- Harga emas Antam per 17 November 2025 untuk 1 gram tercatat Rp 2.351.000, naik Rp 3.000 dari hari sebelumnya, sementara harga beli kembali Rp 2.212.000.
- Harga emas batangan Antam bervariasi berdasarkan berat gramasi, dan nominal tersebut belum termasuk pajak penghasilan sesuai regulasi PMK Nomor 34/OMK.19/2017.
- Emas spot dunia menguat ke level USD 4.105 setelah penutupan pemerintah AS berakhir, meskipun ekspektasi penurunan suku bunga The Fed mulai meredup.
Suara.com - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada hari Senin, 17 November 2025 untuk ukuran satu dibanderol di harga Rp 2.351.000 per gram.
Dikutip dari situs Logam Mulia, harga emas antam itu mulai naik lagi Rp 3.000 dibandingkan hari Minggu, 16 November 2025 sebelumnya.
Sementara itu, harga Buyback (beli kembali) emas Antam dibanderol di harga Rp 2.212.000 per gram.
Harga buyback itu melesat Rp 3.000 dibandingkan dengan harga buyback hari Minggu kemarin.
Seperti dilansir dari laman resmi Logam Mulia Antam, berikut adalah harga emas antam pada hari ini:
- Emas 0,5 Gram Rp 1.225.000
- Emas 1 Gram Rp 2.351.000
- Emas 2 gram Rp 4.642.000
- Emas 3 gram Rp 6.938.000
- Emas 5 gram Rp 11.530.000
- Emas 10 gram Rp 23.005.000
- Emas 25 gram Rp 57.387.000
- Emas 50 gram Rp 114.695.000
- Emas 100 gram Rp 229.312.000
- Emas 250 gram Rp 573.015.000
- Emas 500 gram Rp 1.145.820.000
- Emas 1.000 gram Rp 2.291.600.000
Perlu diingat, harga tersebut belum termasuk pajak penghasilan (PPh) sebesar 0,45 persen bagi pemegang NPWP dan 0,9 persen yang tidak memiliki NPWP. Pengenaan PPh ini sesuai dengan PMK Nomor 34/OMK.19/2017.
Harga Emas Dunia Mulai Pulih
Harga emas dunia bergerak menguat tipiss etelah dua hari melemah. Mengutip FXStreet, emas spot USD pulih ke level USD 4.105 seiring tekanan pada Dolar AS (USD) yang mulai mereda.
Kenaikan ini terjadi di tengah sentimen pasar yang membaik usai Pemerintah Amerika Serikat kembali dibuka. Presiden AS Donald Trump pekan lalu menandatangani RUU pendanaan yang mengakhiri penutupan pemerintah (government shutdown) selama 43 hari yang terlama dalam sejarah AS. Para pegawai federal pun telah diminta kembali bekerja sejak Kamis.
Baca Juga: Harga Emas di Pegadaian Stabil, per Gram Belum Tembus Rp 2,5 Juta
Meski demikian, investor masih menghadapi ketidakpastian lantaran sederet data ekonomi AS tertunda rilis akibat shutdown berkepanjangan tersebut.
Analis memperkirakan ketika data-data itu kembali dipublikasikan, hasilnya bisa menunjukkan pelemahan pasar tenaga kerja dan tanda perlambatan ekonomi. Kondisi ini berpotensi menggerus Dolar AS dan menjadi katalis positif bagi harga emas yang berdenominasi USD.
Di sisi lain, laju reli emas kemungkinan masih terbatas. Hal ini dipicu sikap hawkish beberapa pejabat Federal Reserve yang meredupkan ekspektasi pemangkasan suku bunga pada Desember. Presiden Fed Kansas City, Jeffery Schmid, menegaskan bahwa kebijakan moneter saat ini sudah “cukup restriktif” dan perlu tetap “berpihak pada pertumbuhan permintaan.”
Pasar kini menghitung peluang sekitar 54 persen bahwa The Fed akan menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin pada pertemuan Desember mendatang. Angka ini turun dibandingkan probabilitas 62,9% pada awal pekan lalu, menurut CME FedWatch Tool.
Pelaku pasar juga akan mencermati serangkaian pidato pejabat The Fed pada Senin mendatang, termasuk John Williams, Philip Jefferson, Neel Kashkari, dan Christopher Waller, untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut terkait arah kebijakan moneter.
Berita Terkait
Terpopuler
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- 7 HP 5G Termurah 2026 Rp1 Jutaan, Tawarkan Chip Kencang dan Memori Lega
- 5 HP dengan Kamera Leica Termurah, Kualitas Flagship Harga Ramah di Kantong
- 16 Februari 2026 Bank Libur atau Tidak? Ini Jadwal Operasional BCA hingga BRI
- 5 Pilihan Mesin Cuci 2 Tabung Paling Murah, Kualitas Awet dan Hemat Listrik
Pilihan
-
Persib Bandung Bakal Boyong Ronald Koeman Jr, Berani Bayar Berapa?
-
Modus Tugas Kursus Terapis, Oknum Presenter TV Diduga Lecehkan Seorang Pria
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
Terkini
-
PLN, MEBI, dan HUAWEI Resmikan SPKLU Signature dengan Ultra-Fast Charging dan Split Charging Pertama
-
Harga Cabai Masih 'Pedas', Bapanas Siapkan Intervensi
-
Kemendag Keluarkan Harga Patokan Eskpor Komoditas Tambang, Ini Daftarnya
-
Menkeu Purbaya Resmi Alihkan Dana Desa Rp34,5 T ke Koperasi Merah Putih
-
Pabrik Alas Kaki di Jombang Pakai PLTS, Kapasitas Tembus 3,7 MWp
-
Bisnis Emas BSI Melesat 100 Persen dalam 8 Bulan
-
Pengangguran Menurun, Tapi 50 Persen Tenaga Kerja Masih 'Salah Kamar'
-
Rating Indonesia Turun, Purbaya Serang Balik: Saya Ingin Membuat Reputasi Moody's Jeblok
-
Emiten BFIN Andalkan Program Loyalitas Dongkrak Pembiayaan Mobil Bekas
-
Dalih Purbaya Bikin Defisit APBN Nyaris 3 Persen: Kalau Tidak Kita Bisa Jatuh Seperti 1998