-
Diskon 50 persen tarif listrik ESDM dinilai tepat sasaran ringankan beban
-
Kebijakan ini beri manfaat ekonomi dan dampak psikologis positif masyarakat
-
Diskon listrik efektif jaga kepercayaan publik dan stabilitas sosial-ekonom
Suara.com - Kebijakan pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang memberikan diskon tarif listrik sebesar 50 persen di awal tahun dinilai tepat sasaran dan membantu meringankan beban masyarakat di tengah tekanan ekonomi.
Pengamat kebijakan publik Agus Pambagio mengatakan, kebijakan ini menunjukkan kepedulian pemerintah terhadap kondisi masyarakat yang tengah menghadapi kenaikan harga barang dan kebutuhan pokok.
"Kebijakan tersebut sudah tepat sasaran. Kebijakan itu bukan hanya mengurangi beban finansial masyarakat, tetapi juga menjadi sinyal kuat pemerintah hadir saat ada tekanan ekonomi," ujarnya seperti dikutip, Rabu (8/10/2025).
Agus menilai, di bawah kepemimpinan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, langkah pemberian diskon listrik tersebut memberikan manfaat ganda. Selain manfaat ekonomi langsung, kebijakan ini juga membawa efek psikologis positif bagi masyarakat.
"Selain manfaat ekonomi langsung, ada juga dampak psikologis yang penting," katanya.
Menurut Agus, dampak psikologis dari kebijakan tersebut berperan penting dalam menjaga kepercayaan publik terhadap pemerintah, terutama di saat masyarakat menghadapi tekanan biaya hidup.
"Diskon tarif listrik memberikan efek positif secara psikologis, yang sangat penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Hal ini juga berkontribusi pada stabilitas sosial dan ekonomi secara lebih luas," tambahnya.
Lebih lanjut, Agus menilai kebijakan diskon listrik ini bisa menjadi instrumen fleksibel dan responsif yang dapat diterapkan kembali di masa depan, asalkan tetap memperhatikan kondisi APBN serta situasi ekonomi domestik dan global.
Jadi harus jangka pendek dan tidak bisa terus menerus seperti Bansos. Diskon juga harus diberikan untuk pelanggan di bawah 2200 VA. Dengan demikian, masyarakat mampu tidak perlu diberikan diskon karena terkait dengan subsidi dari anggaran negara," katanya.
Baca Juga: Bahlil Jawab Kritikan DPR soal PP Minerba yang Tak Kunjung Terbit!
Agus menegaskan, kebijakan seperti ini efektif untuk meredam kekhawatiran masyarakat terhadap kenaikan biaya hidup, sekaligus memperkuat ikatan sosial antara pemerintah dan rakyat.
"Melalui kebijakan tersebut, pemerintah diharapkan terus hadir sebagai pelindung dan pendukung utama masyarakat, terutama kelompok yang rentan terhadap gejolak ekonomi," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
OJK Ungkap Kejahatan di BPR Panca Dana: Kredit Fiktif dan Pencairan Deposito Nasabah
-
Diduga Lakukan Penipuan Kripto, Bisnis AMG Pantheon Ditutup Paksa
-
Bantah Dokumen Perjanjian Tarif Resiprokal, Haikal Hasan: Produk Impor AS Wajib Sertifikat Halal
-
Menteri PKP Buka Peluang Integrasikan Program Gentengisasi dengan Bantuan Perumahan
-
APBN Tekor Rp 695,1 T, Purbaya Klaim Ekonomi RI Masih Aman: Lebih Jago dari Malaysia & Vietnam
-
Dukung Dasco soal Tunda Impor Mobil Pikap India, Kadin: Nanti Jadi Bangkai
-
Purbaya Perpanjang Dana SAL Rp 200 T hingga 6 Bulan: Bank Tak Perlu Khawatir!
-
OJK Tabuh Genderang Perang! Influencer Saham 'Nakal' Terancam Sanksi Berat
-
Perang Cashback Ramadan 2026 Memanas, Platform Adu Strategi Gaet Pengguna
-
Heboh Rencana Impor 105 Ribu Mobil Pick-Up India Buat Kopdes Merah Putih, Istana Irit Bicara