-
Harga emas Antam hari ini stagnan Rp2.235.000 per gram, buyback tetap
-
Harga emas dunia melemah karena The Fed diimbau hati-hati potong suku bunga
-
Goldman Sachs proyeksikan harga emas capai US$4.300 per ons tahun 2026
Suara.com - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada hari Jumat, 3 Oktober 2025 untuk ukuran satu dibanderol di harga Rp 2.235.000 per gram.
Dikutip dari situs Logam Mulia, harga emas Antam itu stagnan atau sama dibandingkan hari Kamis, 2 Oktober 2025 sebelumnya.
Sementara itu, harga Buyback (beli kembali) emas Antam dibanderol di harga Rp 2.082.000 per gram.
Harga buyback itu juga masih sama dibandingkan dengan harga buyback hari Kamis kemarin.
Seperti dilansir dari laman resmi Logam Mulia Antam, berikut adalah harga emas antam pada hari ini:
- Emas 0,5 Gram Rp 1.167.500
- Emas 1 Gram Rp 2.235.000
- Emas 2 gram Rp 4.410.000
- Emas 3 gram Rp 6.590.000
- Emas 5 gram Rp 10.950.000
- Emas 10 gram Rp 21.845.000
- Emas 25 gram Rp 54.487.000
- Emas 50 gram Rp 108.895.000
- Emas 100 gram Rp 217.712.000
- Emas 250 gram Rp 544.015.000
- Emas 500 gram Rp 1.087.820.000
- Emas 1.000 gram Rp 2.175.600.000
Perlu diingat, harga tersebut belum termasuk pajak penghasilan (PPh) sebesar 0,45 persen bagi pemegang NPWP dan 0,9 persen yang tidak memiliki NPWP. Pengenaan PPh ini sesuai dengan PMK Nomor 34/OMK.19/2017.
Harga Emas Mulai Akhirnya Melemah
Harga emas dunia melemah pada perdagangan Kamis (2/10/2025), mundur dari rekor tertinggi yang sempat disentuh di awal sesi. Tekanan ini muncul setelah Presiden Federal Reserve Bank of Dallas, Lorie Logan, meminta kehati-hatian dalam pemangkasan suku bunga lebih lanjut.
Mengutip Reuters, harga emas spot turun 0,5 persen menjadi USD 3.845,78 per ons pada pukul 14.15 ET (18.15 GMT). Sementara kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Desember ditutup 0,8 persen lebih rendah di USD 3.868,1 per ons.
Baca Juga: Harga Emas Hari Ini Turun Berjamaah: Emas Antam Turun Tipis, Galeri 24 Paling Anjlok
Sebelumnya, emas sempat menembus rekor tertinggi US$3.896,49 per ons di awal sesi, terdorong oleh berlanjutnya penutupan pemerintahan AS (government shutdown) yang kini memasuki hari kedua.
Logan mengatakan pemangkasan suku bunga bulan lalu sudah menjadi langkah antisipasi untuk menjaga pasar tenaga kerja, namun bank sentral perlu “berhati-hati” dalam memangkas suku bunga lebih jauh.
"Harga emas melemah setelah komentar tersebut. Meskipun satu gubernur Fed belum tentu akan menentukan arah kebijakan Fed secara keseluruhan, hal ini menimbulkan kekhawatiran di pasar tentang seberapa agresif Fed dalam pertemuan berikutnya," ujar Bob Haberkorn, ahli strategi pasar di RJO Futures.
Meski demikian, pedagang masih memperkirakan 99 persen kemungkinan The Fed akan kembali memangkas suku bunga pada pertemuan bulan ini. Lingkungan suku bunga rendah dinilai mendukung reli emas, yang telah naik 47 persen sepanjang tahun ini.
Situasi ketidakpastian politik dan ekonomi di AS juga semakin mengerek permintaan safe haven. Penundaan rilis data ekonomi penting, termasuk laporan penggajian non-pertanian (NFP), menambah keraguan investor.
“Dengan ketegangan perdagangan dan tarif yang membentuk lanskap global, serta titik panas geopolitik yang belum menunjukkan tanda-tanda penyelesaian, lingkungan tetap mendukung permintaan aset safe haven,” tulis StoneX dalam sebuah catatan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
Kontradiksi Efisiensi Pemerintah saat Ekonomi Lagi Susah
-
Gebrakan Ketua Komisi XII DPR Bambang Patijaya: Raih KWP Award 2026 Lewat Visi Transisi Energi
-
Bahlil Pastikan Stok BBM Aman: ICP Baru Naik 7 Dolar AS
-
Mendag: Harga Minyak Goreng Naik Akibat Mahalnya Plastik
-
Akan Beli Minyak dari Rusia, Bahlil Upayakan Dapat Harga Murah
-
Prediksi Purbaya: Defisit APBN Turun ke 2,8 Persen
-
Harga Minyakita Meroket, Mendag: Stoknya Memang Terbatas
-
IHSG Terus Memerah Hingga Akhir Perdagangan ke Level 7,621, Cek Saham yang Cuan?
-
Tak Cukup Kasih Modal, UMKM Perlu Akses Pasar Agar Naik Kelas
-
S&P Sorot Rasio Utang RI, Purbaya Klaim Belum di Level Berbahaya