- Analisis teknikal menunjukkan Bitcoin (BTC) pada kisaran US$91.000 berpotensi mengalami reversal bearish signifikan menuju US$67.000 akibat pola Head & Shoulders.
- Pola H&S ini dikonfirmasi aktif jika harga menembus level neckline krusial di US$86.000.
- Skenario bearish batal hanya jika kekuatan bullish berhasil menembus dan bertahan kuat di atas puncak tertinggi historis.
Suara.com - Harga Bitcoin (BTC) yang saat ini bergerak di kisaran US$91.000 tengah berada di persimpangan kritis. Analisis teknikal menunjukkan adanya sinyal reversal bearish yang kuat, berpotensi memicu skenario terburuk di mana harga mata uang kripto terbesar di dunia ini dapat terjun bebas hingga ke level US$67.000.
Menurut analis Tri Agung, seperti dilansir Beincrypto, level-level krusial yang wajib dipantau investor pekan ini adalah resistance di US$110.000, neckline (garis leher) di US$86.000, dan target penurunan teknikal di US$67.000.
Diperkirakan adanya potensi penurunan harga ini didasarkan pada formasi pola "Head & Shoulders" (H&S).
Pola H&S dikenal sebagai salah satu sinyal reversal bearish paling andal dan kuat dalam analisis teknikal, mengindikasikan bahwa tren naik (bullish) yang dominan mungkin telah mencapai titik kelelahan dan siap berbalik arah.
Pola ini terbagi menjadi tiga fase utama:
- Left Shoulder: Terbentuk di sekitar level US$110.000.
- Head (Puncak Tertinggi): Pencapaian puncak tertinggi historis di atas US$126.000.
- Right Shoulder: Saat ini, harga sedang dalam proses pembentukan bahu kanan, di mana resistance terdekatnya kembali berada di area US$110.000.
Meskipun formasi H&S terlihat jelas, kekuatan pola ini sangat bergantung pada konfirmasinya. Tri Agung menegaskan bahwa pola ini belum dianggap aktif sepenuhnya sebelum terjadi "breakdown"—yakni, harga menembus dan bertahan kuat di bawah neckline US$86.000.
Ini merupakan skenario reversal yang paling dihindari, sebab jika level US$67.000 tercapai, aksi panic selling dan likuidasi besar-besaran diperkirakan akan terjadi di pasar kripto.
Sebaliknya, pola H&S akan dinyatakan batal jika kekuatan bullish mampu menembus dan bertahan kuat di atas puncak head, yaitu di atas level tertinggi historis US$126.000. Jika all time high baru terbentuk di atas level tersebut, seluruh sentimen bearish akan hilang, dan pasar diperkirakan akan melanjutkan tren bullish yang sangat kuat.
Analisis teknikal ini muncul di tengah volatilitas pasar global. BTC sempat mengalami penurunan sementara di bawah US$90.000 pada 18 November 2025 (mencapai US$89.368,6), memicu kekhawatiran risk-averse global dan ketidakpastian kebijakan Federal Reserve AS terkait pemotongan suku bunga.
Baca Juga: Pasar Kripto Goyang, Bitcoin Anjlok 30 Persen di Bawah USD90.000
Komentator pasar keuangan terkenal, Jim Cramer, juga menyuarakan kekhawatiran terhadap mekanisme di balik pergerakan BTC.
Meskipun menyatakan menyukai Bitcoin, Cramer menyoroti fenomena di mana harga BTC seolah-olah "dipertahankan" secara tidak wajar di atas US$90.000, meskipun terdapat kelemahan.
Ia secara spesifik tidak menyukai instrumen derivatif, strategi gaming, atau mining yang dirancang untuk memanipulasi harga, menambahkan lapisan sentimen negatif di tengah tekanan pasar.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
Pilihan
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
Terkini
-
Purbaya Perpanjang Dana SAL Rp 200 T hingga 6 Bulan: Bank Tak Perlu Khawatir!
-
OJK Tabuh Genderang Perang! Influencer Saham 'Nakal' Terancam Sanksi Berat
-
Perang Cashback Ramadan 2026 Memanas, Platform Adu Strategi Gaet Pengguna
-
Heboh Rencana Impor 105 Ribu Mobil Pick-Up India Buat Kopdes Merah Putih, Istana Irit Bicara
-
Pelindo Ganti Jajaran Direksi, Mantan Bos Pertamina Jadi Dirut
-
HIPMI Jaya dan Jabar Targetkan Perputaran Uang Rp500 Miliar
-
Harga Tembus Rp100 Ribu di Ramadan, Kementan Guyur 1,7 Ton Cabai ke Pasar Induk Kramat Jati
-
Menko Zulhas Ungkap Proyek Waste-to-Energy Besutan Danantara Cuma Beresin 20 Persen Masalah Sampah
-
IHSG Meroket di Awal Pekan ke Level 8.300, 484 Saham Cuan
-
Purbaya Blacklist Keluarga Dwi Sasetyaningtyas usai Viral Hina RI, Tagih Balik Dana LPDP Plus Bunga