- Wook Group menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai Rp 253.146.091 untuk korban banjir di Provinsi Aceh melalui BAZNAS RI.
- Total donasi tersebut merupakan gabungan komitmen perusahaan dan penggalangan dana sukarela dari karyawan sejak pertengahan Desember.
- CEO perusahaan menegaskan bahwa bantuan ini adalah bagian dari tanggung jawab moral dan komitmen jangka panjang sosial.
Suara.com - Peran sektor swasta dalam memperkuat pembangunan sosial berkelanjutan di daerah rawan bencana kembali ditunjukkan Wook Group. Perusahaan S2B2C berbasis teknologi ini menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai Rp 253.146.091 untuk korban banjir bandang di wilayah Sumatra, khususnya Provinsi Aceh, melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI.
Bantuan tersebut menjadi bagian dari kontribusi Wook Group dalam mendukung pemulihan sosial masyarakat terdampak bencana, sekaligus memperkuat ketahanan sosial di wilayah yang kerap menghadapi risiko bencana alam.
Total donasi merupakan gabungan komitmen perusahaan sebesar Rp200.000.000 dan solidaritas karyawan PT Wook Global Technology atau Wookers yang berhasil menghimpun Rp 53.146.091 secara sukarela sejak pertengahan Desember.
CEO PT Wook Global Technology, Xu Long Hua, mangataan keterlibatan perusahaan dalam penanganan bencana merupakan tanggung jawab moral sekaligus bagian dari komitmen jangka panjang terhadap pembangunan sosial.
"Kami percaya bahwa perusahaan memiliki peran penting untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, terutama di saat terjadi krisis akibat bencana alam. Melalui kerja sama dengan BAZNAS RI, kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban para korban serta mempercepat proses pemulihan pascabencana di Sumatera," ujarnya seperti dikutip, Kamis (1/1/2026).
Xu Long Hua menambahkan, Wook Group tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga berkomitmen terhadap pembangunan sosial yang berkelanjutan.
Komitmen tersebut tercermin dari berbagai program tanggung jawab sosial perusahaan, termasuk di bidang pendidikan melalui kolaborasi dengan Universitas Sumatera Utara (USU).
Sementara itu, keterlibatan karyawan dalam penggalangan dana dinilai memperkuat nilai gotong royong dalam pembangunan sosial.
Human Resources & General Affairs Director PT Wook Global Technology, Rosita, menyebut aksi ini mencerminkan respons cepat perusahaan terhadap bencana, yang didukung penuh oleh seluruh lini internal.
Baca Juga: Huntara Korban Banjir Aceh Tamiang Selesai Besok, Penghuni Dapat Listrik Gratis
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Produk Tembakau Alternatif Makin Dilirik, Akademisi Bicara Soal Harm Reduction
-
Harga Minyak Mentah Kembali Melambung, Ancaman Perang AS-Iran Bikin Pasar Panik!
-
Libur Panjang, Trafik Penumpang-Kendaraan di Merak-Bakauheni Membludak
-
OJK Sebut Ada Bank Syariah yang Buka di Tahun 2026, Ini Bocorannya
-
IHSG Dibayangi Aksi Jual Asing Rp1,35 Triliun, Saham-saham di Asia Ikut Rontok
-
Wall Street Rontok Setelah Pertemuan Donald Trump dengan Xi Jinping
-
DPR Sebut Hanya Orang Kaya yang 'Pakai Dolar', Data BPS Justru Berkata Lain
-
IHSG Bakal Tertekan Konflik Global, Simak Rekomendasi Saham yang Cocok Hari Ini
-
Harga Emas Berpotensi Melemah saat Kurs Rupiah Anjlok, Ini Penyebabnya
-
Mengapa Komentar Presiden soal Rupiah dan Dolar Menyesatkan sekaligus Berbahaya?