- Pemerintah memperketat pengawasan barang impor dan produksi menggunakan Radiation Portal Monitor (RPM) untuk mencegah kontaminasi Cs-137.
- Satgas Cs-137 menahan delapan kontainer *zinc powder* asal Angola di Tanjung Priok dan menindak perusahaan pengimpor berulang.
- Langkah pengawasan ini juga meliputi perumusan regulasi baru untuk bahan baku berisiko, seperti *scrap metal* dan *zinc powder*.
“Hal ini merupakan kejadian yang keempat kalinya pihak otoritas di Pelabuhan Tanjung Priok berhasil mencegah masuknya kontainer berisi kontaminasi Cs-137,” ungkapnya.
Bara menyebut delapan kontainer tersebut diimpor oleh perusahaan yang sama seperti temuan sebelumnya. Pengiriman dilakukan oleh PT Luckione Environmental Science Indonesia, sebuah perusahaan peleburan logam yang berlokasi di kawasan industri Cikande.
Atas kejadian berulang tersebut, pemerintah memutuskan mengambil langkah tegas.
“Satgas akan mengambil tindakan tegas kepada PT. Luckione Environmental Science Indonesia yang telah berulang kali melakukan importasi produk yang terkontaminasi Cs-137,” tegas Bara.
Satgas juga menyatakan bahwa Kementerian Lingkungan Hidup telah menerima rekomendasi dari BAPETEN untuk menghentikan sementara kegiatan usaha perusahaan itu. Penghentian dilakukan sembari menunggu audit menyeluruh terhadap perusahaan yang bersangkutan.
Bara memperingatkan bahwa pemerintah tidak akan memberikan ruang bagi praktik usaha yang membahayakan publik.
“Satgas tidak memberikan toleransi terhadap praktik usaha tidak sehat yang membahayakan keamanan nasional, kesehatan dan keselamatan publik dan keberlangsungan dunia usaha yang lebih luas,” katanya.
Selain temuan zinc powder dari Angola, pemerintah juga menangani kasus dua kontainer kaki ayam yang dikembalikan dari Amerika Serikat akibat kontaminasi Cs-137. Satgas telah mencapai kesepakatan dengan produsen untuk memusnahkan produk tersebut.
“Langkah ini merupakan keseriusan pemerintah dalam menangani dampak kontaminasi Cs-137 di Indonesia,” pungkas Bara.
Baca Juga: 7 Fakta Penting di Balik Kasus Radioaktif Udang dan Cengkeh di Indonesia
Berita Terkait
-
Zinc Mengandung Bahan Radioaktif Kembali Dicegat di Tanjung Priok
-
Babak Baru Horor Nuklir Cikande: 40 Saksi Diperiksa, Jejak DNA Diburu di Lapak Barang Bekas
-
Setelah Dievakuasi, Ancaman Belum Usai: Risiko Kesehatan Kontaminasi Cs-137
-
Apa Penyebab Radiasi di Cikande? Paparannya Capai 875 Ribu Kali Batas Aman
-
Radiasi Cs-137 di Cikande Berhasil Dinetralisir
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Ribuan Orang di Dunia Jadi Korban Phishing Kratos, Pengelola Dibekuk di Pontianak
-
Usia 35 Tahun Sudah Punya 5 SPBU, Herman Deru Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Hidupnya
-
Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar
-
Napi Kasus Narkoba Pekanbaru Kabur saat Berobat, Petugas Pengawal ke Mana?
-
Hinca Panjaitan Sebut Perkara Kredit Tak Layak Diproses sebagai Korupsi
-
Mahfud MD Bantah Kejagung soal Febrie: Tak Pernah Ada Pelimpahan Kasus Asabri dari Polisi
-
Mengenal Profesi Mixologist, Peracik Minuman yang Kini Makin Diburu Industri F&B
-
Minta Rp4 Juta lalu Sita HP Korban! Modus Polisi Gadungan Terbongkar di Banyumas
-
Indonesia Masih Bergantung pada Obat Impor, Kemandirian Farmasi Jadi Tantangan
-
Nekat Gelantungan di Pintu KRL saat Mabuk, Pria Ini Resmi Masuk Daftar Hitam KAI Commuter