- Harga Bitcoin (BTC), mata uang kripto terbesar di dunia, resmi terperosok di bawah level psikologis USD90.000.
- Kondisi ini membuat aset kripto paling populer itu anjlok 30 persen.
- Dalam 24 jam terakhir, BTC bahkan sempat menyentuh level terendah USD89.471,4.
Suara.com - Pasar kripto dilanda kepanikan masif pada hari Selasa (18/11/2025). Harga Bitcoin (BTC), mata uang kripto terbesar di dunia, resmi terperosok di bawah level psikologis USD90.000 untuk pertama kalinya dalam hampir tujuh bulan.
Penurunan tajam ini dipicu oleh meningkatnya sentimen risk-off global akibat ketidakpastian sikap Federal Reserve (The Fed) AS terhadap suku bunga.
Pada siang hari ini Bitcoin diperdagangkan anjlok 5,4 persen lebih rendah, mencapai USD90.091,5. Dalam 24 jam terakhir, BTC bahkan sempat menyentuh level terendah USD89.471,4.
Penurunan ini sangat brutal, menyeret harga Bitcoin sekitar 30 persen di bawah puncak yang dicapai pada akhir Oktober lalu di atas USD126.000. Kekalahan di level support sekitar USD94.000 memicu sinyal teknis yang mengkhawatirkan: "death cross" pada moving average jangka pendek versus jangka panjang.
Pemicu utama gejolak ini berasal dari Washington. Para investor semakin skeptis bahwa The Fed akan melaksanakan pemotongan suku bunga pada pertemuan bulan Desember.
Para pejabat The Fed, termasuk Ketua Jerome Powell, telah mengisyaratkan keengganan untuk melakukan pelonggaran lebih lanjut, membuat pasar tidak yakin akan langkah bank sentral selanjutnya. Atmosfer risk-off semakin tebal menjelang rilis data ekonomi penting AS. Pasar sangat berhati-hati menanti laporan penggajian non-pertanian (NFP) bulan September yang tertunda akibat penutupan pemerintah AS baru-baru ini, yang dijadwalkan rilis pada hari Kamis.
Data menunjukkan, awal bulan ini saja, lebih dari USD19 miliar posisi leverage kripto dihapuskan dalam satu periode 24 jam, yang memicu aksi jual paksa berantai.
Kemerosotan Bitcoin menyeret pasar altcoin secara keseluruhan, mencerminkan penghindaran risiko yang meluas seperti Ethereum (ETH) turun 5,6 persen menjadi USD3.008,92, XRP merosot 4,4 persen ke USD2,15, Solana tertekan 4 persen, sementara Cardano tergelincir 5 persen, dan Polygon kehilangan 3 persen.
Kembalinya Bitcoin ke level di bawah USD90.000 menggarisbawahi betapa cepatnya kepercayaan investor memburuk. Pasar kini menilai ulang risiko geopolitik dan waktu pasti penurunan suku bunga AS, yang secara langsung menekan seluruh kompleks aset digital.
Baca Juga: Komite IV DPD RI dan Gubernur BI Rapat Bersama untuk Dorong Penguatan Stabilitas Keuangan
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Toyota Bekas yang Mesinnya Bandel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Pajak Rp500 Ribuan, Tinggal Segini Harga Wuling Binguo Bekas
- 9 Sepatu Adidas yang Diskon di Foot Locker, Harga Turun Hingga 60 Persen
- 10 Promo Sepatu Nike, Adidas, New Balance, Puma, dan Asics di Foot Locker: Diskon hingga 65 Persen
- 5 Rekomendasi Sepatu Lari Kanky Murah tapi Berkualitas untuk Easy Run dan Aktivitas Harian
Pilihan
-
Petani Tembakau dan Rokok Lintingan: Siasat Bertahan di Tengah Macetnya Serapan Pabrik
-
Bos Bursa Mau Diganti, Purbaya: Tangkap Pelaku Goreng Saham, Nanti Saya Kasih Insentif!
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
Terkini
-
Muhammad Awaluddin Diangkat Jadi Dirut Jasa Raharja
-
Batas Telat Bayar Cicilan Mobil dan Simulasi Denda Sebelum Ditarik Leasing
-
Bursa Berjangka Komoditi 2026 Dibuka, Target Harga Acuan Nasional Naik
-
Bulog Bersiap Ambil Kendali Penuh Pasokan Pangan Nasional dan Lepas Status BUMN
-
Tiga Alasan Harga Perak Akan Naik Bersama Emas Tahun Ini
-
Bos Bulog Tak Bantah Banjir Sumatera Pengaruhi Produksi Beras
-
ESDM Yakin Target Produksi Minyak 605 Ribu Barel per Hari 2025 Tercapai, Apa Rahasianya?
-
Pemangkasan Produksi Batu Bara dan Nikel Sesuaikan Kebutuhan Industri
-
Wacana Insentif Mobil Listrik Dicabut, IESR: Beban Lingkungan Jauh Lebih Mahal
-
Bank Mandiri Perkuat Sinergi BUMN Bangun Huntara bagi Korban Bencana di Aceh Tamiang