- Program belanja nasional sepanjang 2025 efektif menstimulus perekonomian, menghasilkan transaksi Rp272,39 triliun hingga kuartal III.
- Konsumsi rumah tangga dominan menyumbang 53,14 persen terhadap PDB nasional Indonesia pada triwulan III 2025.
- Geliat belanja terbukti menjaga stabilitas melalui festival tematik dan pertumbuhan signifikan.
Suara.com - Rangkaian program belanja nasional yang digelar sepanjang tahun 2025 terbukti menjadi stimulus efektif bagi perekonomian Indonesia.
Pemerintah mencatat, aktivitas belanja masyarakat telah menghasilkan perputaran uang hingga ratusan triliun rupiah, yang sekaligus menjadi fondasi kuat bagi pertumbuhan ekonomi nasional menjelang tutup tahun.
Menteri Perdagangan, Budi Santoso, mengungkapkan bahwa akumulasi transaksi dari berbagai agenda belanja nasional sejak awal tahun hingga kuartal III 2025 telah mencapai angka fantastis, yakni Rp272,39 triliun.
Menurut sosok yang akrab disapa Busan ini, angka tersebut memberikan kontribusi nyata dalam menjaga stabilitas ekonomi di tengah ketidakpastian global.
“Total transaksi pada periode tersebut berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi,” ujar Budi Santoso dalam keterangannya yang diterima Suara.com [ada Jumat (19/12/2025).
Kesuksesan ini tidak lepas dari beragam festival belanja yang digelar secara berkelanjutan. Strategi pemerintah dan pelaku usaha dalam menghadirkan promo tematik dinilai sangat tepat sasaran dalam menjaga daya beli masyarakat. Beberapa agenda yang menjadi penyumbang utama transaksi antara lain:
- BINA Diskon Lebaran dan Friday Mubarak yang mengandalkan momentum hari besar.
- Merdeka Madness serta BINA HBD Indonesia yang merayakan euforia hari kemerdekaan.
- Holiday Sale dan Indonesia Shopping Festival yang menyasar segmen pelancong dan keluarga.
- Rangkaian program ini terbukti ampuh dalam menjaga psikologi konsumsi rumah tangga agar tetap stabil dan bergairah.
Data terbaru menunjukkan bahwa konsumsi masyarakat masih menjadi mesin utama penggerak ekonomi Indonesia.
Hingga kuartal III 2025, sektor konsumsi rumah tangga menyumbang dominasi sebesar 53,14 persen terhadap struktur Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.
Menteri Perdagangan menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan hasil sinergi antara kebijakan pengamanan pasokan barang dan stabilisasi harga di pasar domestik. Selain itu, peran aktif para pelaku industri ritel dalam berinovasi menjadi faktor pendukung yang sangat krusial.
Baca Juga: Belanja Penuh Kejutan, Mystery Box Ala Gopang Kini Lagi Hits di Indonesia
“Capaian ini didukung oleh terjaganya pasar dalam negeri melalui pengamanan pasokan dan stabilisasi harga. Pertumbuhan perdagangan dalam negeri selama ini tidak terlepas dari peran nyata para pelaku industri ritel,” jelas Mendag Busan.
Geliat belanja ini tercermin secara nyata dalam angka penjualan riil. Pada Oktober 2025, indeks penjualan ritel mencatatkan pertumbuhan sebesar 4,30 persen dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya.
Secara umum, ekonomi nasional pada triwulan III 2025 tumbuh di level 5,04 persen (YoY), yang didukung oleh kenaikan indeks penjualan eceran riil sebesar 4,67 persen.
Menariknya, tren belanja tidak hanya terjadi di toko fisik. Sektor digital juga mencatatkan rapor hijau. Transaksi melalui marketplace dan e-ritel mengalami kenaikan sebesar 6,19 persen pada triwulan III jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya.
Hal ini menandakan pergeseran pola belanja masyarakat ke arah digital semakin mapan dan berkontribusi besar terhadap total omzet perdagangan nasional.
Memasuki bulan Desember, pemerintah terus berupaya menjaga momentum positif ini melalui pembukaan BINA Indonesia Great Sale 2025.
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
Terkini
-
Usai 'Dikeroyok' Sentimen Negatif, IHSG Jadi Indeks Berkinerja Paling Buruk di Dunia
-
Pertamina Integrasikan Tiga Anak Usaha ke Sub Holding Downstream
-
PANI Tutup 2025 dengan Pra Penjualan Rp4,3 Triliun, Capai Target 100%
-
Moodys Goyang Outlook 7 Raksasa Korporasi Indonesia: BUMN Mendominasi
-
IHSG Loyo ke Level 7.935 Pekan Ini, Investor Asing Masih 'Buang Barang' Rp11 Triliun
-
MBG Diperlukan Di Tengah Tantangan Ekonomi?
-
POP Merek: Terobosan DJKI Percepat Layanan Publik Dalam 10 Menit
-
Pupuk Indonesia Gandeng 1.620 Inovator Demi Perkuat Kemandirian Pangan Nasional
-
Industri Sawit RI Sumbang Output Rp1.119 Triliun dan Serap 16,5 Juta Pekerja
-
Tukar Uang di BCA Minimal Berapa? Ini Tata Cara Jelang Ramadan 2026