-
OKX luncurkan CeDeFi, gabungkan CeFi & DeFi dalam satu aplikasi.
-
Fitur baru ini akses jutaan token dari Base, Solana, dan XLayer.
-
CeDeFi tawarkan self-custody dan harga terbaik dari 100+ pool likuiditas
Suara.com - Platform kripto global, OKX, baru saja meluncurkan fitur terobosan yang diklaim akan mengubah lanskap perdagangan aset digital yakni CeDeFi.
Fitur ini secara efektif menghapus batas antara layanan keuangan tersentralisasi (CeFi) dan layanan terdesentralisasi (DeFi), memungkinkan pengguna mengakses jutaan token dari berbagai blockchain melalui satu aplikasi terpadu.
Langkah ini merupakan jawaban atas tren global di mana volume perdagangan Decentralized Exchange (DEX) mencetak rekor tertinggi, mencapai USD613,3 miliar pada Oktober 2025.
Integrasi CeDeFi menghubungkan layanan OKX langsung ke sejumlah DEX utama di jaringan Base, Solana, dan XLayer (jaringan layer-2 besutan OKX sendiri). Pengguna kini dapat berpindah dengan mulus antara order book tersentralisasi dan pasar terdesentralisasi, dengan seluruh aktivitas perdagangan terintegrasi dalam satu tampilan portofolio yang efisien.
“Melalui CeDeFi, kami ingin menghapus batas antara dunia CeFi dan DeFi. Pengguna kini dapat menjelajahi jutaan token, berdagang dengan harga terbaik, dan tetap memegang kendali penuh atas aset mereka semua dari satu aplikasi OKX,” ujar Ferry, Senior Growth, OKX Wallet, dalam keterangan resmi, Minggu (23/11/2025).
Setelah mengatur passkey, pengguna dapat mengakses data harga real-time dan mengeksekusi transaksi self-custody dengan harga terbaik dari lebih dari 100 pool likuiditas global.
Salah satu fitur kunci dari CeDeFi adalah kemampuannya menghadirkan pembuatan wallet non-kustodial otomatis saat pengguna mengaktifkan perdagangan DEX. Wallet ini menggunakan teknologi passkey yang menjamin keamanan, sekaligus memudahkan pengelolaan aset digital tanpa perlu repot mengingat seed phrase yang rumit.
Inovasi ini menempatkan OKX di garis depan, di tengah persaingan sengit dengan bursa besar lainnya seperti Coinbase yang menambah dukungan DEX untuk aset berbasis Base, dan Binance yang memperluas akses melalui integrasi Pancakeswap untuk menjadi pelopor integrasi CeFi-DeFi yang utuh.
Peluncuran CeDeFi ini menegaskan arah baru strategi OKX dalam menjawab kebutuhan pengguna yang semakin mengutamakan kemandirian, transparansi, dan efisiensi dalam satu ekosistem multi-rantai.
Baca Juga: Indonesia Mulai Langkah Investasi di Proyek King Salman Gate lewat BPKH
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Bukan Dibatasi, Alfamart dan Indomaret Diminta Kolaborasi dengan Kopdes Merah Putih
-
IHSG Sesi 1 Terkoreksi ke Level 8.255: BUMI Laris Manis, INDS Anjlok Paling Parah
-
Indonesia Ngebet Negosiasi Tarif Trump, China Diam-diam Malah Dapat Untung
-
Harga Pangan Nasional Hari Ini: Cabai Turun Tajam, Daging Sapi dan Ikan Kembung Masih Menguat
-
Manufaktur dan Pertanian Kunci Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
-
Pertamina Jamin Stok BBM Aman Jelang Mudik Lebaran 2026
-
Biaya Hidup Naik Saat Ramadan, Siasat Atur Keuangan Biar Nggak Boncos
-
Narasi Swasembada Pangan di Balik Bayang-Bayang Impor Beras Amerika
-
Ekonom Bank Mandiri Sebut Perpanjangan Dana SAL Rp200 Triliun Positif Buat Himbara
-
Bayang-bayang Perang AS-Iran, Harga Minyak Dunia 'Nangkring' di Level Tertinggi 7 Bulan