- Konsumsi bensin naik 3,2% & LPG naik 7,2% saat Nataru 2026; stok nasional dipastikan aman.
- Pertamina siagakan 1.866 SPBU 24 jam & 6.231 agen LPG guna jamin pasokan energi selama liburan.
- Antisipasi macet, 70 unit modular & 48 tenda BBM disiapkan di jalur mudik serta wisata populer.
Suara.com - Menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat pada masa Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026, PT Pertamina Patra Niaga bergerak cepat memastikan ketahanan energi nasional.
Pertamina memproyeksikan adanya kenaikan signifikan pada konsumsi bahan bakar kendaraan hingga kebutuhan dapur masyarakat.
VP Retail Business Support PT Pertamina Patra Niaga, Beny Harto Wijaya, menjelaskan bahwa berdasarkan hitungan tim satgas, konsumsi Gasolin (bensin) diprediksi naik sebesar 3,2% dari kebutuhan normal harian. Tak hanya kendaraan pribadi, aktivitas penerbangan juga ikut terkerek yang terlihat dari proyeksi kenaikan konsumsi Avtur sebesar 5,2%.
"Kami memprediksi dinamika konsumsi energi selama masa Satgas Nataru ini. Konsumsi gasolin meningkat sekitar 3,2% dari kebutuhan normal harian," ujar Beny dalam konferensi pers di Kantor Pusat Pertamina Patra Niaga, Jakarta, Senin (22/12/2025).
Berbeda dengan bensin, konsumsi Gas Oil (Solar) justru diprediksi merosot sekitar 7,6%. Beny menyebut penurunan ini merupakan hal lumrah karena aktivitas industri dan logistik berat biasanya berkurang selama periode libur panjang.
Di sisi lain, kebutuhan LPG diproyeksikan melonjak 7,2%. Kenaikan ini didorong oleh tingginya aktivitas rumah tangga sebesar 4,3% serta geliat sektor wisata yang meningkat tajam selama masa liburan.
Strategi Layanan: Dari SPBU 24 Jam hingga Unit Modular
Guna menjamin kelancaran pasokan, Pertamina menyiagakan infrastruktur distribusi secara masif di seluruh Indonesia:
SPBU Siaga: Sebanyak 1.866 SPBU dioperasikan penuh selama 24 jam, terutama di jalur mudik dan area wisata.
Agen LPG: Menyiagakan 6.231 agen siaga untuk menjamin ketersediaan gas bagi rumah tangga dan UMKM.
Baca Juga: Mudik Nataru 2025, Penumpang Kereta Padati Stasiun Pasar Senen
Layanan Khusus Jalur Macet: Di titik-titik rawan macet dan jalur wisata yang minim SPBU, Pertamina menyiapkan 70 unit modular dan 48 tenda kemasan di 50 lokasi strategis.
"Ini bertujuan agar pemudik tidak kesulitan mengisi bahan bakar di tengah perjalanan," tegas Beny. Pertamina juga memastikan stok nasional berada di level aman dengan sistem pengawasan real-time melalui Command Center Satgas Nataru untuk mengantisipasi lonjakan permintaan yang tak terduga.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
Terkini
-
Di Tengah Mati Lampu Masal, Petinggi PLN Bisa Kantongi Gaji Ratusan Juta Setiap Bulan?
-
Pemerintah Kucurkan Paket Stimulus Ekonomi Rp 26,34 T di Semester II 2026, Ini Rinciannya
-
Satgas PASTI Tutup 27 Gadai Ilegal dan 228 Pedagang Kripto Bodong, Masyarakat Diminta Waspada
-
Pemerintah Guyur Stimulus Pangan hingga Transportasi Semester II 2026
-
Harga MinyaKita Tak Jadi Naik, Terus Apa Solusi Pemerintah?
-
Hilirisasi Nikel Butuh Talenta, IWIP dan WBN Fokus Kembangkan SDM
-
Aset Negara Bernilai Tinggi di Senayan Diminta Kembali Dikelola Pemerintah
-
Pedagang Online Wajib Punya NIB, Buat Ditarik Pajak?
-
Merana Ditinggal Investor Asing, IHSG Turun ke Level 6.116 Hari Ini
-
Properti Kembali Bergairah, Akses Tol Jadi Magnet Baru Kenaikan Nilai Hunian