Baru Dilantik Prabowo, Kekayaan Menteri P2MI Mukhtarudin Capai Rp 17,9 Miliar
-
Dito Ariotedjo Dicopot dari Menpora, Bahlil Langsung Setor Nama Pengganti, Puteri Komarudin?
-
Istana Bantah Reshuffle Kabinet Ajang 'Operasi Bersih-bersih' Orang Jokowi
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Rupiah Ambruk Karena Kondisi Fiskal, Panda Bond dan Swap Currency Tak Selesaikan Masalah
-
Fundamental Terjaga, Tugu Insurance Bukukan Laba Rp265,62 Miliar di Kuartal I-2026
-
Investor Masih Kabur saat IHSG Menguat? Rupiah Kuncinya
-
Bahlil Mau Terapkan Skema Bagi Hasil Migas di Sektor Pertambangan
-
Ada Pejabat Baru di Lingkungan Kementerian ESDM, Ini Daftarnya
-
Pengamat Ingatkan Efek Pelemahan Rupiah Bikin APBN Berdarah-darah
-
Bahlil Fokus Ganti LPG 3 Kg ke CNG, Berapa Harga Jualnya?
-
Dirikan Learning Center di Fakultas Pertanian UGM, Wujud Kepedulian BRI terhadap Pendidikan
-
Rupiah Turun Terus, Purbaya Siapkan Dana Stabilisasi Obligasi
-
Pengamat: Aturan Soal Migas Jadi Biang Kerok Rupiah Terus Jeblok