- IHSG ditutup melemah tipis 0,11 persen menjadi 8.677,35 pada Rabu, 17 Desember 2025, dipengaruhi kebijakan suku bunga BI.
- Bank Indonesia mempertahankan BI Rate di 4,75 persen untuk menjaga stabilitas rupiah dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
- Pertumbuhan kredit perbankan naik menjadi 7,74 persen YoY pada November 2025, sementara penurunan suku bunga kredit melambat.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tipis pada perdagangan Rabu, 17 Desember 2025. Pelemahan ini seiring pergerakan indeks yang cenderung sideways dan respons pasar terhadap keputusan Bank Indonesia (BI) yang mempertahankan suku bunga acuannya.
IHSG berakhir di level 8.677,35, turun 0,11 persen. Sepanjang perdagangan, indeks bergerak dalam kisaran sempit. Di saat yang sama, nilai tukar rupiah ditutup melemah di posisi Rp16.694 per dolar AS, meski BI menahan BI Rate dan indeks dolar AS tercatat melemah.
Seperti yang telah diperkirakan pasar, dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 16–17 Desember 2025, BI kembali mempertahankan BI Rate di level 4,75 persen. BI juga menahan suku bunga Deposit Facility di 3,75 persen dan Lending Facility di level 5,5 persen.
Kebijakan tersebut diambil sebagai langkah menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, sekaligus memperkuat efektivitas transmisi pelonggaran kebijakan moneter dan makroprudensial guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Meski demikian, BI masih membuka ruang penurunan suku bunga ke depan dengan tetap mencermati perkembangan inflasi dan kondisi ekonomi.
Dari sisi teknikal, riset Phintraco Sekuritas menilai IHSG masih berada dalam tren uptrend untuk jangka menengah hingga panjang. Namun dalam jangka pendek, pergerakan indeks cenderung memasuki fase konsolidasi.
IHSG tercatat masih berada di atas level MA5, MA20, MA50, dan MA200, yang menandakan indeks masih berada di area bullish, meski momentum penguatan mulai melambat.
Indikator Stochastic RSI yang membentuk golden cross di dekat area oversold turut membuka peluang terjadinya rebound jangka pendek.
"IHSG diperkirakan masih akan bergerak konsolidatif di kisaran 8.600–8.750, selama indeks ditutup di bawah level 8.750," tulis Phintraco Sekuritas.
Untuk level teknikal, IHSG memiliki support di 8.600, pivot di 8.700, dan resistance di 8.750.
Baca Juga: SMRA Terbitkan Obligasi 500 Miliar di Tengah Penurunan Laba Bersih
Dari sisi fundamental, data menunjukkan pertumbuhan kredit perbankan berakselerasi menjadi 7,74 persen year on year (YoY) pada November 2025, naik dari 7,36 persen pada Oktober 2025. Capaian ini menjadi yang tercepat sejak Juni, seiring adanya paket stimulus pemerintah untuk mendorong daya beli masyarakat.
Meski demikian, Phintraco Sekuritas mencatat jumlah undisbursed loan masih relatif tinggi, mencapai Rp2.509,4 triliun atau setara 23,18 persen dari total kredit yang disetujui pada November 2025.
Di sisi lain, meskipun BI Rate telah turun sebesar 125 basis poin sepanjang 2025, penurunan suku bunga kredit perbankan berlangsung lebih lambat, yakni hanya 24 basis poin dari 9,2 persen di awal 2025 menjadi 8,96 persen pada November 2025.
Trafik Perdagangan
Pada perdagangan hari ini, sebanyak 51,92 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 37,59 triliun, serta frekuensi sebanyak 2,69 juta kali.
Dalam perdagangan hari ini, sebanyak 409 saham bergerak naik, sedangkan 291 saham mengalami penurunan, dan 258 saham tidak mengalami pergerakan.
Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada Hari ini diantaranya, DPUM, PADI, PIPA, RMKO, SOCI, RLCO, SSTM, KDTN, ESTA, ITMA, NATO.
Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, DNAR, SMIL, EMTK, INDX, CBPE, CTTH, BBYB, LABA, SCMA, BBRM, MKAP.
Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi. Investor disarankan untuk melakukan riset mendalam sebelum mengambil keputusan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Cara Mencari Sinyal TVRI di TV Digital dan TV Analog agar Bisa Nonton Siaran Piala Dunia 2026
- 4 SMA di Banten Terpilih Jadi Sekolah Unggul Garuda 2026, Ini Daftarnya
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
Pilihan
-
Prediksi Argentina vs Aljazair: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
Terkini
-
Rupiah Alami Pelemahan, Cek Harga Dolar AS di Bank Mandiri, BNI, BRI dan BCA
-
Cabai Rawit Makin Pedas di Kantong! Harga Tembus Rp82.300 per Kg
-
Rupiah Kembali Lesu, Dolar AS Merangkak Naik ke Level Rp17.738
-
Investor Ragu Komitmen Damai AS - Iran, Harga Minyak Dunia Merangkak Naik
-
IHSG Masih Dalam Tren Menguat, Pantau Saham BMRI
-
Pertimbangkan Jual, Harga Buyback Emas Antam Naik Tinggi Jadi Rp2.514.000/Gram
-
Melonjak 54,37%, BTN Bukukan Laba Bersih Rp1,85 Triliun Hingga Mei
-
Investor Kembali Borong Kripto, Harga Bitcon Tembus USD 65.900
-
Heboh Struk SPBU Tulis Harga Pertalite Rp18.040 per Liter, Pertamina: Itu Harga Keekonomian
-
Bank of Japan Pilih Lawan Inflasi, Suku Bunga Naik Tertinggi Sejak 1995 di Tengah Pelemahan Yen