- Skema impor bahan bakar minyak badan usaha swasta akan kembali normal pada 2026 tanpa melalui Pertamina.
- Badan usaha swasta seperti Shell, Vivo, dan BP-AKR harus mengajukan volume kebutuhan impor berdasarkan neraca komoditas.
- Sebelumnya, badan usaha swasta terpaksa membeli BBM dari Pertamina karena kuota impor mereka telah habis.
Suara.com - Skema impor bahan bakar minyak (BBM) untuk badan usaha swasta akan kembali normal pada 2026. Badan usaha swasta seperti Shell, Vivo hingga BP-AKR akan kembali dapat mengimpor pasokan minyaknya tanpa harus melalui skema business to business (B2B) dengan Pertamina.
Dengan kata lain, Shell, Vivo, dan BP-AKR akan mengimpor BBM murni atau Base Fuel sendiri tanpa lewat Pertamina.
"Yang pasti kuota impor balik normal kok, tidak lewat B2B lagi (dengan Pertamina). Ini kan kemarin karena ada kondisi tertentu ya, kita nyari solusi jangka pendek saja," ujar Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia kepada wartawan dikutip pada Rabu (26/11/2025).
Dalam beberapa waktu belakangan ini, badan usaha swasta tidak dapat secara langsung mengimpor BBM, lantaran kuota impornya telah terpakai seluruhnya. Alhasil, mereka harus memenuhi kebutuhannya lewat skema B2B dengan Pertamina.
Untuk bisa mendapatkan kuota impor pada tahun depan, badan usaha swasta harus memenuhi prosedur yang ditetapkan oleh pemerintah. Salah satunya, mengajukan volume kebutuhan berdasarkan neraca komoditasnya masing-masing.
Anggia menyebut, pengajuan kuota impor telah dibuka pemerintah sejak Oktober. Sejauh ini telah ada beberapa badan usaha swasta yang mengajukan, namun soal detailnya Anggia belum dapat merincinya.
"Jadi silahkan dimasukkan. Sekarang kalau enggak salah sudah masuk di Direktorat Migas. Kemudian nanti akan dievaluasi oleh pemerintah seperti apa approval-nya," jelasnya.
Terkait dengan berapa volume impor yang akan disepakati pemerintah belum bisa dipastikan. Sebab akan merujuk pada evaluasi kuota impor pada 2025.
"Volumenya tergantung pengajuan mereka masing-masing. Kita enggak bisa menduga-duga. Mereka ada kebutuhan tambahan atau enggak? Dilihat dari situ nantinya. Yang pasti menyesuaikan-lah dengan demand yang mereka di tahun berjalan 2025," imbuhnya.
Baca Juga: Purbaya Temui Bahlil, Bahas Potensi Kekurangan LPG 3Kg Jelang Nataru
Karena kuota impor yang telah terpakai seluruhnya, membuat SPBU milik sejumlah badan usaha swasta kehabisan BBM.
Untuk mengatasi persoalan itu, pemerintah sempat memberikan kuota impor tambahan sebesar 10 persen dari kuota yang ditetapkan pada 2025. Namun hal itu tidak belum juga menyelesaikan permasalahan.
Belakangan pemerintah mendorong badan usaha swasta menyerap BBM impor milik Pertamina melalui skema B2B.
Tercatat telah ada tiga badan usaha swasta yang sepakat memasok BBM dari Pertamina, yaitu Shell, Vivo, dan BP-AKR. Masing-masing ketiganya mendapatkan pasokan sebanyak 100 ribu barel.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Ada Penipuan Berkedok Nonton Dracin, Ini Modusnya
-
Tingkatkan Semangat Literasi Pekerja, Pertamina Hadirkan Perpustakaan Digital
-
OJK Buka Suara soal Isu MUFG Mau Caplok Bank Danamon
-
Misteri Rp 100 Miliar Sapi Kurban Prabowo, Menkeu Purbaya Ngaku Tak Tahu
-
Simak Harga Kurs Dolar AS di Bank Mandiri, BNI, BRI dan BCA, Ada yang Jual Rp17.950
-
Harga Cabai Meledak, Telur dan Daging Sapi Ikut Bikin Dompet Menjerit
-
J Trust Bank Kantongi Laba Bersih Rp 56,32 Miliar Hingga April 2026
-
Trump Bikin Pasar Bergejolak, Harga Minyak Dunia Langsung Naik Tajam
-
Harga Emas Diprediksi Tembus 8.000 Dolar AS, Apa Saja Faktor Penyebabnya?
-
Harga Emas Antam Turun Jadi Rp 2.754.000/Gram di Cuti Bersama