- Jaringan listrik terputus di Sumatera Utara dan Aceh akibat bencana, sementara Sumatera Barat sedang dalam pemulihan.
- Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dijadwalkan mengunjungi Sumatera pada 2 Desember untuk mengecek infrastruktur listrik dan ketersediaan BBM.
- Banjir dan longsor di tiga wilayah Sumatera mengakibatkan 402 orang hilang serta ribuan warga mengungsi hingga 1 Desember.
Suara.com - Jaringan listrik di sejumlah wilayah yang terdampak banjir dan longsor di Sumatera masih terputus.
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral ESDM) Yuliot Tanjung mengungkap sebaran wilayah yang terputus aliran listrik berada di di Sumatera Utara, dan Aceh. Sementara Sumatera Barat sedang dalam proses pemulihan.
"Ini di Aceh masih terputus, di Sumatera Utara terputus, Sumatera Barat sudah terjadi pemulihan. Hanya beberapa titik lokasi yang perlu dicek," ujar Yuliot saat ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (1/12/2025).
Hari ini pun Kementerian ESDM langusung menggelar di mana, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia akan berkunjung ke Sumatera pada Selasa (2/12) besok.
"Jadi dalam ini mengatasi bencana Sumatera, kami memperhatikan ketersediaan energi sama listrik. Ini kan ada beberapa tower kita yang bermasalah itu nanti akan dicek sama Pak Menteri. Besok Pak Menteri (Bahlil) akan ke lokasi besok," kata Yuliot.
Selain ketersediaan Listrik, bahan bakar minyak (BBM) juga menjadi perhatian utama Kementerian ESDM. Dalam kunjungannya, Bahlil juga memeriksa ketersediaannya, khususnya di wilayah yang terdampak bencana.
"Itu (ketersediaan BBM) termasuk yang akan dicek kalau untuk ini Pak Menteri akan cek di lapangan besok," kata Yuliot.
Sebagaimana dilaporkan banjir dan longsor terjadi tiga wilayah Sumatera, meliputi Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. Berdasarkan data terbaru Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Senin (1/12), sebanyak 402 orang dilaporkan hilang di tiga wilayah itu.
Adapun rinciannya, jumlah korban meninggal di Sumatera Utara sebanyak 217 orang, dan 209 orang dilaporkan hilang. Korban itu tersebar di sembilan kabupaten/kota, termasuk Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan Sibolga.
Baca Juga: Kementerian ESDM Sebut Banjir-Longsor di Sumatera Karena Curah Hujan Tinggi!
Di Aceh korban meninggal sebanyak 96 jiwa dan 75 orang masih dalam pencarian. Dalam peristiwa itu sebanyak 11 kabupaten/kota terdampak, dengan total pengungsi mencapai sekitar 62.000 kepala keluarga.
Sementara Sumatera Barat, sebanyak 129 orang dilaporkan meninggal, dan 118 orang masih hilang dan 16 lainnya mengalami luka-luka. Jumlah pengungsi mencapai 77.918 yang tersebar di sepuluh kabupaten/kota.
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Rambah Cempaka: Perempuan yang Bersemayam di Batu Lumpang
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
Terkini
-
Ikuti Tren Global, Harga Avtur Pertamina Turun hingga 10 Persen
-
Harga BBM di SPBU Swasta hingga Pertamina per 1 Juni 2026
-
Harga BBM Pertamax Turbo Naik Jadi Rp 20.750/liter
-
Didukung Kemenhub, Agung Sedayu Siapkan Terminal Terpadu di PIK 2, Hubungkan MRT hingga Bandara
-
Canggihnya Ambulans Universitas Sanata Dharma, Multifungsi dan Bisa untuk Operasi Ringan
-
Harga Avtur Turun 10 Persen Mulai 1 Juni
-
Bank Indonesia Bongkar Penyebab Rupiah Terus Tertekan
-
Kemenperin Minta Kaji Ulang Kemasan Polos Produk Tembakau
-
Bisnis Logistik Ikut Kecipratan Berkah Pariwisata Bali
-
LPS Pertahankan Tingkat Bunga Penjaminan hingga September 2026, Apa Efeknya?