- Kemenperin fokus mengoptimalkan layanan teknis dan standardisasi mutu untuk membangun daya saing manufaktur nasional menuju standar global.
- Menteri Perindustrian menekankan transformasi industri mencakup mutu, ekosistem, dan kemampuan memenuhi standar internasional yang relevan.
- BBIHPMM memperkenalkan lima inovasi layanan teknis baru guna mendukung pemenuhan standar produk, SDM, serta kewajiban lingkungan.
Suara.com - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berencana memperkuat pondasi industri nasional melalui optimalisasi layanan teknis yang berorientasi pada standar global.
Penguatan standardisasi, mutu, dan jasa industri menjadi fokus utama untuk membangun daya saing manufaktur di tengah kompetisi regional.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menekankan kebutuhan transformasi menyeluruh di sektor industri.
"Transformasi industri tidak hanya berbicara mengenai kapasitas produksi, tetapi juga kepastian mutu, penguatan ekosistem, serta kemampuan industri memenuhi standar global," kata Agus dalam keterangannya, Jumat (12/12/2025).
Agus menyampaikan apresiasi terhadap penyelenggaraan Temu Pelanggan dan Mitra Strategis (Tanda Mata) 2025 oleh Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Hasil Perkebunan, Mineral Logam, dan Maritim (BBIHPMM).
Ia menilai forum tersebut memperlihatkan komitmen pemerintah dalam mempercepat penguatan layanan teknis industri.
"Khususnya melalui inovasi layanan teknis yang semakin relevan dengan kebutuhan industri masa kini. Inovasi dan digitalisasi layanan, transparansi tata kelola, serta peningkatan kapasitas teknologi akan terus menjadi fokus kami," katanya.
Perekonomian Sulawesi Selatan turut menjadi perhatian pemerintah dalam konteks pengembangan wilayah industri. Data BPS mencatat pertumbuhan ekonomi 4,94 persen pada triwulan II/2025 dengan kontribusi terbesar dari sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan. Nilai tambah ekonomi daerah tersebut tercatat sebesar Rp188,48 triliun.
Kemenperin menetapkan enam Wilayah Pusat Pertumbuhan Industri (WPPI) di Sulawesi Selatan berdasarkan Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional 2015–2035. Penetapan ini dimaksudkan untuk mendorong pemerataan pembangunan industri dan memperkuat pusat pertumbuhan baru di kawasan timur Indonesia.
Baca Juga: KB Bank dan Intiland Sepakati Pembiayaan Rp250 Miliar untuk Kawasan Industri
Dalam kerangka Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2035, pemerintah menargetkan Indonesia menuju status Negara Industri Tangguh. Struktur industri yang kuat, kemampuan bersaing secara global, dan penerapan inovasi teknologi menjadi ciri dari agenda strategis tersebut.
Peran Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) semakin vital untuk mendukung penguatan layanan teknis lintas sektor.
Kepala BSKJI Emmy Suryandari menyampaikan langkah penguatan kolaborasi dan peningkatan kapasitas layanan terus berjalan. Ia menilai potensi sektor perkebunan, mineral logam, dan maritim di Sulawesi Selatan membuka peluang besar bagi sinergi antarindustri.
"Kami optimistis bahwa dengan sinergi yang kuat, industri nasional akan tumbuh lebih mandiri, kompetitif, dan mampu bersaing di pasar global," ungkapnya.
Emmy menuturkan kegiatan Tanda Mata BBIHPMM 2025 menjadi momentum penting untuk memperkuat ekosistem layanan industri. Acara yang dihadiri 200 peserta dari pelaku industri, pemerintah, akademisi, asosiasi profesi, dan media itu menegaskan posisi BBIHPMM sebagai pusat inovasi layanan teknis di kawasan tengah dan timur Indonesia.
MBBIHPMM memperkenalkan lima inovasi layanan teknis baru: Layanan Pemeriksa Halal (LPH) Utama, Lembaga Sertifikasi Sistem Manajemen Mutu (LSSM), Lembaga Pelatihan Kerja (LPK), Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP), serta Lembaga Validasi Verifikasi Gas Rumah Kaca (LVV GRK). Inovasi ini disiapkan sebagai solusi terpadu untuk pemenuhan standar keamanan produk, peningkatan mutu, kompetensi SDM, serta kewajiban lingkungan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Pasar Semen Domestik Lesu, SMGR Putar Otak Jualan ke Luar Negeri
-
Dilema Selat Hormuz: DEN Minta Warga Tenang, Stok BBM Nasional Masih Terjaga
-
Impor Mobil Pikap Tembus Rp 975,5 Miliar di Januari-Februari 2026, Buat Kopdes Merah Putih?
-
Data BPS Ungkap Emas Deflasi di Maret 2026 Usai Inflasi 30 Bulan Beruntun
-
Bulog Tegaskan Komitmen Dukung Petani Tebu Blora, Siap Fasilitasi Penyaluran ke PG di Jawa Tengah
-
82 Orang Diperiksa dalam Kasus PT DSI, Ada Dude Herlino dan Alyssa Soebandono
-
Mudik Lebaran 2026: Penggunaan SPKLU PLN Melonjak 4 Kali Lipat
-
Pengusaha Soroti Risiko Ekonomi di Balik Imbauan WFH dan Pembatasan BBM Subsidi
-
Neraca Perdagangan RI Surplus 2,23 Miliar USD di Januari-Februari 2026, Naik 70 Bulan Beruntun
-
Waskita Karya Catat Laba Kotor Rp1,58 Triliun, Genjot Percepat Penyehatan Keuangan