Suara.com - Simak jumlah utang yang ideal individu di bawah ini. Pastikan nilai utang Anda tidak melebihi rasio sehat.
Utang menjadi salah satu cara yang bisa dilakukan seseorang untuk memenuhi kebutuhan. Namun agar semua berjalan tetap sehat, Anda perlu memerhatikan rasionya.
Rasio utang adalah ukuran yang menunjukkan rasio pendapatan Anda terhadap utang Anda. Beberapa orang juga menyebutnya "beban utang".
Rasio utang mengukur pendapatan tahunan kotor yang diperlukan untuk pembayaran bulanan pada semua utang.
Setiap kali Anda ingin meminjam dari bank, rasio utang Anda akan dihitung. Hasilnya adalah gambaran keuangan Anda.
Secara spesifik, rasio ini memberi tahu bank apakah secara teoritis Anda akan mampu membayar kembali pinjaman yang Anda ajukan.
Bagaimana Cara Menghitung Rasio Utang?
Cara menghitung rasio utang terhadap pendapatan Anda sangatlah mudah. Anda bisa menggunakan metode DTI.
Rasio utang terhadap pendapatan (DTI) adalah alat hitung utang utama untuk mengukur keseimbangan antara utang dan kepemilikan Anda.
Rasio ini menunjukkan berapa porsi pendapatan kotor Anda yang digunakan untuk membayar utang setiap bulan.
Baca Juga: Utang Rp500 Ribu Berujung Maut: Dibentak dan Diludahi, SA Gorok Leher Teman Saat Tertidur
Rasio DTI yang tinggi dapat menandakan tekanan finansial, meskipun Anda masih mampu mematuhi jadwal pembayaran. Secara umum:
- Di bawah 30% dianggap sehat
- Angka 30% hingga 40% merupakan tanda untuk tetap berhati-hati
- Di atas 40% akan membuat Anda lebih sulit memenuhi syarat untuk kredit baru dengan persyaratan yang menguntungkan
Jika rasio utang Anda tidak melebihi 30%, bank akan menganggapnya sangat baik.
Rasio Anda menunjukkan bahwa jika Anda mengelola pengeluaran harian dengan baik, Anda seharusnya dapat melunasi utang tanpa khawatir atau terkena penalti.
Kemudian, rasio utang antara 30% dan 36% juga dianggap baik.
Namun saat Anda mendekati 40%, Anda harus sangat waspada. Dengan ambang batas seperti itu, Anda berisiko lebih besar bagi pemberi pinjaman.
Anda mungkin sudah kesulitan membayar tagihan setiap bulan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
- PT Blueray Cargo Milik Siapa? Perusahaan Logistik yang Seret Raffi Ahmad dalam Kasus Suap Importasi
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Penjelasan Dugaan Manipulasi Eskpor CPO Grup Salim, Mengapa Maybank Ikut Diperiksa?
-
ILC Adopsi Standar Internasional, Menaker Dorong Keseimbangan Pelindungan dan Inovasi
-
Bank Dunia Singgung 20 Persen Orang Kaya RI, Sebut Tak Tahu Diri
-
Investor Wajib Tahu, Indikator Utama Bisnis FnB Layak Difranchisekan
-
Penjualan Properti Anjlok, Pengembang Andalkan Kawasan Hunian-Komersial Terintegrasi
-
Bank Jakarta Permudah Layanan Warga Bayar Pajak Kendaraan
-
BTN Jakarta International Marathon 2026 Sukses Digelar, 20.500 Pelari Ramaikan Hari Pertama
-
Program JKN Bantu Dede Jalani Operasi Kista Ganglion
-
CBDK Cetak Laba Melonjak 317 Persen
-
Mengapa Pertalite Mau Dihapus?