Bisnis / Inspiratif
Kamis, 01 Januari 2026 | 09:58 WIB
Ilustrasi PPPK Paruh Waktu

Tunjangan Hari Raya (THR) dan Gaji ke-13: Diberikan secara proporsional sesuai kebijakan anggaran.

Cuti: Mendapatkan hak cuti tahunan dan cuti lainnya sesuai regulasi yang berlaku.

Pengembangan Kompetensi: Hak untuk mengikuti pelatihan atau seminar guna peningkatan kualitas kerja.

Terkait jaminan hari tua, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN, PPPK (baik penuh waktu maupun paruh waktu) kini mendapatkan jaminan pensiun. Berbeda dengan sistem Defined Benefit lama milik PNS, uang pensiun PPPK dikelola dengan sistem Defined Contribution (Iuran Pasti).

Melalui skema ini, ASN akan menyisihkan sebagian penghasilan melalui potongan iuran bulanan yang dikelola oleh lembaga pengelola dana pensiun, sehingga mereka tetap memiliki pegangan finansial saat masa bakti berakhir.

Pada tahap awal, masa kontrak PPPK Paruh Waktu umumnya ditetapkan selama 1 tahun dan dapat diperpanjang secara berkala berdasarkan hasil evaluasi kinerja dan kebutuhan instansi. Pemerintah memproyeksikan bahwa skema paruh waktu ini merupakan fase transisi.

Apabila di masa mendatang anggaran daerah sudah mencukupi atau terdapat kekosongan formasi penuh waktu, PPPK Paruh Waktu dapat diprioritaskan untuk diangkat menjadi PPPK Penuh Waktu tanpa harus melalui proses seleksi dari nol kembali.

Penerapan kebijakan ini di kota-kota besar Indonesia diharapkan mampu menjaga stabilitas pelayanan publik di rumah sakit, sekolah, dan kantor pemerintahan, tanpa membebani keuangan negara secara mendadak.

Bagi para pekerja muda dan tenaga honorer yang berada di rentang usia 18-45 tahun, skema ini memberikan keseimbangan antara kepastian kerja dan fleksibilitas waktu untuk mencari peluang tambahan lainnya.

Baca Juga: John Herdman Dibayar Rp670 Juta per Bulan, PSSI Dapatkan Kualitas dengan Harga Miring?

DISCLAIMER: Informasi mengenai rincian angka gaji dan jam kerja bersifat estimasi berdasarkan kebijakan umum KemenPANRB dan rancangan Peraturan Pemerintah turunan UU ASN. Ketentuan final dapat berbeda di setiap daerah sesuai dengan Peraturan Kepala Daerah (Perkada) masing-masing. Masyarakat diimbau untuk selalu merujuk pada pengumuman resmi di kanal BKN atau instansi tempat melamar.

Kontributor : Rizqi Amalia

Load More