- Harga emas Antam per 24 November 2025 untuk 1 gram adalah Rp 2.340.000, turun Rp 1.000 dari hari sebelumnya.
- Harga buyback emas Antam pada tanggal yang sama tercatat Rp 2.201.000 per gram, mengalami penurunan tipis juga.
- Harga emas dunia menguat menjadi USD 4.075 per ons karena ekspektasi The Fed akan memangkas suku bunga dalam waktu dekat.
Suara.com - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada hari Senin, 24 November 2025 untuk ukuran satu dibanderol di harga Rp 2.340.000 per gram.
Dikutip dari situs Logam Mulia, harga emas antam itu turun tipis Rp 1.000 dibandingkan hari Minggu, 23 November 2025 sebelumnya.
Sementara itu, harga Buyback (beli kembali) emas Antam dibanderol di harga Rp 2.201.000 per gram.
Harga buyback itu juga anjlok tipis Rp 1.000 dibandingkan dengan harga buyback hari Minggu kemarin.
Seperti dilansir dari laman resmi Logam Mulia Antam, berikut adalah harga emas antam pada hari ini:
- Emas 0,5 Gram Rp 1.220.000
- Emas 1 Gram Rp 2.340.000
- Emas 2 gram Rp 4.620.000
- Emas 3 gram Rp 6.905.000
- Emas 5 gram Rp 11.475.000
- Emas 10 gram Rp 22.895.000
- Emas 25 gram Rp 57.112.000
- Emas 50 gram Rp 114.145.000
- Emas 100 gram Rp 228.212.000
- Emas 250 gram Rp 570.265.000
- Emas 500 gram Rp 1.140.320.000
- Emas 1.000 gram Rp 2.280.600.000
Perlu diingat, harga tersebut belum termasuk pajak penghasilan (PPh) sebesar 0,45 persen bagi pemegang NPWP dan 0,9 persen yang tidak memiliki NPWP. Pengenaan PPh ini sesuai dengan PMK Nomor 34/OMK.19/2017.
Harga Emas Dunia Naik Tipis
Harga emas dunia kembali bergerak di zona hijau pada awal sesi Asia, Senin, 24 November 2025, dengan diperdagangkan di kisaran USD 4.075 per ons. Penguatan tipis ini terjadi seiring meningkatnya ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) bakal memangkas suku bunga dalam waktu dekat.
Sentimen positif terhadap emas muncul setelah Presiden The Fed New York, John Williams, menyatakan bahwa bank sentral AS masih memiliki ruang untuk menurunkan suku bunga tanpa mengganggu upaya mencapai target inflasi.
Baca Juga: Cek Harga Emas Terbaru di Pegadaian Hari Ini, UBS Sedikit Lebih Mahal
"Bank sentral masih dapat memangkas suku bunga dalam waktu dekat tanpa membahayakan target inflasinya,” ujar Williams seperti dikutip dari FXStreet.
Pasar finansial langsung merespons. Berdasarkan perangkat CME FedWatch, peluang penurunan suku bunga The Fed pada pertemuan Desember kini melonjak menjadi 74 persen, jauh lebih tinggi dibanding 40 persen pada pekan lalu.
Ekspektasi suku bunga yang lebih rendah biasanya menjadi angin segar bagi emas karena menurunkan biaya peluang dalam memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil tersebut.
Namun tidak semua pejabat The Fed sejalan. Presiden Fed Dallas Lorie Logan dan Presiden Fed Boston Susan Collins masih mempertahankan nada hawkish dan menilai kebijakan suku bunga perlu ditahan “untuk sementara waktu.
Pasar kini menunggu rilis data ekonomi penting yang akan dirilis Selasa besok, yakni Indeks Harga Produsen (PPI) dan Penjualan Ritel AS untuk periode September. PPI diperkirakan naik 0,3 persen secara bulanan (MoM), sementara penjualan ritel diproyeksikan meningkat 0,4 persen MoM.
Data inflasi yang lebih tinggi berpotensi mematahkan harapan pemangkasan suku bunga The Fed. Jika itu terjadi, dolar AS bisa menguat dan menekan harga emas yang berdenominasi dolar.
Untuk sementara, emas masih mampu bertahan di jalur positif, namun pelaku pasar tetap waspada terhadap arah kebijakan moneter AS yang masih penuh ketidakpastian.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
- 5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Dolar 'Cekik' UMKM: Harga Kedelai Tembus Rp545 Ribu, Perajin Tahu Tempe Terpaksa 'Sunat' Ukuran
-
Putra SBY Jadi Bos Komite Kereta Cepat, Purbaya, Rosan hingga Nusron Wahid Jadi Anak Buah
-
Influencer hingga Selebgram Tak Bisa Lagi Nikmati Pajak UMKM 0,5%
-
Aturan Pajak Purbaya Makin Ketat, PP Baru Siap Kuras Kantong UMKM Beromzet Miliaran
-
Tok! Pemerintah Coret Influencer dan Selebgram dari Daftar PPh Final UMKM 0,5 Persen
-
Rupiah Terus Terpuruk, Djarot PDIP: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar tapi Harga Sembako Melambung Tinggi!
-
BTN Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun ke Pindad, Sokong Produksi Maung MV3 Hingga Amunisi
-
Rupiah Sekarat Menuju Rp18.000: Kebijakan BI Dinilai Terlambat Jinakkan Bom Waktu Fiskal dan Global
-
Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!
-
Harga Kakao Melonjak Tajam Efek Selat Hormuz Ditutup, Kemendag Rilis Patokan Baru